Two Islands Rosé Wine, Diracik di Bali dari Buah Anggur Terbaik Dunia

Two Islands Rosé Wine, Diracik di Bali dari Buah Anggur Terbaik Dunia Sumber: Instagram @santorinigreekrestaurantbali

MATA LELAKI - Para pecinta wine di manapun akan berbahagia dan menyukai sensasi saat menikmati segelas wine rosé dingin ini. Sebagai wine yang cukup laris di dalam sejarah dunia wine, wine berwarna merah lembut ini telah menjadi persembahan dan pilihan utama dan sangat digemari. Di Prancis negara asalnya wine rosé paling populer di dunia Chateau d’Esclans’ Whispering angel' diperkirakan akan merilis 3,2 juta botol anggur setiap tahun.

Setelah bertahun-tahun ujicoba dan usaha keras, akhirnya wine rosé khas Prancis ini sekarang telah diproduksi di pulau Bali. Salah satu pembuat anggur di Bali telah tanpa lelah meraciknya selama hampir 18 bulan untuk membuat wine rosé  yang segar dan lezat terutama ditujukan untuk pasar lokal.

wine rosé

 

Pembuat anggur Two Islands, James Kelleske, memiliki hasrat yang kuat untuk terus mengembangkan dan memproduksi wine berwarna merah muda ini. Hasratnya akan wine rosé telah ada setidaknya selama 10 tahun. Walau saat itu  masih tidak populer untuk dinikmati saat itu, terutama di kalangan pria, tetapi orang Prancis telah meminumnya selama bertahun-tahun. 

Dia berkomentar bahwa Rosé unik yang diproduksi sangat terbatas di dalam sedikit barel dari tanaman anggur rambat berusia 80 tahun di atas sebuah bukit di Provence, dianggap sebagai salah satu anggur terbaik dunia yang dihadirkan di jajaran wine terbaik seperti La Tour, La Tache, dan Le Montrachet. Semua itulah yang membuatnya semakin tertarik mengembangkan wine jenis ini walaupun harus bereksperimen keras dengan kondisi iklim di Bali yang tentunya berbeda dengan Prancis.

Sampai saat ini perusahaan induk Two Islands, Hatten, sudah memiliki wine rosé selama lebih dari dua dekade. Fokus mereka sekarang adalah untuk meningkatkan kualitas dan produksi mereka yang selalu mereka banggakan, terutama perkembangannya dari anggur yang ditanam di Bali Ttara.

wine rosé

 

Memang  tren minat akan wine rosé tidak dapat dihentikan lagi dan sejauh lima tahun ini permintaan yang datang untuk rosé sebagai bagian dari rangkaian produk Two Islands semakin berkembang pesat. Two Islands sampai saat ini melakukan rilis terbatas. Di tengah tren itu perusahaan itu memutuskan bahwa ada sudah cukup banyak permintaan untuk menjadikannya sebagai wine komersial mereka.

James Kelleske, pembuat anggur asal Australia, tumbuh besar di Lembah Barossa Australia Selatan dan telah menjadi seorang peracik anggur yang berpengaruh. Dialah yang memutuskan gaya apa yang ia sukai untuk dipakai dan asal sumber buah serta proses teknis serta kolaborasi dengan tim penjualan tentang apa yang diinginkan pasar.

Dia sangat menyukai buah anggur dari Provencal Prancis. Sensasi segar dan warna terang yang indah, dengan campuran khas buah anggur rose mereka, makin menjadikannya sedikit unik karena sekitar 50 persen campurannya adalah pinot grigio, yang memberikan warna yang indah dan tanic dan kering, memberikan anggur lebih banyak struktur rasa daripada granat tradisional dari Australia yang bisa bersensasi lembek. Mereka hanya memberikan 50 persen Grenache, yang menghasilkan anggur rose yang ringan dan lunak.

Rosé secara universal adalah anggur yang paling baik diminum setelah 18 bulan penyimpanan. Wine ini diproduksi secara lokal dengan anggur dari kebun anggur Australia Selatan yang luar biasa di Australia dan telah melewati masa penyimpanan karena terkait prosedur impor. Ini adalah perjalanan panjang dari kebun anggur ke pengiriman yang menyebrangi lautan serta rumitnya proses bea cukai, pajak, inspeksi. Seringkali anggur rose impor ini melewati saat terbaiknya ketika mereka tiba di pulau Bali. 

Sebenarnya buah anggur rosé tidaklah tepat untuk disimpan dalam proses yang panjang, sehingga sangat fantastis untuk menghadirkan anggur segar ini sampai ke Bali.

Biasanya “Two Islands Rosé” diluncurkan sebelum Natal dan respons dari peminatnya di klub-klub dan restoran terkenal di bali sangat mengesankan.

Antusiasme yang  hampir membuat produsennya khawatir. Kadang mereka  juga ragu tentang berapa banyak yang harus diproduksi, tetapi tampaknya mereka memang harus menghasilkan lebih banyak wine ini. Pastinya mereka tidak akan ingin menolak konsumen setia mereka dan memastikan kebutuhan mereka selalu  tersedia. Tahun 2020 ini mereka memastikan akan memproduksi lebih banyak rosé untuk memuaskan pasar.

Hatten memproduksi 1,5 juta botol per tahun dan itu terdiri dari 25 jenis produk, termasuk rosé. Tahun depan, James mempertimbangkan untuk memproduksi lebih dari 50.000 botol rosé dan percayalah bahwa angka itu akan terus tumbuh dan berkembang.

Salah satu kriteria yang harus dilihat penikmat wine rosé adalah warna wine. Orang biasanya tidak memilih anggur berdasarkan warna, tetapi warna untuk wine rosé penting. Ketika orang melihat sebotol rosé yang indah saat melewatinya, pemandangan indah itulah yang membuat mereka benar-benar menginginkannya. Karena itulah bagian pemasaran mereka membuat desain dan tampilan wine yang menarik sehingga ketika pelayan lewat untuk menghidangkannya orang lain juga akan menginginkannya.

wine rosé

 

Pembuat anggur yang berdomisili di Bali ini memproduksi uji coba batch pertamanya pada tahun 2017 kemudian pada tahun berikutnya ia terus memproduksinya.

Saat itu mereka  melakukan lima percobaan berbeda dan benar-benar tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan resep terbaiknya  karena buah anggurnya sendiri memang sangat baik. Kadang-kadang diperlukan 50 percobaan untuk produk baru. Mereka juga memodifikasinya agar sesuai dengan pasar dan benar-benar sempurna untuk Bali dan semua senang dengan hasilnya. 

Leave a Comment