MATA LELAKI - Bagi sebagian pasangan, pertengkaran justru bisa diikuti oleh momen intim yang terasa jauh lebih intens. Setelah saling diam, emosi memuncak, lalu berdamai, kedekatan yang muncul terasa berbeda dibandingkan biasanya.
Pertanyaannya adalah, kenapa bisa begitu? Fenomena ini bukan berarti bertengkar adalah cara yang baik untuk meningkatkan kehidupan seksual. Namun, ada beberapa alasan psikologis dan biologis yang dapat menjelaskan mengapa keintiman setelah konflik terkadang terasa lebih kuat.
1. Emosi yang tinggi bisa terbawa ke dalam hubungan
Source: pexels.com
Ketika konflik kemudian mereda, energi emosional tersebut tidak selalu langsung menghilang. Pada sebagian orang, intensitas emosi itu dapat membuat mereka merasa lebih bergairah dan lebih membutuhkan kedekatan dengan pasangan. Itulah mengapa perasaan setelah pertengkaran bisa terasa seperti "naik-turun" yang sangat intens.
2. Rasa lega setelah berdamai
Source: pexels.com
3. Takut kehilangan bisa membuat pasangan lebih menghargai satu sama lain
Source: pexels.com
4. "Make-up sex" bisa menjadi bentuk rekonsiliasi
Source: pexels.com
Ada istilah populer yang sering digunakan untuk menggambarkan keintiman setelah pertengkaran, make-up sex. Bagi sebagian pasangan, keintiman tersebut menjadi semacam simbol bahwa konflik sudah berakhir. Bukan hanya soal ketertarikan fisik, tetapi juga tentang mendapatkan kembali rasa dekat setelah sebelumnya merasa terpisah secara emosional. Karena itu, pengalaman tersebut bisa terasa lebih intens dibandingkan rutinitas biasa.
5. Kontras membuat pengalaman terasa lebih kuat
Source: pexels.com
6. Seks bukan berarti menyelesaikan masalah
Source: pexels.com
Hubungan yang sehat tetap membutuhkan komunikasi, apa yang membuat marah, apa yang membuat terluka, dan apa yang perlu diperbaiki setelah emosi mereda
Jadi, kenapa terasa lebih nikmat?
Bukan semata-mata karena pertengkarannya. Perasaan yang muncul setelah konflik, lega, rindu, merasa kembali aman, merasa dihargai, dan kembali terhubung, dapat membuat kedekatan dengan pasangan terasa jauh lebih intens. Mungkin itu sebabnya bagi sebagian pasangan, momen setelah bertengkar justru menjadi pengingat bahwa di balik perbedaan dan konflik, masih ada rasa sayang yang membuat mereka ingin kembali dekat.Pada akhirnya, yang membuatnya terasa berbeda bukan pertengkarannya, melainkan rasa "kembali menemukan" satu sama lain setelah sempat merasa jauh.