MATA LELAKI - Menahan ejakulasi sering dilakukan oleh sebagian pria dengan tujuan memperpanjang durasi hubungan intim dan meningkatkan kepuasan pasangan. Cara ini biasanya dilakukan dengan mengontrol rangsangan dan menunda orgasme saat berhubungan. Walau pun terdengar sederhana dan umum dilakukan, banyak yang bertanya-tanya, apakah menahan ejakulasi aman bagi tubuh, atau justru menimbulkan risiko kesehatan?
Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Menahan Ejakulasi?
Source: new.yesdok.com
Ketika pria mengalami rangsangan seksual, tubuh akan bersiap menuju orgasme dengan meningkatkan aliran darah ke area genital, menegangkan otot, serta mengaktifkan sistem saraf. Ketika ejakulasi ditahan, tubuh tetap berada dalam kondisi tegang dan terstimulasi lebih lama dari biasanya.
Apabila dilakukan sesekali, tubuh umumnya dapat menyesuaikan diri.
Namun, apabila terlalu sering atau dilakukan dengan cara yang tidak tepat, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri pada area pinggul, testis terasa penuh, atau muncul sensasi pegal yang dikenal sebagai blue balls.
Risiko Menahan Ejakulasi Terlalu Sering
Menahan ejakulasi dalam waktu panjang dan dilakukan secara berulang dapat menimbulkan beberapa risiko, antara lain:
1. Nyeri Pada Kemaluan
Source: freepik.com
Ketika kalian menahan ejakulasi, aliran darah dan tekanan di area reproduksi tetap tinggi karena tubuh sudah siap mencapai orgasme. Sperma dan cairan ejakulasi yang seharusnya dikeluarkan justru tertahan di saluran reproduksi, sehingga menimbulkan tekanan. Akibatnya, beberapa pria merasakan nyeri tumpul, rasa berat, atau tidak nyaman di testis, perut bagian bawah, hingga panggul. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda setelah rangsangan menurun atau ejakulasi terjadi.
2. Gangguan Ejakulasi
Source: freepik.com
Kebiasaan menahan ejakulasi dapat mengacaukan pola orgasme alami tubuh. Lama-kelamaan, otak dan tubuh bisa kehilangan sinkronisasi saat berhubungan, sehingga ejakulasi menjadi tidak terkontrol, terlalu tertunda, atau bahkan sulit terjadi meskipun rangsangan sudah cukup.
3. Stres Mental
Source: halodoc.com
Pada saat kalian berhubungan intim, seharusnya pikiran bisa lebih rileks dan menikmati momen bersama pasangan. Namun jika kalian terlalu fokus menahan ejakulasi, perhatian justru terbagi ke banyak hal. Pikiran jadi sibuk menghitung waktu, mengontrol diri, atau takut gagal bertahan lama. Tanpa disadari, hal ini bisa memicu rasa cemas dan tegang, sehingga momen intim yang seharusnya menyenangkan malah terasa seperti tekanan dan mengurangi kenikmatan.
4. Penurunan Kepuasan Seksual
Source: idntimes.com
Menahan ejakulasi sering dianggap bisa membuat hubungan intim jadi lebih memuaskan. Tetapi jika dilakukan terlalu sering, efeknya bisa berbanding terbalik. Sensasi yang dirasakan jadi kurang lepas karena tubuh dan pikiran terus menahan diri. Hubungan pun terasa kurang alami, tidak mengalir, dan kenikmatan yang seharusnya muncul justru berkurang, baik bagi diri sendiri maupun pasangan kalian.
Perbedaan utamanya terletak pada kontrol dan dampaknya. Menahan ejakulasi dilakukan secara sukarela dan sementara, sedangkan ejakulasi tertunda bisa berlangsung terus-menerus dan memerlukan penanganan.
Cara Aman Mengontrol Ejakulasi
Jika tujuan kalian adalah memperpanjang durasi hubungan intim, ada beberapa cara yang lebih aman dan sehat dibandingkan dengan menahan ejakulasi terus menerus, seperti:
- Mengatur napas dan tempo saat berhubugan.
- Menggunakan teknik stop and start secara wajar.
- Melatih otot dasar panggul dengan melakukan senam kagel.
- Berkomunikasi terbuka dengan pasangan.
- Fokus pada kualitas bukan hanya durasi.
Kesimpulan
Menahan ejakulasi sesekali biasanya tidak berbahaya. Namun jika dilakukan terlalu sering atau berlebihan, hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan memengaruhi kesehatan seksual. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan dan peka terhadap sinyal tubuh. Jika keluhan muncul berulang, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
Jadi, setelah mengetahui risiko dan juga bahaya dari menahan ejakulasi, apakah kalian masih akan sering melakukannya?