MATA LELAKI - Vape atau rokok elektrik sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional. Banyak orang beralih ke vape dengan alasan mengurangi risiko kesehatan. Tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan vaping tetap dapat memberikan dampak pada kesehatan reproduksi pria, termasuk kualitas sperma.
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi mengatakan bahwa kandungan dalam cairan vape seperti nikotin, propilen glikol, dan berbagai bahan kimia tambahan dapat memengaruhi proses pembentukan sperma di dalam tubuh.
Cairan Vape Berpotensi Mengganggu Kesuburan
Source: hellosehat.com
Biasanya beberapa cairan vape mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, serta zat perasa. Walaupun tidak melalui proses pembakaran seperti rokok biasa, zat-zat ini tetap dapat menghasilkan radikal bebas ketika dipanaskan dan dihirup.
Penelitian yang mengulas dampak rokok elektrik terhadap kesuburan pria menyebutkan bahwa zat dalam vape dapat meningkatkan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh meningkat. Kondisi ini diketahui dapat merusak sel, termasuk sel sperma dan jaringan testis. Stres oksidatif ini dapat juga mengganggu proses spermatogenesis, yaitu proses pembentukan sperma yang berlangsung di testis.
Penurunan Jumlah Sperma
Source: klikdokter.com
Sebuah studi populasi yang diterbitkan dalam jurnal reproduksi menemukan bahwa pengguna rokok elektrik sangat berkaitan dengan penurunan sperma. Dalam penelitian tersebut, pria yang menggunakan e-cigarette memiliki konsentrasi dan jumlah sperma yang lebih rendah dibandingkan pria yang tidak menggunakan vape.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun vape sering dipromosikan sebagai alternatif rokok, penggunaannya tetap dapat memengaruhi parameter penting dalam kesuburan pria.
Waspada Rusaknya Sperma
Source: shutterstock.com
Nikotin merupakan salah satu kandungan utama dalam vape. Zat ini diketahui bisa masuk ke dalam aliran darah dan akhirnya mencapai organ reproduksi pria, bahkan dapat ditemukan dalam cairan semen. Sejumlah penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa paparan nikotin bisa membuat sperma bergerak lebih lambat, menurunkan kualitas sel sperma, serta berpotensi merusak materi genetik atau DNA di dalam sperma.
Jika sperma bergerak lebih lambat atau mengalami kerusakan DNA, peluangnya untuk membuahi sel telur juga bisa menjadi lebih kecil.
Pentingnya Menjaga Kualitas Reproduksi
Source: petunjuk7.com
Para pakar kesehatan menganjurkan pria yang sedang merencanakan punya anak untuk menghindari kebiasaan merokok, baik rokok biasa maupun vape. Menjalani gaya hidup sehat seperti pola makan yang bergizi, rutin berolahraga, dan menjauhi zat berbahaya bisa membantu menjaga kualitas sperma.
Selain itu, proses pembentukan sperma juga tidak instan. Sperma membutuhkan waktu sekitar 70–90 hari untuk terbentuk. Karena itu, perubahan gaya hidup yang lebih sehat bisa mulai memberi dampak pada kualitas sperma dalam beberapa bulan ke depan.
Jadi, meski sering dianggap lebih aman, vape tetap bisa memberi dampak pada kesehatan, termasuk kualitas sperma. Karena itu, penting untuk lebih bijak dalam menggunakannya, terutama bagi pria yang sedang berencana untuk memiliki anak.