Tuesday Dec 07, 2021 00:45

Profil DJ Monika Kruse, 25 Tahun Bermusik Hingga Go International

Profil DJ Monika Kruse, 25 Tahun Bermusik Hingga Go International

MATA LELAKI - Monika Kruse merupakan DJ techno, produser, dan CEO label rekaman Jerman. Dia telah berkarier lebih dari 25 tahun dan memberikan pengaruh penting pada perkembangan electronic music. Dia mulai berkecimpung pada awal 90-an di Munich dan menjadi artis techno pertama yang mampu go international.

Sebelum pindah ke Berlin, dia mendirikan label rekaman Terminal M. Kruse merupakan simbol dari panggung techno dan international house di pasar Eropa, seperti Awakenings dan Time Warp. Dia terkenal berkomitmen pada kegiatan sosial dengan "No Historical Backspin" pada tahun 2000.

Profil DJ Monika Kruse, 25 Tahun Bermusik Hingga Go International

 

Kruse Muda: Awalnya Menyukai Hip Hop dan Punk

Kruse lahir 23 juli 1971 di Berlin Barat. Namun, saat ia masih bayi, orangtuanya memutuskan pindah ke Bavarian, ibukota Munich. Dia mulai mengikuti kelas piano di usia 4 tahun. Ketika remaja, dia menunjukkan kecintaan pada musik dengan memiliki koleksi punk, soul, hip-hop, dan house. Setelah menamatkan pendidikan, dia mendapatkan banyak pengalaman di bidang industri musik.

Keterlibatan Kruse di panggung Munich dimulai sejak tahun 1991 ketika menjadi DJ untuk Bar Babalu. Meskipun sempat menyukai hip hop dan punk, namun dia berkenalan dengan musik techno saat di Detroit Techno dan Chicago House. Sebelum menjadi manajer produk Chrysalis Records, dia bekerja dengan sejumlah band termasuk Gang Straa dan Monie Love.

Awal Karier: Tampil Mempesona di Panggung Munich

Kruse mendapatkan pengalaman awal di Parkcafé Club. Kemudian, dia tampil mempesona dengan musik techno pada akhir tahun 1993, saat menjadi anggota Ultraworld Crew. Lalu, dia mulai menyusun pertunjukan techno di Munich dan membuka icon club Ultraschall Techno pada tahun 1994. Kruse berperan sebagai DJ di Ultraschall sejak awal.

Pada pertengahan tahun, Kruse tampil di panggung bersanding dengan Sven Väth dan tampil rutin di club ikonik Omen, Frankfurt. Hal ini menjadi pijakan besar untuk kariernya untuk go international. Kemudian, dia tampil sebagai DJ dalam Carl Cox di Global Gathering, Inggris. Dia berada di panggung Limelight sebagai DJ Pierre di New York dan Chicago. Dia juga menjadi ikon DJ Belgia di nightclub Fuse selama satu dekade.

Pada akhir tahun 1997, Kruse pindah ke Berlin, ibukota Jerman untuk bergabung dengan panggung techno. Di sinilah dia mendirikan label rekaman miliknya, Terminal M pada tahun 2000. Label tersebut telah melahirkan sejumlah artis di antaranya Stimming and Andhi, Patrick Lindsey, DJ Rush, Miss Kitten, Gregor Tresher, ANNA, Pig&Dan, Paride Saraceni, Noir, Victor Ruiz, Skober, Metodi Hristov, Kydus, Drunken Kong dan Ilija Djokovic. Kruse juga tampil pada Loveparade Berlin di depan 1,5 juta orang.

Aktif Berkegiatan Sosial

Pada tahun yang sama, Kruse mendirikan No Historical Backspin, sebuah gerakan sosial untuk meringankan penderitaan akibat serangan rasisme, fobia homo, anti semit, dan anti imigran. Gerakan ini didirikan dan didukung para wanita serta bertahan selama bertahun-tahun. Para pendukung tersebut di antaranya Cassy, Tama Sumo, dan Gaiser.

