Wednesday Aug 19, 2026 16:32
Featured

Kenapa Seseorang Bisa Didiagnosis ADHD?

Kenapa Seseorang Bisa Didiagnosis ADHD?

MATA LELAKI - Pernah merasa sudah mulai mengerjakan sesuatu, tapi beberapa menit kemudian perhatian malah pindah ke hal lain? Atau sering lupa menaruh barang, sulit menyelesaikan pekerjaan, bahkan harus membaca sesuatu berulang kali agar benar-benar paham?

Kalau hal-hal tersebut sering terjadi, bisa saja itu berkaitan dengan ADD (Attention Deficit Disorder). Istilah ADD sebenarnya sudah jarang digunakan dalam diagnosis medis modern dan umumnya masuk ke dalam ADHD dengan tipe dominan kurang perhatian.

Kondisi ini bukan sekadar soal "kurang fokus" atau malas. Ada cara kerja otak yang membuat seseorang lebih sulit mengatur perhatian, mengelola waktu, dan menyelesaikan sesuatu secara konsisten.

Kenapa Seseorang Bisa Didiagnosis ADHD?Source: pexels.com

Kenapa Seseorang Bisa Mengalami ADHD?

Sampai sekarang, tidak ada satu penyebab pasti yang membuat seseorang mengalami ADHD. Kondisi ini biasanya muncul karena gabungan beberapa faktor.

Faktor Genetik

Faktor keturunan punya peran cukup besar. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki ADHD, kemungkinan seseorang mengalami kondisi serupa bisa menjadi lebih tinggi. Tapi bukan berarti kalau ada anggota keluarga yang mengalami ADHD, anak atau anggota keluarga lainnya pasti mengalaminya juga.

Cara Kerja Otak

ADHD juga berkaitan dengan cara kerja dan perkembangan bagian otak yang mengatur perhatian, pengendalian diri, motivasi, dan kemampuan mengatur berbagai aktivitas. Beberapa zat kimia di otak, seperti dopamin dan norepinefrin, juga ikut berperan dalam proses tersebut.

Itulah sebabnya orang dengan ADHD bukan berarti tidak mau fokus. Mereka bisa saja sangat fokus pada sesuatu yang menarik bagi mereka, tetapi justru kesulitan mempertahankan perhatian pada aktivitas yang terasa membosankan.

Faktor Saat Kehamilan dan Kelahiran

Beberapa kondisi selama kehamilan atau proses kelahiran, seperti kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah, diketahui dapat meningkatkan risiko ADHD. Namun, faktor tersebut bukan berarti menjadi penyebab langsung pada setiap orang yang mengalami ADHD.

Faktor Lingkungan

Beberapa faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko, misalnya paparan timbal atau kondisi tertentu selama masa perkembangan. Sementara itu, anggapan bahwa anak menjadi ADHD hanya karena terlalu sering bermain gadget atau karena pola asuh orang tua yang buruk tidaklah tepat. ADHD merupakan kondisi yang cukup kompleks dan tidak disebabkan oleh satu hal saja.

Kenapa Seseorang Bisa Didiagnosis ADHD?Source: pexels.com

Ciri-ciri ADHD

Orang dengan ADHD yang dominan kurang perhatian biasanya mengalami masalah dalam mempertahankan fokus dan mengatur aktivitas sehari-hari. Contohnya seperti:

  • Mudah terdistraksi saat mengerjakan sesuatu.
  • Sering lupa dengan tugas atau janji.
  • Sering kehilangan barang.
  • Susah mengatur waktu.
  • Sering menunda pekerjaan.
  • Sudah mulai mengerjakan sesuatu, tetapi sulit menyelesaikannya.
  • Sulit mengikuti instruksi yang panjang.
  • Terlihat seperti tidak mendengarkan ketika diajak bicara.

Tapi perlu diingat, sering lupa atau susah fokus bukan berarti otomatis mengalami ADHD. Kurang tidur, stres, kecemasan, depresi, atau masalah lainnya juga bisa membuat seseorang mengalami hal yang sama.

Kenapa Seseorang Bisa Didiagnosis ADHD?Source: pexels.com

Lalu, Apakah ADHD Bisa Diatasi?

Kabar baiknya, gejala ADHD bisa dikelola. Tujuannya bukan mengubah kepribadian seseorang, tetapi membantu agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah. Berikut ini beberapa cara yang bisa kalian lakukan.

1. Mulai dengan Evaluasi

Kalau masalah fokus dan lupa sudah berlangsung lama serta mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, atau hubungan dengan orang lain, sebaiknya lakukan evaluasi dengan psikolog klinis, psikiater, atau dokter yang memahami ADHD. Dengan begitu, bisa diketahui apakah gejalanya memang berkaitan dengan ADHD atau ada penyebab lainnya.

2. Buat Aktivitas Jadi Lebih Sederhana

Jangan langsung menghadapi pekerjaan besar sekaligus. Misalnya kalian punya tugas yang harus selesai hari ini, daripada berpikir, "aku harus menyelesaikan semuanya," coba pecah menjadi beberapa langkah kecil. Satu tugas selesai, lanjut ke tugas berikutnya. Cara sederhana seperti ini bisa membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

3. Gunakan Pengingat

Tidak ada salahnya kalian mengandalkan teknologi. Gunakan alarm, kalender, reminder, atau catatan kecil untuk mengingat jadwal dan pekerjaan penting. Justru, membuat sistem pengingat bisa membantu mengurangi beban untuk mengingat semuanya sendiri.

4. Kurangi Distraksi

Kalau sedang bekerja, coba jauhkan hal-hal yang gampang mengalihkan perhatian. Misalnya mematikan notifikasi media sosial di smartphone kalian, menggunakan ruangan yang lebih tenang, atau mengerjakan satu tugas dalam satu waktu.

5. Jaga Pola Hidup

Tidur cukup, rutin berolahraga, dan memiliki jadwal harian yang lebih teratur juga dapat membantu mengelola gejala. Terdengar sederhana, tetapi rutinitas yang konsisten bisa sangat membantu seseorang yang mengalami kesulitan mengatur perhatian.

6. Terapi atau Obat Jika Dibutuhkan

Pada beberapa orang, terapi dapat membantu membangun kebiasaan dan strategi untuk mengelola masalah fokus, waktu, serta emosi. Dokter juga dapat mempertimbangkan penggunaan obat ADHD jika memang diperlukan. Penggunaannya harus berdasarkan pemeriksaan dan resep dokter, bukan berdasarkan rekomendasi orang lain.

Seseorang dengan ADHD bukan berarti malas, tidak pintar, atau tidak punya motivasi. Mereka mungkin hanya memiliki cara kerja otak yang membuat mereka membutuhkan strategi berbeda untuk mengatur perhatian dan aktivitas sehari-hari.

Jadi, kalau kalian atau orang terdekat sering mengalami masalah fokus, mudah lupa, atau sulit menyelesaikan pekerjaan, jangan buru-buru memberikan label "malas" ke mereka. Bisa jadi ada hal lain yang perlu dipahami. Dan kalau kondisi tersebut sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional adalah langkah yang jauh lebih baik daripada terus menyalahkan diri sendiri.

You may also like

Leave a comment