Sisi Gelap Dunia Malam Bali Bagi Pelajar Australia

Sisi Gelap Dunia Malam Bali Bagi Pelajar Australia Sisi Gelap Dunia Malam Bali

Matalelaki.com - Bukan rahasia umum lagi, kalau Bali banyak dipilih sebagai destinasi wisata turis asal Australia. Tidak terkecuali, turis muda atau pelajar dari Austrailia karena banyak sekolah - sekolah yang memilih Bali sebagai tempat acara perpisahan kelulusan mereka.

#
Sumber : The honeycombers

 

Bali sendiri, banyak dipilih karena biaya liburannya yang cukup murah. Para pelajar di sana, tidak pernah membawa uang sampai berlebih, cukup 800 ribu (Menggunakan uang mata indonesia). Mereka sudah bisa menginap, datang ke club malam, minum, kuliner dan masuk ke berbagai tempat wisata.

Tapi namanya juga masih labil, karena jauh dari orang tua. Banyak dari mereka yang menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan hal yang dilarang di bawah umur.  Mengutip laporan The Sydney Morning Herald berjudul "Schoolies in Bali: rite of passage or reckless booze-fest?" pada Jumat, 5 Desember 2014, para remaja itu masuk ke klub malam, minum minuman keras, dan berkendara ugal-ugalan.

#
Sumber: Jakarta100bars

 

Seorang koodinator Red Frogs, lembaga yang memberi pendampingan kepada para pengkonsumsi alkohol dan narkoba, khususnya anak muda, Paul Mergard, mengatakan para relawan lembaga ini sudah terbiasa mendapati kelakuan para remaja setelah berpesta. "Ada yang muntah, menangis, berkelahi, dan kecopetan," kata Mergard. "Namun ada juga beberapa siswa yang berperilaku baik."

Usia para siswa, ini rata - rata masih 13 - 18 tahun. Di Australia sendiri, umur segitu adalah umur yang tempat untuk merayakan sesuatu dengan teman - teman mereka. Perkembangan di usia tersebut, sangat penting menjadi basis transisi menuju kehidupan dewasa.

Menurut laporan Sydney Morning Herald, para siswa itu sampai mabuk, merajah tubuh dengan tato, dan ada pula yang tampak bersedih, kemungkinan karena duit di rekeningnya tandas untuk hura-hura.

Laporan itu memasang foto tentang cara para siswa mengisi liburan. Misalnya, ada pelajar Australia yang sedang mabuk mengendarai sepeda motor. Mereka berkendara dengan bertelanjang dada dan tanpa helm. 

Ada pula foto sejumlah remaja berderet dengan posisi tiduran di pinggir kolam renang. Mulut mereka terbuka, sedangkan seorang temannya menuangkan minuman keras. Sebagian remaja juga tampak menari di jalan utama di Legian sembari bermain genangan air saat hujan deras. 

Apalagi, jika mereka mengunjungi kawasan jalan Legian dan kehidupan malam di sana. Mereka akan ditawari, berbagai obat terlarang oleh penduduk lokal. Mulai dari gulma, jamur ajaib, valium, kokain, dan ekstasi. Mereka juga ditawari alkohol yang terbuat dari bahan murah alias miras oplosan.

Orang tuapun jadi khawatir, akan pergaulan dan sikap anak mereka di Bali. Seorang pelajar yang sedang berlibur, Bernadette Clarke, 18 tahun, dari Jervis Bay menuturkan semua orang yang tahu kalau dia akan pergi ke Bali pasti berpesan agar berhati-hati. "Saya dapat petuah yang sama berulang-ulang. Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu," ujar Clarke.

Orang tau mereka sendiri, sangat cemas dan bahkan selalu menasehati untuk tidak melakukan tidakan konyol.

 

Leave a Comment