Saturday Sep 25, 2021 03:50

Desain Overkill, Samsung Galaxy Fold Ternyata Rentan Rusak?

Desain Overkill, Samsung Galaxy Fold Ternyata Rentan Rusak?

MATA LELAKI - Samsung sebagai produsen smartphone asal Korea Selatan telah menggemparkan dunia dengan mengumumkan peluncuran produk Galaxy Fold, smartphone lipat pertama dunia. Pemasaran produk ini benar terjadi di sebagian negara Eropa dan Amerika dimulai sejak 26 April 2019. Sayangnya, kemudian Samsung menghentikan pengiriman dan menutup pre-order untuk pemesanan unit tersebut tanpa penjelasan yang memuaskan.

Hal penundaan ini ditengarai karena banyaknya laporan kerusakan minor yang masuk. Tidak main-main dan dampak yang cukup fatal karena para penerima unit Galaxy Fold rata-rata adalah perusahaan atau individu yang kompeten dalam menilai produk high tech.

Saat ini, Samsung kembali mengumumkan mereka siap mengirimkan pesanan per September 2019 dan kembali membuka pre-order untuk wilayah terbatas. Dengan tingginya animo akan produk terbaru itu, ternyata tidak sejalan dengan kemungkinan bahwa produk tersebut belum siap untuk dipasarkan global.

Mengutip dari Samsung Newsroom, perusahaan ini memastikan smartphone layar lipat Galaxy Fold siap meluncur di pasaran umum pada bulan September, tanpa menyebutkan tanggal yang pasti. Pun demikian, disebutkan kalau pemesanan hanya tersedia untuk ‘selected market countries’. Pengamat mobile teknologi menyampaikan melalui artikel SamMobile pada Kamis 25/07/2019 bahwa negara-negara yang termasuk dalam ‘selected countries’ adalah USA untuk benua Amerika, Inggris, Jerman, dan Prancis untuk negara Eropa dan India untuk wilayah Asia.

Hal ini terindikasi dari penghentian pengujicobaan firmware yang dilakukan oleh Samsung, dengan pengecualian negara-negara di atas.

Terlalu Canggih Samsung Galaxy Fold Ternyata Rentan Rusak
Pic Source : sefsed.com

 

Dalam rilis resmi yang sama, Samsung menjelaskan beberapa detail perbaikan dan upgrade yang mereka terapkan dalam Galaxy Fold. Sektor bodi,  layar dan material luar, termasuk engsel atau hinge mendapat prioritas khusus guna menunjang struktur yang lebih kokoh. Apalagi Galaxy Fold pasti harus terbuka tutup secara terus menerus. Ini menyebabkan unit rentan mengalami kerusakan-kerusakan struktural.

Perbaikan ini sejalan dengan laporan kerusakan yang diterima sebagai feedback dari para pengguna awal. Para pengulas tersebut mengungkapkan kekecewaan terhadap ketahanan Galaxy Fold setelah pemakain 1-2 hari saja. Wartawan dari media berita teknologi Bloomberg misalnya, melaporkan bersama pengulas dari The Verge dan CNBC, yang sama-sama menerima unit Galaxy Fold untuk bahan ulasan, mengalami kerusakan berupa retakan pada layar atau layar berkedip-kedip. Samsung menyanggah bahwa kerusakan bisa saja terjadi karena pengulas mencoba melepas lapisan plastik pelindung layar, hal yang dibantah kemudian.

Terlalu Canggih Samsung Galaxy Fold Ternyata Rentan Rusak
Pic Source : begawei.com

 

Tweet dari Mark Gurman, wartawan Bloomberg tadi menjelaskan bahwa unit yang dimilikinya rusak pada bagian layarnya setelah 2 hari dipergunakan secara normal. Kerusakan terjadi seketika setelah ia melepas lapisan plastik pelindung layar. Entah ini terjadi hanya pada unitnya saja atau terjadi pada semua unit, begitu cuitnya lebih lanjut.

Senada dengan keluhan Mark Gurman, Dieter Bohn yang menjabat sebagai direktur eksekutif dari The Verge, melaporkan munculnya sebuah tonjolan kecil mencuat dari bagian lipatan ponsel pintar itu, langsung terlihat dari bawah layar. Bohn kemudian mendapatkan unit pengganti namun Samsung menolak memberikan penjelasan penyebab kerusakan. Kejadian ini cukup meresahkan dan menimbulkan kekhawatiran akan kekuatan Galaxy Fold. Mengacu pada kasus yang terjadi pada Mark Gurman, Bohn mengaku sama sekali tidak berusaha melepas plastik pelindung layar.

