Serba-Serbi Musik EDM dan DJ

Serba-Serbi Musik EDM dan DJ Sumber: Laffilm

MATA LELAKI - Musik adalah salah satu cabang dari dunia hiburan di dunia yang memiliki sifat dinamis, di mana semua yang ada dalam dunia musik itu akan berubah baik itu seiring dengan zaman, atau juga dengan selera pecinta hiburan. Khusus dunia musik ini, ada yang namanya profesi Disc Jockey atau DJ yang juga ikut mengalami perubahan.

Profesi ini bukanlah profesi yang baru beberapa dasawarsa ini dikenal oleh masyarakat, namun sudah lama menjadi profesi yang dikenal bahkan sejak tahun 1920-an. Namun mungkin DJ pada saat itu belum secanggih dan juga seatraktif sekarang, namun keberadaan mereka dalam dunia musik ini turut memberi andil dalam dunia hiburan.

Istilah DJ atau Disc Jockey juga sudah lama dikenal, namun saat ini leih erat kaitannya dengan musik elektro atau EDM. Setidaknya, perkembangan DJ ini sudah berjalan hingga 5 generasi dari awal mula kemunculannya hingga saat ini. Masing-masing generasi juga memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi acuan di generasi berikutnya.

#
Foto: Crutchfield

 

1920 – 1960

Istilah DJ awalnya dikenal pada tahun 1920, namun saat itu musik elektro berlum berkembang dengan baik, dan juga profesi seorang DJ masih hanya sebatas orang yang memutarkan lagu saja. Saat itu orang-orang belum mengenal banyak profesi ini dan hanya mengandalkan siaran radio. Itupun, harus terbagi lagi dengan berita mengenai perang yang berkecamuk.

Dikenal pasca Perang Dunia I dan juga memasuki era Perang Dunia II, perlahan namun pasti profesi ini mulai dikenal oleh masyarakat. Penyiar radio adalah salah satu sosok yang bisa mengendalikan dunia musik saat itu, karena orang-orang belum mengenal yang namanya televisi sebagai media untuk siaran massa.

Lalu, siapakah sosok DJ pertama? Sejarah mencatat bahwa sosok yang pertama kali menjadi seorang DJ adalah Christopher Stone. Pada era itu juga sudah ada beberapa orang yang menjadi DJ seperti misalnya Casey Kaseem dan juga John Peel yang memiiki gaya serta ciri khasnya masing-masing dalam menghibur pecinta musik saat itu.

1970

Sepuluh tahun kemudian, dunia musik mulai berkembang dan saat itu mulai muncul musik-musik disko. Pada era 70-an ini, perang seorang DJ tidak saja memutarkan musiknya di radion namun juga menciptakan musik yang enak untuk didengar. Tentunya saat itu peralatan masih terbatas dan hanya menggunakan piringan hitam saja untuk membuat lagu.

Meskipun seorang Christopher Stone dikenal sebagai DJ pertama, namun publik menilai Giorgio Moroder sebagai sosok yang benar-benar memiliki jati diri seorang DJ pada zaman tersebut. Meski hanya menggunakan alat piringan hitam saja, dirinya sudah bisa menciptakan lagunya sendiri yang saat itu mendapatkan respon positif dari para pecinta musik disko.

“I Feel Love” adalah karya pertama yang berhasil membuat Giorgio Moroder mencuat namanya pada saat itu. Lagu tersebut dia ciptakan dengan menggunakan alat yang bisa dikatakan cukup rumit yakni alat turntable dan juga piringan hitam. Saat itu kedua alat tersebut masih memiliki ukuran yang sangat besar dan juga sangat kompleks.

#
Foto: Merah Putih

 

1980 – 1990

Setelah masyarakat pecinta musik antusias dengan munculnya musik disko, maka pada era 1980 hingga 1990 ini istilah House Music mulai dikenal. House Music adalah salah satu pengembangan dalam musik disko yang lahir di tahun 1980-an dan mulai berkembang pada tahun 1990-an yang juga mendapatkan antusias baik dari pecinta musik.

Tentu saja dengan berkembangnya musik ini maka alat yang digunakan juga memiliki perubahan yang sangat signifiikan. Pada masa ini, alat turntable yang tadinya dibuat dengan ukuran besar dan juga memiliki kompleksivitas yang tinggi, di zaman ini alat tersebut dibuat lebih sederhana lagi dari alat yang ada pada era sebelumnya.

Akan tetapi, tetap saja piringan hitam menjadi salah satu alat yang tidak boleh dilupakan untuk bisa dimainkan di atas alat turtntable tersebut. Tentu saja dari musik yang dihasilkan memiliki pebedaan yang cukup mencolok. Untuk DJ ternama pada era ini adalah DJ Larry Heard dan juga DJ Derrick May yang memiliki ciri khasnya.

2000-an

Tahun 2000-an merupakan era di mana semuanya berubah dengan drastis. Bisa dikatakan, era milenium ini digitalisasi sudah dimulai dan orang mau tidak mau harus berdampingan dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Semua alat musik yang ada dibuat lebih ringkas lagi dan menjadi mudah untuk dibawa ke mana-mana.

Untuk dunia EDM sendiri, pada era 2000-an muncul aliran baru yang dinamakan Trance. Di mana musik dengan aliran ini memiliki ciri khas berupa hentakan suara bass yang sangat cepat. Suara instrumen musik tambahan seperti perkusi dan juga terompet mulai lebih terdengar lagi di aliran musik Trance ini dengan sangat jelas.

Pada era millenum ini juga sosok DJ Tiesto dan juga Paul Oakenfold mulai dikenal di dunia musik EDM sebagai DJ yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan musik EDM. Tahun 2000-an juga menjadi awal dari puncak kejayaan musik EDM di ranah hiburan musik yang ada di seluruh belahan dunia saat itu.

#
Foto: The Vinyl Factory

 

2010 – Sekarang

EDM pada masa sekarang ini merupakan jenis musik yang menguasai ranah hiburan musik di dunia. Puncak kejayaan dari musik EDM ini dimulai pada tahun 2010 yang lalu dengan muncul berbagai macam aliran seperti misalnya tech house kemudian dubstep dan juga trap. Semuanya memiliki penggemar dan juga masternya masing-masing.

Alat musik yang digunakan juga sudah mulai sangat ringkas dan hampir seluruhnya sudah berbentuk digital, piringan hitam sudah mulai dikurangi bahkan beberapa DJ memilih untuk tidak menggunakan piringan hitam tersebut. Di era ini juga muncul DJ-DJ ternama seperti misalnya Martin Garrix, kemudian Jack U, dan juga Major Lazer yang memiliki penampilan panggung yang sangat memukau.

Leave a Comment