Tuesday Apr 23, 2024 14:34
Featured

Piringan Hitam, Riwayatmu Kini

Piringan Hitam, Riwayatmu Kini

MATA LELAKI - Piringan hitam adalah sebuah piringan pipih yang berguna untuk menyimpan lagu dan bisa diputarkan menggunakan alat bernama gramofon. Piringan ini ditemukan pada tahun 1926 oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Amerika Serikat bernama Alexander Graham Bell. Ya, orang yang sama dengan penemu telepon. Alexander Graham Bell sendiri lahir di wilayah Skotlandia di Inggris Raya pada tahun 1847. Piringan hitam banyak digunakan pada tahun 1900-an, sebelum ditemukannya kaset, CD (Compact Disc), dan MP3 yang banyak digunakan saat ini.

Piringan Hitam, Riwayatmu KiniSource : thoughtco.com

Pada awal ditemukan, piringan hitam dibuat dari bahan kaca, karet, plastik, dan yang paling sering ditemukan adalah piringan dari bahan shellac. Namun karena cepat rusak, plastik vinyl menjadi pengganti bahan dasar piringan hitam yang membuatnya lebih awet. Walaupun bentuknya tipis, piringan hitam memiliki beberapa ukuran, yaitu 78 rpm, 45 rpm, dan 33 1/3 rpm. Beratnya yang mencapai 90 sampai 200 gram, membuat pengguna sedikit repot jika ingin membawa benda yang satu ini saat bepergian.

Piringan Hitam, Riwayatmu KiniSource: pexels.com

Piringan hitam memiliki kelebihan dari hasil rekaman yang bagus dan tidak mudah rusak. Karena hal itu, biaya untuk merekam lagu menggunakan piringan hitam juga menjadi lebih mahal, dan para musisi biasanya hanya merekam dua lagu dalam satu piringan. Pada tahun 1963, kehadiran kaset tape mulai dikenal di kalangan masyarakat, namun tetap tidak bisa mengalahkan popularitas piringan hitam. Kepopuleran piringan hitam mulai tergeser pada tahun 1980 sejak hadirnya CD. Bagaimana tidak, dengan ukuran yang lebih kecil, CD mampu merekam suara dengan hasil yang lebih jernih.

Piringan Hitam, Riwayatmu KiniSource: pexels.com

Di Indonesia sendiri, piringan hitam sudah digunakan sejak tahun 1957. Namun karena harganya yang mahal dan belum termasuk dengan alat pemutarnya, piringan hitam jadi kurang diminati dan kurang terkenal di Indonesia. Namun, kini keberadaan piringan hitam justru diburu oleh para kolektor benda-benda antik. Bagaimana dengan kalian? Apakah tertarik juga ingin mengoleksi piringan hitam?

You may also like

Leave a comment