Monday Jul 26, 2021 08:33

The Bloody Beetroots, DJ dengan Topeng Venom di Atas Panggung

The Bloody Beetroots, DJ dengan Topeng Venom di Atas Panggung

MATA LELAKI - Penampilan di atas panggung merupakan salah satu alasan mengapa banyak DJ-DJ ternama memiliki banyak penggemar dan juga reputasi. Semakin unik dan semakin antimainstream mereka tampil di atas panggung, maka semakin banyak juga para penggemarnya. Kali ini kami akan membawa annda mengenal lebih jauh mengenai The Bloody Beetroots yang merupakan DJ Group asal Italia.

Dalam setiap penampilannya, The Bloody Beetroots selalu tampil dengan kepala tertutup. Akan tetapi, kepala tertutup di sini bukan mereka menggunakan topi atau kupluk, namun dengan menggunakan topeng. Uniknya lagi, topeng yang digunakan adalah topeng yang memiliki karakter anti hero Marvel, yakni Venom, yang identik dengan warna hitamnya.

The Bloody Beetroots, DJ dengan Topeng Venom di Atas Panggung
Foto: Insomniac

 

DJ Grup ini sendiri mulai eksis pada tahun 2006 silam dan terdiri dari personilnya yang bernama Sir Bob Cornelius Rifo dan Tommy Tea. Selain dikenal dengan The Bloody Beetroots, DJ ini juga dikenal sebagai Black mask karena dalam setiap penampilannya selalu menggunakan topeng berwarnna hitam dengan karakter dari Venom.

Sir Bob sendiri lahir pada tahun 1977 tepatnya di Bassano del Grappa, Italia. Dia kemudian pindah ke Amerika Serikat dan menetap di Venice Beach, California. Dia sendiri awalnya adalah seorang musisi yang terlatih, namun memiliki reputasi baik dengan menjadi produser musik pada tahun 1980-an dengan mengusung genre punk rock yang saat itu mulai naik daun.

The Bloody Beetroots, DJ dengan Topeng Venom di Atas Panggung
Foto: DJ Rankings

 

Di awal mula kariernya di musik EDM pada tahun 2006, The Bloody Beetroots sempat mendapat dukungan dari Steve Aoki, Etienne De Crecy dan juga Alex Gopher. Di mana pada saat itu mereka merilis single berjudul Warp 1.9 dan Cornellius. 2 tahun kemudian Cornellius masuk ke dalam 100 besar download di iTunes.

Pada tahun 2017, The Bloody Beetroots merilis dua single barunya dengan nama My Name is Thunder yang merupakan kolaborasi bersama band asal Australia yakni JET. Kemudian di tahun yang sama juga The Bloody Beetroots merilis lagu solo yang berjudul Satan Bass City Rockers yang dimasukkan ke dalam albumnya yang berjudul The Great Electronic Swindle.

You may also like

Leave a comment