Terlalu Canggih Samsung Galaxy Fold Ternyata Rentan Rusak
Pic Source : techno.okezone.com

 

Dari sudut lain, ulasan buruk juga diberikan oleh Steve Kovach, editor teknologi untuk CNBC. Bahkan Kovach memposting video unit Samsung Galaxy Fold-nya yang setelah pemakaian sehari saja, setengah layar displaynya berkedip-kedip.

Karena itu, meski tidak secara langsung mengakui kelemahan-kelemahan produk mereka, Samsung memutuskan untuk menunda peluncuran Galaxy Fold secara global. Masih dengan klaim yang sama, Samsung merilis pernyataan bahwa mereka terus menerus melakukan uji coba sampai tingkat yang memuaskan terhadap kekokohan Galaxy Fold, hingga akhirnya mereka yakin untuk meluncurkannya kembali pada bulan September 2019.

Samsung berencana untuk memproduksi dan memasarkan 1 juta unit Galaxy Fold secara global, menurun jauh dari target yang digadangkan pertama kali sejak memperkenalkan produk smartphone layar lipat ini, yakni di angka 300 juta unit untuk pemasaran global.

Fitur unik dari Samsung Galaxy Fold adalah layar lipat teknologi terbaru, Infinity Flex dengan ukuran layar 7,3 inchi pertama di dunia dan dipersiapkan untuk terkoneksi dengan jaringan 5G. Untuk masalah performa sendiri, Galaxy Fold tidak terkendala apapun.

Dengan menyematkan chip Snapdragon 855 yang memiliki kecepatan sebanding dengan Exynos 9810 pada Galaxy S10+, maka bisa dibilang Samsung Galaxy Fold adalah salah satu smartphone dengan kemampuan high-end terdepan.

Terlalu Canggih Samsung Galaxy Fold Ternyata Rentan Rusak
Pic Source : seluler.id

 

Ukuran baterai yang tertanam sempat membuat ketar-ketir karena hanya bergantung pada kapasitas 4.380 mAh. Untuk smartphone 1 layar konvensional, kapasitas sebesar itu tentu sangat menunjang daya yang dibutuhkan. Untuk Galaxy Fold? Ini masih menyisakan tanda tanya meski memang harus diakui pula bahwa penggunaan daya sangat tergantung pada pengguna dan aplikasi yang tertanam juga.

Keraguan lain yang sempat mencuat adalah keterangan anonymous tentang ulasan Galaxy Fold. Mengaku sebagai salah satu penerima awal unit Galaxy Fold, ia mengalami kendala pada kecepatan transisi antar layar kecil ketika posisi layar tertutup dan membuka. Transisi ini terasa lambat dan membuatnya harus menunggu beberapa detik untuk penyesuaian ukuran layar hingga akhirnya tampil display yang tepat. Hal ini berlawanan dengan live demo unit yang dilakukan oleh perwakilan Samsung pada pameran teknologi di San Fransisco (pertama kali Samsung memperkenalkan produk Galaxy Fold).

Terlalu Canggih Samsung Galaxy Fold Ternyata Rentan Rusak
Pic Source : teknoreview.net

 

Juga, masih menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya tadi, Galaxy Fold tidak bisa terbuka dalam sudut 90 derajat seperti laptop pada umumnya. Unit Galaxy Fold harus membuka sampai 180 derajat yang tentu saja mengurangi kenyaman interaksi dan pemakaian smartphone. Dengan layar terbentang membuka, menahannya dalam satu telapak tangan saja sudah cukup riskan untuk menjatuhkan unit tanpa sengaja.

Hal ini tidak mendapatkan tanggapan juga dari Samsung dan sering dianggap sebagai black campaign semata untuk mengurangi antusias masyarakat dunia menyambut kedatangan teknologi smartphone terbaru dengan desain paling anyar.

Informasi tambahan, pada peluncurannya pertama kali, Galaxy Fold dipasarkan dengan harga sekitar 30 juta rupiah per unitnya.

You may also like

Leave a comment