MATA LELAKI - Passive income itu seperti kata sakti di dunia bisnis. Bisa jadi setiap kalian buka media sosial, pasti ada yang membicarakan tentang passive income, mulai dari konten motivasi sampai flexing mendapat penghasilan tinggi sambil ngopi. Dari situ, akhirnya banyak yang kepikiran untuk bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus kerja keras.
Tapi di balik semua itu muncul pertanyaan yang sering bikin bingung, apakah passive income ini memang benar adanya atau hanya mitos belaka yang terlihat manis di internet, karena tidak sedikit yang sudah mencoba namun akhirnya gagal di tengah jalan. Agar tidak terjebak ekspektasi palsu, berikut ini adalah beberapa mitos dan fakta terkait passive income yang bisa kalian simak.
1. Passive income adalah uang gratis tanpa usaha
Source: ajaib.co.id
Banyak yang mengira passive income itu kalian tidak bekerja sama sekali, alias nol usaha hanya duduk manis lalu uang mengalir. Padahal kenyataannya hampir semua passive income butuh kerja keras di awal, entah itu bangun sistem, membuat konten, atau belajar investasi.
Intinya, untuk mendapat passive income tetap butuh kerja keras, seperti riset memikirkan strategi, atau mengeluarkan modal, yang tentu saja jumlahnya tidak sedikit. Setelah semua itu berhasil, barulah penghasilannya bisa jalan lebih santai dibanding kerja aktif setiap hari.
2. Passive income bebas risiko
Source: finance.detik.com
Banyak yang menganggap bahwa passive income itu aman-aman saja tanpa adanya risiko. Hal itu dikarenakan mereka yang mendapat passive income terlihat tenang dan kecil kemungkinan untuk merugi.
Namun nyatanya, hampir semua bentuk passive income punya risiko, mulai dari modal yang bisa berkurang, tren yang tiba-tiba berubah sampai masalah teknis seperti penyewa properti yang gagal bayar. Oleh karena itu, penting untuk memahami risikonya dari awal agar bisa menyiapkan strategi cadangan.
3. Tidak perlu mengurus bisnis setelah berhasil jalan
Passive Income yang Realistis
Source: ocbc.id
Passive income bisa datang dari berbagai sumber, seperti menanam modal di saham perusahaan yang rajin membagikan dividen, memiliki aset properti yang disewakan secara berkala meskipun tetap perlu perawatan, menciptakan produk digital seperti e-book, kursus online, atau konten kreatif yang bisa dijual berulang kali, serta membangun website atau media sosial yang menghasilkan komisi dari iklan maupun program afiliasi.
Intinya, passive income memang bisa jadi strategi nyata untuk memperkuat kondisi finansial, tapi tetap menuntut komitmen, strategi yang matang, serta pengelolaan yang rutin agar hasilnya bisa terus berjalan. Jadi, jangan sampai terlena dengan narasi bahwa mendapatkan passive income itu mudah, karena fakta di lapangan tidak semudah yang kalian kira.
Source: koinworks.com
Source: mediaindonesia.com