Pada sebuah pengumpulan dana bulan Maret 2015 di Berghain, dia melibatkan sejumlah DJ, Andhim, Anja Schneider, &ME dan Ellen Alien. Mereka berhasil mengumpulkan 20 ribu Euro dan disumbangkan untuk Amadeu Antonio Stiftung. Ini merupakan organisasi sosial di Jerman yang fokus menguatkan demokrasi di masyarakat dan menghapus neo-Nazi, gerakan ekstrim kanan, anti semit, dan segala bentuk kebencian lain di Jerman.

Kruse sebagian besar mengadakan pesta Refugees Welcome pada bulan Oktober, kemudian mengumpulkan dana bagi korban kekerasan dan ketidakadilan. Mengajak dan mengumpulkan dana penting bagi Kruse karena ia percaya dan pernah berkata, “Tidak seorang pun seharusnya menerima diskriminasi dan terluka karena latar belakang, ras, gender, kepercayaan, fisik, dan orientasi seksual mereka, baik di Jerman maupun dimanapun.

Kami melawan semua bentuk diskriminasi, baik sex, fobia homo, maupun anti semit. 70 tahun setelah tirani sosial nasional di Jerman, kami ingin merayakan perbedaan di masyarakat dengan musik, kebahagiaan dan kebersamaan dalam sebuah pertunjukan. Sebagai contoh dari toleransi yang seharusnya terjadi demi kedamaian di masa depan."

Profil DJ Monika Kruse, 25 Tahun Bermusik Hingga Go International

 

Pertama Kali Memiliki Panggung Sendiri

Kruse pertama kali tampil sendiri pada pertunjukan Time Wrap di Mannheim, Jerman pada tahun 1999 dan masih diingat hingga saat ini. Dia juga tampil secara rutin di festival bergengsi Eropa di antaranya Awakenings, Belanda. Kruse juga tampil di Festival Burning Mans yang berlokasi di kota Black Rock, Nevada.

Penampilan pertamanya pada tahun 2011 dan menggambarkan festival sebagai “hal spiritual” untuknya. “Aku datang kesana untuk pertama kali setelah ibuku meninggal dan saya mengunjungi wihara dimana dapat menyembuhkan kesedihan dan hanya dapat merasakan dirimu sendiri. Kemudian, menulis surat indah kepada orang yang telah meninggalkanmu.”

Kruse tampil secara rutin di Bar Berghain/Panorama hingga dini hari, bermain baik di club maupun panggung. Dia banyak mendapatkan sanjungan dari rekan sesamanya. Pada tahun 2016 dia tampil di Carl Cox di Space Ibiza. Dia terjadwal sebagai DJ pada tahun 2017 dengan tampil mingguan di seluruh nightclub yang ada di Jerman dan sebagian besar Eropa. Selebihnya, dia dijadwalkan untuk sejumlah pertunjukan di Hyte setiap Rabo malam di Amnesia, Ibiza. Ia juga membuat debut Essential Mix siaran radio mingguan di BBC Radio 1 dengan Pete Tong sebagai host dan menyebutnya “Techno Royalty”.

Profil DJ Monika Kruse, 25 Tahun Bermusik Hingga Go International

 

Pendapat Adam Beyer Tentang Monika Kruse

Ketika berbicara tentang Kruse, Adam Beyer, DJ techno Swedia, mengatakan, “Monika memiliki tempat special di hati. Dia adalah salah satu DJ Go International pertama yang pernah kulihat di dalam hidupku. Tampil di Stockholm pada awal 90-an, sekitar tahun 93/94. Aku di sana masih seorang Adam Beyer muda, mendapat suguhan terbaik, berpesta dan sangat menikmati di belakang. Kemudian, masih melihatnya selama 20 tahunan hingga kini.

Ia telah tinggal lama di Jerman dan tampil di kancah internasional. Memiliki label rekaman sendiri Terminal M, label favoritku. Tidak hanya baik sebagai Dj tetapi juga kepribadian. Salah satu DJ terbaik di dunia dan tidak bisa mengatakan apapun lagi kecuali hal baik untuknya.” 

You may also like

Leave a comment