Wednesday Jul 24, 2024 13:06
Featured

Baby Blues Syndrome, Kenapa Bisa Terjadi?

Baby Blues Syndrome, Kenapa Bisa Terjadi?

MATA LELAKI - Kelahiran buah hati menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh pihak keluarga terlebih lagi kedua orang tua. Pasalnya kehadiran si buah hati dapat memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi para orang tua. Namun, tidak sedikit seorang ibu yang mengalami Baby Blues Syndrome paska melahirkan. Apa itu baby blues syndrome? Apa penyebab dan cara mengatasinya? Simak ulasan berikut.

Baby blues syndrome adalah suatu kondisi mental berupa munculnya perasaan cemas dan sedih berlebihan pada wanita pasca melahirkan. Gelaja yang dialami baby blues syndrome ini dapat berlangsung selama 14 hari dan dapat memburuk pada hari ke 3-4 setelah melahirkan. Meski begitu, kondisi ini tidak dapat diabaikan begitu saja.

Jika kondisi tersebut tak kunjung membaik setelah 2 minggu, maka ibu harus segera berkonsultasi dengan dokter terkait. Bila tidak mendapatkan penanganan yang baik, kondisi ini bisa membahayakan kesehatan ibu dan bayi.

Baby Blues Syndrome, Kenapa Bisa Terjadi?Source: pexels.com

Penyebab

Ada beberapa penyebab seorang ibu mengalami baby blues syndrome, antara lain sebagai berikut.

1. Adaptasi Menjadi Ibu

Kesulitan beradaptasi dari kehidupan sebelum dan sesudah menjadi ibu, menjadi pemicu pertama seseorang mengalami syndrome yang satu ini.

Rasa lelah mengurus kebutuhan buah hati sendirian juga bisa memicu baby blues syndrome, sehingga membuat perasaan lebih rentan sedih dan mudah tersinggung.

2. Perubahan Hormon

Adanya perubahan hormon di dalam tubuh yang memengaruhi perasaan atau suasana hati ibu. Ibu akan mengalami perubahan kadar hormon yang cukup drastis setelah melahirkan. 

Penurunan kadar estrogen dan progesteron atau hormon lainnya yang diproduksi kelenjar tiroid, dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah, perubahan emosi, hingga depresi.

3. Kurang Istirahat

Menjadi ibu yang baru melahirkan seorang bayi, sering kali menyebabkan ibu terbangun di malam hari karena siklus tidur bayi yang tidak teratur. Tak hanya itu, kesibukan ibu juga bertambah dalam  mengurus bayi yang membuat ibu menjadi kewalahan dan kelelahan. Tentu saja hal ini berpengaruh pada waktu tidur ibu yang berkurang dan terganggu.

4. Memiliki Riwayat Masalah Kesehatan Mental

Beberapa masalah mental yang bisa memicu syndrome baby blues adalah gangguan kecemasan, mengidap stres sebelumnya, ataupun bipolar. 

Baby Blues Syndrome, Kenapa Bisa Terjadi?Source: pexels.com

Gejala

Seorang yang mengalami baby blues syndrome memiliki beberapa gejala antara lain sebagai berikut.

  • Mudah marah dan tersinggung
  • Emosi yang tidak stabil
  • Merasa kelelahan
  • Kurang percaya diri
  • Merasa cemas

Baby Blues Syndrome, Kenapa Bisa Terjadi?Source: pexels.com

Cara Menangani

Munculnya sindrom baby blues memang umum terjadi pada ibu usai melahirkan dan akan menghilang dalam waktu kurang lebih dua minggu. Namun jika tidak ditangani secara baik akan berpengaruh negatif tidak hanya bagi ibu, tapi juga bayi yang baru lahir. Ada beberapa cara untuk mengatasi baby blues syndrome antara lain sebagai berikut.

1. Istirahat cukup

Menurut studi berjudul The Baby Blues and Postnatal Depression yang dalam Andalas Journal of Public Health, istirahat yang cukup dan membiarkan ibu mengeluarkan isi hatinya, dapat mencegah syndrome baby blues yang berkepanjangan.

2. Olahraga

Olahraga menjadi salah satu cara untuk mengalihkan pesaraan sedih dan cemas ibu yang mengalami baby blues syndrome, sehingga mood seorang ibu pasca hamil menjadi lebih baik.

3. Konsultasi dengan Dokter

Jika masalah ini berkelanjutan dan sudah tidak bisa ditangani lagi, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk menangani gejala baby blues yang sedang dialami.

Itulah apa yang dimaksud dengan baby blues syndrome serta cara mengatasinya. Apakah di antara kalian ada yang pernah pengalaman dengan sindrom ini?

You may also like

Leave a comment