Wednesday Sep 22, 2021 22:46

Profil DJ Headhunterz, Mengenal Musik Karena Bullying

Profil DJ Headhunterz, Mengenal Musik Karena Bullying

MATA LELAKI - Willem Rebergen a.k.a Headhunterz merupakan DJ, produser rekaman, dan pengisi suara di sejumlah film dan serial TV. Dia memulai karier tahun 2005 dengan fokus pada musik hardstyle. Dia juga telah melakukan pertunjukan di Qlimax, Defqon.1, Q-Base, inQontrol, Decibel dan Hard Bass. Bahkan, dia telah tampil di sejumlah festival musik elektro bergengsi Electric Daisy Carnival dan Tomorrowland.

Profil DJ Headhunterz, Mengenal Musik Karena Bullying

 

Masa Kecil: Bullying Membuat Jatuh Cinta dengan Musik

Willem Rebergen lahir pada 12 September 1985 di Veenendaal, Belanda. Sejak usia belia dia sudah tertarik dengan musik. Bertahan dengan bullying di sekolah, Rebergen mencari kesibukan untuk membuatnya bahagia dengan ikut paduan suara lokal anak-anak. Dia menemukan kali pertama mengenal studio professional saat rekaman album Natal dengan anggota paduan suara. Kenangan ini begitu membekas pada Rebergen dan menjadi inspirasi dalam proses menciptakan musik di studio.

Pada tahun 2003, ketika bekerja di toko pakaian, dia ditawari tiket Qlimax dari temannya yang berhalangan datang. Inilah kali pertama berkenalan dengan musik hardstyle. Hal ini membuatnya meniti karier musik dengan kata-kata dari dirinya sendiri mulai sejak itu, “Hardstyle menjadi titik ketertarikan pada bagaimana membuat musik. Saya ingin membuat musik semacam itu.”

Awal Karier

Awal berlatih dia hanya dengan beberapa meja dan menghubungkan ke mixer berlatih DJ. Sementara, dia membuat musik di Studio FL, sebuah tempat audio digital. Rebergen mulai mengirim demo ke label dengan nama Nasty D-Tunners, sebuah project duo yang dibentuk dengan teman baiknya Bobby van Putten. Pada tahun 2004, Nasty D-Turners masuk dan menang kontes DJ Defqon.1, menang sebuah spot di sepanjang tahun.

Rebergen dan van Putten mendengar label musik hard dance yang baru buka, “Hardcontrol”. Pada tahun 2005, setahun setengah setelah penampilan di Defqon pada tahun 2004, Nasty D-Turners dikontrak oleh label tersebut. Memiliki dua rilisan yang sukses, kemudian menjadi produser serta DJ Hardstyle.

Pada tahun 2005, Rebergen dan van Putten mulai mengikuti kelas DJ di Rock Academy, Belanda. Rebergen merasa frustasi ketika mengikuti kelas ini. Hal ini karena ketidakmampuan dirinya memproduksi Hardstyle dan respon negatif pada jenis musik ini keseluruhan.

Dengan pengalaman selama di akademi, Rebergen kemudian mengirim demo musik Nasty D-Turners ke label kenamaan. Bertemu pemilik Scantraxx, Dov Elkabas. Melihat adanya masa depan cerah pada duo muda ini, setelah melihat penampilan mereka di Defqon.1. Kemudian, Nasty D-Turners dikontrak oleh Scantraxx pada 2005.

Profil DJ Headhunterz, Mengenal Musik Karena Bullying

 

2006-2007: Scantraxx dan Awal Mula Headhunterz

Setelah menandatangani kontrak, Nasty D-Turners berubah menjadi Headhunterz. Di penghujung tahun 2005, Rebergen dan van Putten telah tampil di sejumlah pertunjukan hardstyle termasuk, Defqon.1, Q-Base, dan Prophet's X-Qlusive. Seluruh penampilan tersebut meningkatkan profile mereka pada genre Hardstyle.

Pada tahun 2006, Headhunterz pertama kali merilis "Aiming for Your Brain/ Left Some Answers" pada Scantraxx Special. Debut mereka diikuti dengan "The Sacrifice/D-Tuned", kembali tampil di Scantraxx Special. “The Sacrifice” merupakan duo hit paling sukses Rebergen, sejak adanya tanggapa positif dari The Prophet.

