MATA LELAKI - Menghadapi seseorang yang sedang marah atau tersulut emosi memang tidak selalu mudah. Percakapan yang awalnya biasa saja bisa berubah menjadi tegang ketika seseorang mulai merasa diserang, tidak dimengerti, atau diperlakukan tidak adil.
Dalam kondisi seperti ini, membalas dengan emosi justru bisa membuat masalah semakin besar. Respons yang lebih tenang dapat membantu menciptakan jeda sekaligus membuat lawan bicara merasa bahwa perasaannya tidak diabaikan.
Psikolog klinis berlisensi Dr. Cindy Lin, PsyD, menjelaskan bahwa sikap konfrontatif dapat muncul ketika seseorang merasa terancam. Saat tubuh berada dalam kondisi stres tinggi, kemampuan untuk menerima dan memproses informasi secara rasional juga dapat ikut menurun. Lantas, bagaimana cara meresponsnya? Berikut ini beberapa cara elegan yang bisa kalian lakukan.
1. Dengarkan

Source: idntimes.com
Salah satu respons yang dapat digunakan adalah mendengarkan ceritanya. Hal ini memberikan kesempatan kepada orang yang sedang emosi untuk menyampaikan apa yang dirasakan tanpa langsung dipotong atau dibantah. Menurut Cindy Lin, menunjukkan bahwa seseorang didengarkan dapat membantu meredakan sikap defensif.
Ketika seseorang merasa didengar, ia bisa memiliki ruang untuk mengeluarkan hal-hal yang membuatnya marah atau tertekan. Setelah emosinya mulai turun, pembicaraan pun lebih memungkinkan untuk diarahkan kembali secara tenang.
2. Validasi Perasaan
Source: idntimes.com
Untuk menghadapi anak atau remaja yang sedang kesal, misalnya, kalian bisa tawarkan bantuan kepada mereka. Respon seperti ini tidak berarti menyetujui semua tindakan yang dilakukan orang tersebut. Tujuannya adalah mengakui bahwa emosi yang sedang dirasakan memang ada. Dengan menunjukkan kepedulian sejak awal, percakapan dapat terasa lebih aman. Setelah itu, barulah masalah yang menjadi penyebab kemarahan bisa dibicarakan dan dicari jalan keluarnya.
3. Tenangkan Diri

Source: idntimes.com
Jika orang yang sedang emosi adalah seseorang yang dekat, seperti teman, pasangan, atau keluarga, kalian bisa mengajaknya untuk menenangkan diri sejenak. Ajakan ini tidak hanya meminta orang lain untuk tenang, tetapi juga menunjukkan bahwa kalian bersedia melewati situasi tersebut bersama.
Berhenti sebentar dan mengatur napas dapat memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk menurunkan ketegangan. Setelah suasana lebih terkendali, pembicaraan dapat dilanjutkan tanpa harus saling meninggikan suara.
4. Berikan Jeda
Source: idntimes.com
Jika menghadapi seseorang yang tidak terlalu dekat, respon lebih netral yang bisa digunakan adalah mencoba untuk berhenti sejenak. Memberikan jeda dapat membantu menghentikan percakapan yang mulai memanas. Cara ini juga memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk menenangkan diri sebelum menentukan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Tidak semua masalah harus diselesaikan saat emosi sedang berada di puncaknya. Terkadang, mengambil waktu sejenak justru membuat pembicaraan berikutnya menjadi lebih jelas dan terarah.
Itulah beberapa cara elegan yang bisa dilakukan ketika menghadapi seseorang yang sedang emosi. Kuncinya bukan langsung memenangkan perdebatan, melainkan menciptakan ruang agar emosi mereda dan komunikasi bisa kembali berjalan dengan lebih baik.