MATA LELAKI - Banyak pria menganggap bahwa terlalu sering onani atau masturbasi bisa menyebabkan ejakulasi dini. Anggapan ini cukup umum, tetapi sebenarnya hubungannya tidak sesederhana itu.
Secara medis, ejakulasi dini tidak otomatis terjadi hanya karena seseorang sering masturbasi. Ejakulasi dini lebih berkaitan dengan kemampuan mengendalikan ejakulasi, faktor psikologis, kebiasaan seksual, sensitivitas, hingga kondisi tertentu yang memengaruhi fungsi seksual.
Namun, pola masturbasi tertentu memang bisa membuat seseorang terbiasa mencapai orgasme dengan sangat cepat. Misalnya, jika seseorang selalu masturbasi dengan terburu-buru karena takut ketahuan atau ingin segera selesai, tubuh dapat terbiasa dengan pola rangsangan yang cepat. Kebiasaan tersebut kemudian mungkin terbawa ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan.
Source: pexels.com
Kenapa masturbasi cepat bisa berpengaruh?
Tubuh mempelajari pola rangsangan yang dilakukan berulang kali. Jika seseorang terbiasa mengejar orgasme secepat mungkin, ia mungkin menjadi kurang terbiasa mengenali sensasi ketika sudah mendekati ejakulasi. Padahal, kemampuan mengenali "titik hampir ejakulasi" penting untuk mengontrol orgasme.
Karena itu, masalahnya bukan semata-mata berapa kali seseorang masturbasi, tetapi lebih kepada bagaimana kebiasaan tersebut dilakukan.
Source: chatgpt.com
Apakah harus berhenti masturbasi?
Jawabannya adalah tidak selalu. Mengurangi frekuensi masturbasi mungkin membantu jika kebiasaan tersebut sudah terlalu sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, berhenti total bukan merupakan pengobatan wajib untuk ejakulasi dini. Yang lebih penting adalah memahami respons tubuh dan menghindari kebiasaan selalu terburu-buru ketika masturbasi.
Selain itu, faktor seperti stres, kecemasan saat berhubungan seksual, masalah hubungan dengan pasangan, kurang tidur, dan tekanan untuk "tampil maksimal" juga dapat memengaruhi kemampuan mengontrol ejakulasi.
Source: pexels.com
Bagaimana cara mengatasinya?
Jika kalian merasa ejakulasi terlalu cepat, beberapa pendekatan yang dapat dicoba adalah melatih kontrol terhadap respons seksual, mengurangi kebiasaan terburu-buru, mengelola kecemasan, serta membicarakan masalah tersebut dengan pasangan.
Jika masalah berlangsung terus-menerus dan mengganggu kehidupan seksual, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan yang menangani masalah seksual dapat membantu mencari penyebab yang lebih spesifik.
Pada akhirnya, sering masturbasi tidak berarti seseorang pasti mengalami ejakulasi dini. Yang lebih penting adalah pola kebiasaannya, kondisi psikologis, serta faktor fisik yang mungkin ikut berperan. Jadi, daripada hanya bertanya "apakah saya terlalu sering onani?", pertanyaan yang lebih tepat adalah: "apakah kebiasaan saya membuat tubuh terbiasa mencapai ejakulasi terlalu cepat?"