MATA LELAKI - Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap program diet, terutama wanita, semakin meningkat. Media sosial dipenuhi dengan berbagai metode penurunan berat badan, mulai dari diet ekstrem, detox, intermittent fasting, hingga penggunaan suplemen pelangsing.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak program diet justru berakhir dengan kegagalan—bahkan tak jarang membuat berat badan kembali naik lebih tinggi dari sebelumnya. Lantas, bagaimana cara memilih diet yang benar dan bisa bertahan lama?
Menurut sejumlah ahli gizi dan kesehatan, kegagalan diet umumnya bukan karena kurangnya kemauan, melainkan karena pendekatan yang keliru. Banyak orang memilih diet yang terlalu ketat, tidak sesuai dengan kondisi tubuh, atau hanya berfokus pada angka timbangan tanpa mempertimbangkan kesehatan jangka panjang.
Mengapa Kebanyakan Diet Bisa Gagal?
Source: klinikkeluarga.com
Pakar nutrisi menyebutkan beberapa alasan utama mengapa diet sering tidak berhasil, yaitu:
1. Terlalu Ekstrem dan Tidak Realistis
Diet yang membatasi makanan secara drastis biasanya sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Tubuh akan mengalami stres, rasa lapar berlebihan, dan akhirnya mendorong seseorang untuk kembali ke pola makan lama.
2. Mengabaikan Kebutuhan Individu
Setiap orang memiliki metabolisme, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan yang berbeda. Program diet yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kalian.
3. Fokus Hanya Penurunan Berat Badan
Banyak orang tergoda dengan janji “turun 5 kg dalam seminggu” atau metode diet ekstrem yang menjanjikan hasil cepat tanpa usaha yang konsisten. Padahal, penurunan berat badan yang terlalu cepat tidak hanya sulit dipertahankan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan. Tubuh mungkin kehilangan massa otot, mengalami dehidrasi, dan metabolisme melambat, sehingga berat badan yang turun cepat sering kembali naik dalam waktu singkat. Fenomena ini dikenal sebagai efek yo-yo. Selain itu, diet ekstrem juga bisa memicu gangguan pencernaan, penurunan energi, hingga masalah hormon yang memengaruhi nafsu makan dan suasana hati.
Cara Memilih Program Diet yang Benar
Source: nderma.id
Jadi, buat para pria, agar diet wanita pasangan kalian lebih efektif dan tahan lama, para pakar menyarankan beberapa langkah berikut:
1. Pilih Pola Makan Seimbang, Bukan Membatasi Total
Pastikan tetap mengonsumsi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral agar tubuh mendapat energi cukup dan sistem tubuh berfungsi baik. Karbohidrat memberi energi, protein menjaga otot dan kenyang, lemak sehat mendukung hormon, sedangkan vitamin dan mineral memperkuat sistem imun. Pola makan seimbang juga membantu mengurangi lapar berlebihan dan menjaga mood, sehingga diet lebih aman dan mudah dijalani.
2. Sesuaikan dengan Gaya Hidup
Jika kalian bekerja kantoran, pilih diet yang fleksibel dan mudah diterapkan tanpa mengganggu aktivitas harian. Pastikan pola makan tetap praktis, bisa menyesuaikan jadwal kerja, dan tidak membuat kelelahan atau kehilangan energi selama beraktivitas.
3. Utamakan Kebiasan Sehat, Bukan Angkat Timbangan
Fokus pada peningkatan kualitas makanan dengan memilih menu sehat dan seimbang, rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran, serta menerapkan pola tidur yang cukup dan teratur agar tubuh dan pikiran tetap fit.
4. Konsultasi dengan Ahli Gizi atau Dokter
Konsultasi dengan ahlinya merupakan salah satu hal yang penting, terutama jika kalian memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid, karena diet yang salah bisa memengaruhi gula darah, tekanan darah, atau fungsi hormon, sehingga penting untuk menyesuaikan program diet dengan kondisi tubuh.
Diet yang Tahan Lama Dimulai dari Hidup Sehat
Source: pagaralampos.disway.id
Pada akhirnya, diet bukan sekadar soal menurunkan berat badan, tetapi membangun pola hidup sehat yang berkelanjutan. Mengubah kebiasaan makan, bergerak lebih aktif, dan menjaga kesehatan mental justru menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Dengan pendekatan yang tepat, diet bukan lagi perjuangan yang menyiksa, melainkan perjalanan menuju tubuh yang lebih sehat dan seimbang.