MATA LELAKI - Memasuki masa-masa akhir Ramadan, mungkin sudah ada yang berpikir untuk pulang kampung atau mudik saat Lebaran. Mudik Lebaran selalu jadi momen yang ditunggu banyak orang, namun di balik perjalanan mudik yang panjang, ada satu hal yang sering dianggap sepele namun cukup berbahaya, yaitu microsleep.
Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur secara tiba-tiba tanpa mereka sadar. Gangguan tidur ini memang bukan masalah besar. Namun dalam beberapa kondisi, microsleep sangatlah berbahaya. terutama bagi pengendara mobil atau motor yang sedang menempuh perjalanan jauh. Banyak kasus kecelakaan di jalan tol maupun jalur mudik yang salah satu penyebabnya diduga karena pengemudi mengalami microsleep.
Apa Itu Microsleep?
Source: kompas.com
Microsleep adalah kondisi ketika otak “tertidur” sejenak karena kelelahan atau kurang tidur. Biasanya berlangsung sekitar 1 hingga 10 detik. Dalam waktu sesingkat itu, seseorang bisa kehilangan fokus, tidak merespons keadaan sekitar, bahkan tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Bayangkan jika kendaraan melaju dengan kecepatan 80 km/jam dan pengemudi mengalami microsleep selama 3 sampai 4 detik, mobil bisa melaju puluhan meter tanpa kendali.
Penyebab Microsleep
Source: freepik.com
Ada beberapa faktor yang bisa memicu microsleep, terutama saat sedang melakukan perjalanan yang jauh. Faktor paling utama adalah kurang tidur, sehingga tubuh sudah kelelahan saat melakukan perjalanan jauh. Faktor lainnya adalah durasi mengemudi yang lama. Mengemudi berjam-jam tanpa istirahat dapat menyebabkan tubuh dan otak cepat lelah.
Selain dua faktor di atas, yang bisa menyebabkan microsleep adalah suasana jalanan yang monoton atau membosankan, dan melakukan perjalanan pada malam hari. Dua situasi tersebut bisa memicu pengemudi untuk mengantuk.
Tanda-Tanda Microsleep yang Sering Tidak Disadari
Source: pexels.com
Sebelum microsleep terjadi, biasanya tubuh sudah memberikan beberapa tanda, seperti mata terasa sangat berat, sering menguap, sulit fokus melihat jalan, bahkan kadang tidak ingat beberapa detik terakhir perjalanan hingga mobil mulai keluar jalur tanpa disadari. Bila sudah mengalami tanda-tanda ini, sebaiknya perjalanan dihentikan karena bisa berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain.
Tips Mencegah Microsleep

Source: matalelaki.com
Untuk mencegah microsleep, terutama saat dalam perjalanan, ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan. Pertama, kalian pastikan cukup tidur sebelum melakukan perjalanan. Usahakan sebelum berangkat tidur minimal 6 sampai 8 jam.
Jika kalian kebetulan kurang tidur saat melakukan perjalanan, sebaiknya kalian berhenti di rest area setiap 2 jam atau 3 jam sekali untuk beristirahat, meregangkan badan dan menyegarkan diri. Selain itu, lebih baik kalian jangan melakukan perjalanan sendiri, agar bisa menyetir secara bergantian, yang relatif jauh lebih aman.
Terakhir, sebaiknya kalian jangan terlalu banyak makan atau minum, apalagi makanan atau minuman yang berkalori tinggi, karena bisa lebih mudah menimbulkan rasa kantuk .
Itulah beberapa hal terkait microsleep yang perlu kalian ketahui. Jangan memaksakan diri jika sudah merasa lelah, karena keselamatan di perjalanan jauh lebih penting daripada tiba lebih cepat. Istirahat yang cukup bisa membantu perjalanan tetap aman dan nyaman.