Permasalahan kemudian muncul ketika Rebergen memutuskan tidak bisa tampil dan rekaman untuk Scantraxx sementara tengah belajar di Rock Academy. Rebergen mengatakan keputusannya kepada van Putten untuk meninggalkan Academy dan berharap bisa bergabung dan berkomitmen pada Headhunterz dan Scantraxx. Kemudian, van Putten membuat keputusan sulit untuk meninggalkan Rebergen, Scantraxx, dan Headhunterz. Lalu, melanjutkan studi musiknya sendiri di Rock Academy.

Penampilan solo pertama Rebergen sebagai Headhunterz pada pertunjukan Q-Dance, Defqon.1 tahun 2006. Mengikuti kesuksesan kemunculan perdananya, Scantraxx memberi Revergen label miliknya sendiri, Scantraxx Reloaded. Headhunterz pertama mengeluarkan tiga track Vinyl EP “Victim of My Rage”, rilis pada akhir tahun 2006.

The Prophet mencari bakat muda dan mengundang Headhunterz untuk tampil pada ajang bergengsi tahunan, Q-Dance event, Qlimax. Pada tahun 2007, merupakan tahun kesuksesan bagi Haedhunterz. Dia pertama berkolaborasi dengan sejumlah artis Scantraxx, yaitu The Prophet dan Abject. Sejalan dengan kolaborasi yang dilakukan, dia mengeluarkan track solo sukses, “Forever Az One” dan “Rock Civilization”.

Kemudian, dia tampil pada tahun 2007 edisi Q-Base dan Qlimax. Dia menciptakan anthem pertama miliknya untuk edisi Qlimaz 2007, “The Power of the Mind”. Memiliki pertunjukan pertamanya di Qlimax dan bermain satu panggung dengan DJ pujaannya, Technoboy dan The Prophet.

Profil DJ Headhunterz, Mengenal Musik Karena Bullying

 

2008: Headhunterz dan Wildstyle: Project One

Pada tahun 2008, Headhunterz memiliki kolaborasi pertama dengan sejumlah artis Scantraxx, Wildstyle. Lagu pertamanya, “Blame It On the Music/ Project 1” rilis pada Maret dan terbukti sukses. Hal ini membuktikan kesuksesan dari peluncuran project baru dan debut album pasangan, Project One.

Terselesakan dalam waktu tiga bulan, memproduksi sejumlah track dalam satu minggu, Headhunterz dan Wildstyle melengkapi 13 track debut album, Headhunterz & Wildstylez Present: Project One. Album tersebut berada pada In Qontrol pada satu jam special untuk pertunjukan album. Namun, pertunjukan ini sempat batal ketika Headhunterz menderita apendik.

Pada tahun 2008, debut album di Defqon.1 secara resmi rilis dengan singkat dalam bentuk CD dan format Digital pada 25 Juli. Dengan bantuan desain grafis Belanda, Ruud van Eijk. Project One diterima dengan baik dalam komunitas Hardstyle dengan sejumlah track diantaranya “Life Beyond Earth”, “The Art of Creation”, “The Story Unfolds”, “Best of Both Worlds”, dan “Fantasy or Reality”. Semua sukses di lantai dansa. Album tersebut sangat mempengaruhi arah Hardstyle dan terbukti di tahun berikutnya. Dengan adanya sytnh based trance mempengaruhi melodi fan dari tendangan pitch.

Project One Tour memiliki 6 album contoh penuh dan satu remix. Semua dirilis di bawah Scantraxx Reloaded. Sejalan dengan Project One, Headhunterz memiliki tiga lagu solo yang dikeluarkan termasuk track popular, “Just Say My Name”, “Subsonic”, dan “reloaded Part 2”. Melakukan kolaborasi pertama dengan DJ hardstyle Italia DJ Tatanka, “Call It Music”.

Pada tahun 2013, memulai label rekaman sendiri, HARD with STYLE. Pada tahun 2013, menjalani kontrak dengan label musik electronic dance Amerika Utara, Ultra Music. Kemudian, meninggalkan label rekaman miliknya. Pada Juni 2017, telah membuat official miliknya kembali menjadi the Hardstyle community pada Upacara Penutupan Festival Mingguan Defqon.1. Setahun setelahnya, Headhunterz dan Wildstylez mengembangkan label Hardstyle baru, Art of Creation.

You may also like

Leave a comment