Tara Basro, Model Sekaligus Aktris yang Berkulit Eksotis

Tara Basro, Model Sekaligus Aktris yang Berkulit Eksotis Sumber: rmol.co

MATA LELAKI - Memiliki kulit gelap tak membuat Andi Mutiara Pertiwi Basro gagal dalam dunia hiburan. Sebaliknya, perempuan yang akrab disapa Tara Basro ini memiliki karier yang mulus dalam dunia modelling dan dunia hiburan. Tara Basro memulai kariernya sebagai model dengan menjadi GADIS Sampul 2005.

Tak puas dengan hanya menjadi model, perempuan kelahiran Jakarta, 11 Juni 1990 ini ingin menjajal kemampuan aktingnya dengan terjun ke dunia perfilman. Dia mendapatkan peran sebagai Putri dalam sekuel Catatan Si Boy yang ditayangkan pada tahun 2011. Tidak lama setelah itu, Tara kembali mendapatkan peran dalam film bergenre horor dengan judul Hi5teria serta film drama berjudul Rumah dan Musim Hujan. Pada tahun 2013, Tara hanya membintangi satu judul film bersama Pandji Pragiwaksono yang berjudul Make Money.

#
Instagram @tarabasro

 

Satu tahun kemudian, Tara Basro membintangi empat film yaitu Princess, Bajak Laut dan Alien. Film tersebut merupakan film ombinus yang bergenre keluarga. Selain itu, Tara juga bermain dalam drama romantis berbahasa Inggris yang berjudul The Right One. Mantan kekasih Arifin Putra tersebut membintangi film berjudul Pendekar Tongkat Emas pada tahun yang sama. Sebuah film thriller hasil kerja sama Indonesia dan Jepang berjudul Killers juga mempertontonkan kemampuan akting Tara Basro.

Pada tahun 2015, Tara memetik buah dari kerja kerasnya, dia mendapatkan penghargaan sebagai Aktris Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2015 dengan perannya sebagai tokoh bernama Sari dalam film A Copy of My Mind yang disutradarai oleh Joko Anwar.

Joko Anwar sepertinya tidak kapok mengajak Tara Basro untuk bermain film. 2 tahun kemudian, Joko kembali mengajak Tara untuk bermain film ‘Pengabdi Setan’.

#
Instagram @tarabasro

 

Jika melihat karir Tara Basro yang melambung saat ini, mungkin tidak banyak orang yang mengira bahwa gadis berkulit eksotis ini sempat mengalami kesulitan ketika hendak berkarier sebagai aktris. Pasalnya, Tara harus menyesaikan pendidikannya di Australia selama 4 tahun untuk meraih gelar sarjana.

Setelah kembali ke Indonesia, Tara mencoba mengikuti berbagai casting. Sayangnya, dia masih belum beruntung. Kegagalannya membuat Tara merasa putus asa dan ingin berhenti. Namun Tara kembali bersemangat saat dia mendapatkan kesempatan ketika mengikuti casting film Catatan Harian Si Boy. Dalam film itulah, nama Tara mulai mendapatkan tempat tersendiri dalam jagad dunia hiburan tanah air.

Sempat tidak ingin terjun di dunia akting, Tara kini justru berkata bahwa dia sangat menikmati dunia seni peran yang digelutinya. Dia seperti bisa menemukan dunia baru karena ia harus memperkaya diri dengan pengalaman dalam dunia akting. Karakter yang dia mainkan dalam satu film mungkin berbeda dengan karakternya dalam film yang lain.  

#
Instagram @tarabasro

 

Karena itulah, Tara sering menonton film lebih banyak dan dia juga lebih banyak membaca buku. Dia sering melakukan observasi terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan pekerjaannya sebagai aktris, Tara mengaku bahwa dirinya menjadi lebih sensitif dengan lingkungan sekitarnya.

Secara fisik, Tara Basro mungkin banyak diincar oleh pencari bakat dalam dunia modelling dan entertainment karena penampilan dan wajahnya yang eksotis.  Namun Tara sendiri mengaku bahwa dirinya tak terlalu mengandalkan penampilan. Karena baginya, yang paling penting dalam kariernya saat ini adalah skill yang bisa dijual. Tara berharap suatu saat dia bisa melakoni akting di Eropa atau Amerika. Dia ingin mempelajari cara pembuatan film di setiap negara.

Leave a Comment