MATA LELAKI - Cupang di leher sering dianggap sebagai bagian dari momen mesra yang menggairahkan. Banyak pasangan melakukannya secara spontan tanpa berpikir panjang, karena dianggap wajar dan tidak berbahaya. Bahkan, bagi sebagian orang, bekas tanda cupang menjadi simbol kedekatan dan keintiman dalam hubungan.
Namun, di balik sensasi tersebut, cupang di leher sebenarnya menyimpan risiko yang kerap diabaikan. Area leher merupakan bagian tubuh yang sensitif dan memiliki pembuluh darah penting. Jika dilakukan terlalu keras atau terlalu sering, cupang bukan hanya meninggalkan bekas, tapi juga bisa menimbulkan masalah tertentu. Karena itu, penting untuk memahami risikonya sebelum menganggapnya sebagai hal sepele.
1. Bekas yang Sulit Hilang
Source: health.grid.id
Cupang biasanya meninggalkan bekas merah atau keunguan di kulit. Masalahnya, bekas ini bisa bertahan cukup lama dan sulit disamarkan. Buat kalian yang harus tampil rapi di kantor atau akan menghadiri acara keluarga, bekas cupang bisa membuat tak nyaman dan membuat seseorang kurang percaya diri.
2. Leher Terasa Sakit
Source: orami.co.id
Setelah melakukan cupang, bagian leher kadang suka terasa nyeri, perih, bahkan sampai terasa sakit jika disentuh. Ini terjadi karena kulit di dalamnya mendapat tekanan cukup kuat. Rasa sakit ini bisa bertahan beberapa hari, apalagi jika kalian melakukan cupang secara berlebihan.
3. Berisiko Menularkan Herpes
Source: dreamstime.com
Kondisi kesehatan seseorang tidak selalu terlihat dari luar, termasuk pasangan sendiri. Jika pasangan kalian sedang membawa virus herpes, melakukan cupang atau kontak langsung di area leher bisa meningkatkan risiko penularan. Virus ini dapat berpindah lewat kontak kulit dan air liur, apalagi jika ada luka kecil yang tidak disadari.
Buat kalian yang belum tahu herpes, herpes adalah virus yang bisa menular lewat kontak langsung seperti ciuman atau sentuhan, dan biasanya ditandai dengan munculnya luka atau lepuhan kecil di kulit, terutama di area mulut.
4. Malu Hingga Tidak Percaya Diri
Source: istockphoto.com
Bekas cupang atau yang sering disebut “tanda cinta” biasanya muncul di area tubuh yang sulit disembunyikan, terutama di leher. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa canggung dan kurang percaya diri, apalagi jika harus sering bertemu orang lain atau tampil di depan umum. Tidak jarang, bekas tersebut juga memicu perhatian berlebih hingga jadi bahan omongan. Perlu kalian ingat, bekas cupang tidak bisa langsung hilang begitu saja dan biasanya membutuhkan waktu beberapa hari, bahkan bisa lebih lama, hingga warnanya benar-benar memudar.
5. Berisiko Menyebabkan Stroke Ringan
Source: orami.co.id
Seperti dikutip dari Daily Mirror, pernah ada kasus seorang wanita berusia 44 tahun di Selandia Baru yang mengalami gangguan kesehatan setelah mendapatkan cupang di leher. Tekanan yang terlalu kuat menyebabkan gangguan aliran darah di area tersebut hingga berdampak pada kondisi tubuhnya. Meski kejadian stroke akibat cupang tergolong sangat jarang, hal ini menunjukkan bahwa area leher tetap sensitif dan sebaiknya tidak mendapat tekanan berlebihan.
Itulah beberapa risiko yang bisa kalian alami jika melakukan cupang di leher, apalagi jika dilakukan secara berlebihan. Meski terasa menyenangkan, tetap penting untuk melakukannya dengan batas wajar dan saling memperhatikan kenyamanan. Intinya, jangan sampai momen mesra justru berujung masalah.