Friday Mar 01, 2024 15:14
Featured

Daun Bungkus Papua untuk Perbesar Kelamin, Amankah?

Daun Bungkus Papua untuk Perbesar Kelamin, Amankah?

MATA LELAKI - Daun bungkus Papua, adalah sebuah tumbuhan yang sering digunakan untuk membesarkan alat kelamin pria. Sesuai dengan namanya, tumbuhan hijau yang mirip dengan daun sirih ini berasal dari Biak, Papua. Tetapi tanaman ini hanya tumbuh di hutan pedalaman Papua.

Menurut penelitian Indonesia Journal of Anthropology, mengungkapkan kalau penggunaan daun ini merupakan tradisi dari suku di Biak yang salah satunya untuk menekan dominasi laki-laki. Penis yang besar dan ketahanan seksual merupakan salah satu tolak ukur pria yang tangguh dan andalan.

Daun Bungkus Papua untuk Perbesar Kelamin, Amankah?Source: pexels.com

Daun bungkus Papua biasanya digunakan dengan dua cara, yang pertama dengan membungkus daun ke alat kelamin, dan yang kedua dengan menumbuk daun, kemudian menempelkannya ke alat kelamin. Setelah menunggu beberapa saat, penis akan membesar hingga dipercaya dapat menambah ukuran penis. Lantas bagaimana dengan kebenarannya khasiat daun ini?

Sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan khasiat daun tersebut sacara ilmiah. Semua informasi mengenai daun bungkus Papua didapatkan langsung dari testimoni pengguna.

Daun Bungkus Papua untuk Perbesar Kelamin, Amankah?Source: pexels.com

Namun menurut penelitian medis, daun ini mengandung zat histamin yang dapat memberikan gatal ke tubuh, yang pada akibatnya dapat membesarkan penis. Namun, karena ini hanyalah reaksi biologis, pembesaran yang terjadi bersifat sementara. Selain itu pengaplikasian daun ini bisa mengakibatkan kulit batang penis melepuh dan mengelupas.

Daun Bungkus Papua untuk Perbesar Kelamin, Amankah?Source: pexels.com

Pengobatan herbal tidak selalu memberikan manfaat yang baik. Terkadang dapat menimbulkan efek samping yang tidak terduga, apalagi jika belum ada penelitian ilmiah yang menguatkan, besar kemungkinan akan mengakibatkan peradangan.

Efek sampingnya tidak hanya berpengaruh pada penggunanya saja, tetapi juga pada pasangan. Pada saat berhubungan penis yang mengalami peradangan sangat berisiko menularkan infeksi ke pasangan. Itulah kenapa penggunaan daun tersebut pun tidak disarankan.

Jadi, ada yang bersedia untuk mencobanya sendiri?

You may also like

Leave a comment