MATA LELAKI - Bayangkan empat orang duduk mengelilingi sebuah meja, dengan puluhan ubin bergambar bambu, lingkaran, angka, hingga naga tersusun rapi di hadapan mereka. Suara ubin yang saling beradu terdengar berulang kali, menciptakan suasana khas yang penuh konsentrasi dan strategi. Inilah mahjong, permainan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama lebih dari satu abad dan terus bertahan sebagai hiburan lintas generasi.
Mahjong adalah permainan ubin yang identik dengan budaya Tiongkok. Permainan ini menggabungkan strategi, keberuntungan, kemampuan membaca situasi, dan interaksi antarpemain. Namun, tahukah kalian bahwa mahjong yang dikenal sekarang kemungkinan baru berkembang sekitar abad ke-19, bukan ribuan tahun lalu seperti yang sering diceritakan?
Awal mula mahjong di Tiongkok

Source: pexels.com
Mahjong diperkirakan berkembang di Tiongkok pada pertengahan hingga akhir abad ke-19, ketika Dinasti Qing masih berkuasa. Meski tempat asal pastinya masih diperdebatkan, wilayah pesisir seperti Ningbo dan Shanghai sering dikaitkan dengan perkembangan awal permainan ini.
Para sejarawan menduga mahjong berevolusi dari permainan kartu tradisional Tiongkok yang sudah lebih dahulu menggunakan simbol angka dan lambang yang berkaitan dengan uang. Seiring waktu, kartu tersebut kemungkinan digantikan oleh kepingan keras yang lebih tahan lama, hingga terbentuk permainan ubin yang menyerupai mahjong modern.
Salah satu tokoh yang kerap dikaitkan dengan perkembangannya adalah Chen Yumen, seorang tokoh dari Ningbo yang hidup pada 1817–1878. Namun, belum ada bukti kuat bahwa ia merupakan satu-satunya pencipta mahjong.
Mahjong mulai menyebar ke seluruh dunia

Source: hpcbristol.sjtu.edu.cn
Pada awal abad ke-20, mahjong mulai menyebar ke luar Tiongkok. Popularitasnya meningkat pesat pada 1920-an, terutama setelah diperkenalkan ke Amerika Serikat oleh Joseph Park Babcock.
Babcock membantu mempopulerkan permainan ini dengan memperkenalkan aturan yang disesuaikan untuk pemain Barat. Mahjong kemudian menjadi tren sosial, dimainkan di rumah, klub, dan berbagai perkumpulan. Dari sana, mahjong berkembang menjadi permainan internasional dengan beragam aturan yang disesuaikan dengan budaya setempat.
Berkembang menjadi berbagai versi

Source: pexels.com
Ketika menyebar ke berbagai negara, mahjong tidak lagi memiliki satu aturan yang berlaku untuk semua pemain. Beberapa versi yang terkenal adalah:
Mahjong Tiongkok, memiliki beragam variasi regional dan menjadi dasar banyak versi modern.
- Riichi Mahjong Jepang, menonjolkan strategi, perhitungan risiko, serta aturan deklarasi riichi.
- American Mahjong, menggunakan kartu referensi kombinasi tahunan dan biasanya menyertakan ubin joker.
- Hong Kong Mahjong, memiliki sistem permainan dan penilaian yang populer di kalangan komunitas pemain Hong Kong.
Walaupun berbeda aturan, prinsip dasarnya tetap serupa. Pemain berusaha membentuk kombinasi ubin yang sah untuk memenangkan permainan. Di sinilah muncul perbedaan yang sering tidak disadari.
- Mahjong tradisional umumnya dimainkan oleh empat orang yang saling bersaing membentuk kombinasi ubin.
- Mahjong Solitaire merupakan permainan teka-teki yang meminta pemain mencocokkan dan menghilangkan pasangan ubin dari susunan tertentu.
Keduanya menggunakan ubin dengan desain yang sama, tetapi mekanisme permainannya sangat berbeda.
Sejarah mahjong adalah kisah tentang permainan yang tumbuh dari tradisi Tiongkok, menyebar lintas benua, dan terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Walaupun asal-usul persisnya belum sepenuhnya terungkap, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa bentuk mahjong modern berkembang pada abad ke-19. Kini, mahjong bukan hanya permainan strategi, tetapi juga bagian dari budaya populer yang menghubungkan orang-orang dari berbagai generasi dan negara.