MATA LELAKI - Apakah kalian sering merasa gelisah saat harus berpisah dengan pasangan atau merasa tidak cukup dicintai? Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kalian memiliki anxious attachment. Karena itu, penting untuk mengenali pengertian, tanda-tanda, serta cara mengatasinya.
Anxious attachment merupakan salah satu gaya kelekatan (attachment style) ketika seseorang cenderung merasa tidak aman dalam hubungan karena takut ditinggalkan, diabaikan, atau tidak dicintai. Kondisi ini membuat seseorang sering merasa khawatir tidak cukup baik bagi pasangannya dan terus membutuhkan validasi bahwa dirinya berharga dalam hubungan tersebut.
Kenapa Anxious Attachment Bisa Terjadi?
Source: jawapos.com
Mengutip dari WebMD, anxious attachment biasanya tercipta sejak masa kecil akibat pola pengasuhan yang tidak konsisten, seperti orang tua atau pengasuh yang terkadang memberikan perhatian dan kasih sayang, tetapi di waktu lain juga mengabaikan kebutuhan emosional anak. Keadaan ini dapat membuat seseorang tumbuh dengan rasa takut ditinggalkan, merasa tidak aman dalam hubungan, dan terus membutuhkan validasi dari orang lain.
Selain pola asuh yang tidak konsisten, anxious attachment juga bisa dipengaruhi oleh trauma masa kecil, emosi yang sering diabaikan, perpisahan dengan orang tua sejak dini, dan pengasuh yang kurang memiliki pengalaman bekerja dalam memahami kebutuhan emosional anak.
Tanda-tanda Anxious Attachment
Source: medium.com
Seseorang dengan anxious attachment biasanya terlalu fokus pada kebutuhan pasangan hingga sering mengabaikan dirinya sendiri, memiliki rasa takut berlebihan saat ditolak atau ditinggalkan, sering mempertanyakan apakah dirinya cukup berharga untuk dicintai, dan terus membutuhkan validasi atau kepastian dari pasangan. Selain itu, kondisi ini juga membuat seseorang lebih mudah merasa cemas, cemburu berlebihan, sulit menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan, serta kesulitan memahami dan mengontrol emosinya sendiri.
Mengatasi Anxious Attachment
Source: idntimes.com
Anxious attachment bisa diatasi selama seseorang memahami penyebab dan pemicu yang membuat dirinya merasa tidak aman dalam hubungan. Berikut beberapa cara yang bisa kalian lakukan.
1. Kenali sumber kecemasannya
Langkah pertama, cobalah membuat catatan mengenai situasi ketika kalian merasa diabaikan atau butuh kepastian. Setelah itu tanyakan pada diri sendiri, apakah perasaan tersebut mengingatkan akan sesuatu di masa lalu. Kalian juga bisa meminta pertolongan ke pasangan untuk mengenali kondisi seperti apa yang membuat kecemasan itu muncul.
2. Jelaskan apa yang membuat tidak nyaman
Hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi yang baik antara kedua pasangan. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki anxious attachment perlu belajar menyampaikan rasa takut, cemas, atau rasa tidak amannya secara terbuka. Contohnya, khawatir saat pasangan sulit dihubungi atau sudah pergi, cobalah berbicara jujur tanpa menyudutkan pasangan kalian. Gunakan kalimat yang berfokus pada perasaan diri sendiri agar komunikasi terasa lebih tenang dan tidak memicu pertengkaran.
3. Bangun kepercayaan diri dan priotaskan diri sendiri
Jangan menjadikan pasangan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan kalian. Cobalah untuk melakukan aktivitas lain yang membuat bahagia, seperti melakukan hobi, menonton konser, atau olahraga pada waktu luang. Kegiatan inilah yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi anxious attachment.
4. Tetapkan batasan
Batasan yang sehat dalam sebuah hubungan dapat melindungi jika suatu hari menghadapi permasalahan dengan pasangan. Cobalah mengetahui kapan kalian harus memberi ruang pada pasangan dan menjaga jarak emosional.
Itulah penjelasan singkat mengenai anxious attachment beserta cara untuk mengatasinya. Bila kebetulan kalian mengalami tanda-tanda di atas, ada baiknya didiskusikan dengan pasangan, agar tidak berlarut-larut.