MATA LELAKI - Selama ini, olahraga seperti jogging, bersepeda, atau jalan kaki dikenal sebagai cara untuk membakar kalori. Namun, tahukah kalian bahwa berhubungan seks juga bisa membantu tubuh membakar energi?
Ya, aktivitas seksual bukan hanya berkaitan dengan keintiman bersama pasangan, tetapi juga melibatkan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan detak jantung, menggerakkan otot, dan membakar sejumlah kalori. Lantas, seberapa banyak kalori yang terbakar saat berhubungan seks? Apakah jumlahnya setara dengan olahraga?
Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Berhubungan Seks?
Source: pexels.com
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada 2013 meneliti pengeluaran energi selama aktivitas seksual pada 21 pasangan muda yang sehat.
Hasilnya menunjukkan bahwa pria membakar rata-rata sekitar 101 kalori per sesi, sedangkan wanita membakar sekitar 69 kalori. Durasi aktivitas seksual dalam penelitian tersebut rata-rata sekitar 25 menit. Jika dihitung berdasarkan rata-rata tersebut, pria membakar sekitar 4,2 kalori per menit, sementara wanita membakar sekitar 3,1 kalori per menit.
Meski begitu, angka tersebut bukan patokan untuk semua orang. Jumlah kalori yang terbakar dapat berbeda tergantung pada berat badan, durasi, intensitas gerakan, serta seberapa aktif seseorang selama berhubungan seks.
Setara dengan Olahraga Apa?
Source: pexels.com
Jika dibandingkan dengan olahraga sehari-hari, pembakaran kalori saat berhubungan seks bisa mendekati aktivitas fisik ringan hingga sedang.
Sebagai gambaran, seseorang dapat membakar sekitar 50–80 kalori saat berjalan santai selama 20 menit, atau sekitar 80–140 kalori saat jogging selama 10 menit. Angka tersebut merupakan perkiraan dan dapat berubah sesuai berat badan serta intensitas aktivitas.
Artinya, satu sesi hubungan seks selama kurang lebih 25 menit bisa memiliki pengeluaran energi yang sebanding dengan sebagian aktivitas jalan kaki. Namun, jumlahnya umumnya masih lebih rendah dibandingkan olahraga kardio yang dilakukan dengan intensitas tinggi.
Penelitian yang sama juga membandingkan aktivitas seksual dengan olahraga di treadmill. Hasilnya, sesi treadmill selama 30 menit membakar rata-rata 276 kalori pada pria dan 213 kalori pada wanita, lebih tinggi daripada rata-rata pembakaran kalori selama aktivitas seksual.
Mengapa Berhubungan Seks Bisa Membakar Kalori?

Source: pexels.com
Sama seperti aktivitas fisik lainnya, tubuh membutuhkan energi saat melakukan hubungan seksual. Beberapa faktor yang berperan antara lain:
1. Detak jantung meningkat
Saat aktivitas seksual berlangsung, detak jantung dan pernapasan dapat meningkat. Tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mendukung aktivitas tersebut.
2. Otot ikut bekerja
Aktivitas seksual melibatkan sejumlah kelompok otot, termasuk otot inti, pinggul, paha, dan lengan. Besarnya kerja otot bergantung pada gerakan serta posisi yang dilakukan.
3. Intensitas dan durasi memengaruhi pembakaran energi
Semakin lama dan intens aktivitas fisik dilakukan, semakin besar pula energi yang berpotensi digunakan. Meski demikian, durasi yang lebih panjang tidak selalu berarti pembakaran kalori lebih tinggi jika intensitasnya rendah.
Apakah Seks Bisa Menggantikan Olahraga?

Source: pexels.com
Meskipun dapat membakar kalori, hubungan seks tidak bisa sepenuhnya menggantikan olahraga teratur. Olahraga seperti berjalan cepat, berlari, bersepeda, dan latihan kekuatan memiliki manfaat kebugaran yang lebih terukur. Aktivitas tersebut juga dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan latihan kardio dan penguatan otot secara konsisten.
Sementara itu, hubungan seksual lebih tepat dipandang sebagai aktivitas fisik tambahan yang dapat berkontribusi terhadap pengeluaran energi harian, bukan sebagai metode utama untuk menurunkan berat badan.
Perlu diingat pula bahwa penurunan berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan antara kalori yang masuk melalui makanan dan minuman dengan energi yang digunakan tubuh..
Jadi, selain menjadi bagian dari keintiman bersama pasangan, seks juga dapat memberikan kontribusi terhadap aktivitas fisik sehari-hari. Namun, jika tujuan utamanya adalah meningkatkan kebugaran atau menurunkan berat badan, olahraga teratur dan pola makan seimbang tetap menjadi pilihan yang lebih dapat diandalkan.