MATA LELAKI - Jauh sebelum Tinder, Bumble, atau aplikasi kencan lainnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, orang sudah mencoba mencari pasangan melalui internet. Salah satu orang yang berada di balik awal mula perubahan tersebut adalah Gary Kremen, pendiri Match.com.
Menariknya, alasan Kremen menciptakan layanan kencan online tidak sepenuhnya berangkat dari ambisi bisnis. Pada saat itu, ia sendiri masih lajang dan mengalami kesulitan mencari pasangan. Ia sering melihat iklan pribadi di surat kabar dan bahkan menggunakan layanan kencan melalui telepon. Dari situlah muncul sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana jika orang bisa mencari pasangan melalui internet?

Source: pexels.com
Dari Kesulitan Mencari Pasangan Menjadi Sebuah Ide
Pada awal 1990-an, internet masih jauh dari kehidupan sehari-hari seperti sekarang. Media untuk mencari pasangan masih didominasi oleh perkenalan melalui teman, iklan pribadi di surat kabar, atau layanan kencan melalui telepon. Kremen melihat peluang di tengah kondisi tersebut.
Pada 1993, ia mendirikan Electric Classifieds, sebuah perusahaan yang ingin membawa konsep iklan baris ke internet. Salah satu domain yang ia daftarkan adalah Match.com. Bersama rekan-rekannya, ia kemudian mengembangkan Match.com sebagai layanan untuk mempertemukan orang-orang yang sedang mencari pasangan.
Match.com mulai beroperasi pada April 1995. Pada masa itu, konsepnya masih sangat sederhana dibandingkan aplikasi kencan modern. Pengguna memasukkan informasi mengenai dirinya dan kriteria pasangan yang dicari. Sistem kemudian membantu mencocokkan mereka berdasarkan informasi tersebut.
Hari ini, konsep seperti itu mungkin terdengar biasa. Tetapi pada pertengahan 1990-an, mencari pasangan melalui internet masih dianggap aneh bagi banyak orang. Bahkan, salah satu tantangan terbesar Match.com saat itu adalah membuat orang percaya bahwa internet bisa menjadi tempat yang aman dan masuk akal untuk mencari cinta.
Match.com Mulai Menemukan Pasarnya
Perlahan, Match.com berkembang. Pada akhir 1996, lebih dari 100.000 orang telah mendaftarkan diri ke situs tersebut. Pada 1997, Match.com kemudian diakuisisi oleh CUC International. Perusahaan tersebut nantinya berkembang melalui beberapa perubahan kepemilikan, sementara Match.com terus tumbuh menjadi salah satu nama besar dalam industri kencan online.
Namun, sayangnya Kremen sendiri tidak lama berada di perusahaan yang ia dirikan. Setelah terjadi perbedaan dengan para investor, ia meninggalkan Match.com pada Maret 1996. Tidak lama kemudian, perusahaan tersebut terus berkembang tanpa dirinya.
Ada ironi lain dalam perjalanan bisnisnya. Ketika Match.com akhirnya dijual, Kremen tidak memperoleh keuntungan sebesar yang mungkin dibayangkan dari sebuah perusahaan yang kelak menjadi sangat besar. WIRED melaporkan bahwa ia hanya memperoleh sekitar US$50.000 serta akun Match.com seumur hidup dengan nama pengguna “The Founder.”

Source: pexels.com
Ketika Match.com Justru Mengambil Pasangannya
Tetapi ironinya belum selesai sampai situ. Salah satu cerita paling terkenal tentang Gary Kremen terjadi pada masa awal Match.com. Untuk membuat situsnya terlihat hidup dan memiliki pengguna, orang-orang di perusahaan tersebut diminta membuat profil. Kremen dan pacarnya juga membuat profil di Match.com.
Namun, sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan kemudian terjadi. Pacarnya bertemu pria lain melalui Match.com dan akhirnya meninggalkan Kremen untuk pria tersebut.
Bayangkan ironinya. Kremen menciptakan sebuah layanan karena ia percaya teknologi dapat membantu seseorang menemukan pasangan. Ia ingin mempertemukan orang-orang yang mungkin tidak pernah bertemu dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi ketika teknologi itu benar-benar bekerja, hasilnya justru berbalik kepadanya. Ia kehilangan pasangannya karena layanan kencan yang ia ciptakan sendiri. Kremen kemudian mengatakan bahwa kejadian tersebut memang menyakitkan, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa Match.com benar-benar bekerja.
“Saya membantu banyak orang, tapi tidak membantu saya,” ucapnya.
Ironi kehidupan Kremen bahkan sudah terlihat ketika Match.com mulai sukses. Pada 1998, SFGATE memberitakan bahwa Match.com telah menghasilkan ratusan hubungan dan pernikahan, sementara Kremen sendiri masih mencari pasangan. Ia mengatakan bahwa dirinya telah membantu banyak orang menemukan cinta, tetapi layanan tersebut belum berhasil membantunya menemukan pasangan.
Situasinya terdengar seperti sebuah lelucon: "orang yang membuat website untuk mencari jodoh justru kesulitan mencari jodoh untuk dirinya sendiri." Tetapi bagi Kremen, perjalanan tersebut tidak berhenti di sana.
Source: pexels.com
Pernikahan yang Kemudian Berakhir
Dalam kehidupan selanjutnya, Kremen akhirnya menikah pada 2008 dan memiliki dua anak laki-laki. Namun, pernikahan tersebut kemudian berakhir dengan perceraian. Detail mengenai alasan perceraian tersebut tidak banyak dijelaskan dalam sumber publik yang kredibel. Karena itu, tidak tepat jika penyebab perceraian tersebut ditebak-tebak atau dikaitkan dengan Match.com.
Yang dapat dikatakan dengan jelas adalah bahwa perjalanan hubungan Kremen memang penuh ironi: ia pernah kehilangan pacar karena Match.com, kemudian dalam kehidupan berikutnya membangun keluarga, dan pernikahannya pun kandas di tengah jalan.
Dari Masalah Pribadi Menjadi Perubahan Besar
Terlepas dari kisah kehidupan pribadinya, pengaruh Kremen terhadap dunia kencan online tetap besar. Ia melihat sebuah masalah yang sangat personal, kesulitan menemukan pasangan dan mencoba menyelesaikannya dengan teknologi. Dari ide tersebut lahirlah Match.com.
Pada saat itu, mungkin tidak ada yang membayangkan bahwa orang akan terbiasa mencari pasangan melalui layar komputer. Namun Match.com membantu menjadikan gagasan tersebut semakin diterima. Apa yang dahulu dianggap aneh perlahan menjadi bagian dari kehidupan modern. Dan di situlah letak ironi terbesar dalam kisah Gary Kremen.
Pada akhirnya, kisah Gary Kremen bukan hanya tentang seorang pengusaha dan sebuah website. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah masalah pribadi bisa melahirkan sebuah inovasi besar, tetapi inovasi tersebut tidak selalu mampu menyelesaikan masalah penciptanya sendiri.
Ia membantu orang lain menemukan pasangan. Namun ia sendiri harus belajar bahwa menemukan cinta dan mempertahankannya adalah dua hal yang sangat berbeda.