Saturday Dec 04, 2021 11:32

Profil DJ Charlotte de Witte, DJ Wanita Sukses Asal Belgia

Profil DJ Charlotte de Witte, DJ Wanita Sukses Asal Belgia

MATA LELAKI - Charlotte de Witte merupakan DJ sekaligus produser rekaman asal Belgia. Terkenal dengan nama panggung Raving George, dia menghadirkan techno musik berlatar gelap dan bergaris, sekaligus menjadi pendiri label KNTXT. De Witte lahir di Ghent, Belgia. Sekitar  tahun 2009, dia mulai menjelajah sejumlah night club di Ghent, tempat kelahirannya. Inilah cikal bakal dirinya menekuni electronic music. 

Profil DJ Charlotte de Witte, DJ Wanita Sukses Asal Belgia

 

Perjalanan Awal Karier

Menekuni profesi DJ pada tahun 2010 dengan bermain electro house dan track EDM, de Witte mulai menjelajahi dunia malam di Ghent semenjak usia 16 tahun. Pengalaman pertama di Ghent, yaitu sebuah club bernama Make Up Club, yang berlokasi di pusat kota. Inilah kali pertama dirinya jatuh hati dengan electro music. Sayangnya, club tersebut sudah tutup.

Dua tahun berikutnya, de Witte mulai memproduksi musik sendiri. Kala itu, usianya masih 20 tahun. Menurutnya, pertama kali memproduksi musik sangatlah sulit. Bahkan, dia harus banyak meminta bantuan teman sejawat. Temannya inilah yang mengajarkan bagaimana membuat melodi supaya bisa diterima di club. Karena passion pada musik, ia tidak mudah menyerah. Inilah yang mempengaruhi perilisan musik pertamanya.

Jalan Menuju Festival Tomorrowland

Pada tahun 2011, dia memenangkan perlombaan DJ Studio Brussel. Hal inilah yang kemudian menjadi jalan untuk ikut dalam festival bergengsi musik EDM “Tomorrowland”. Nama panggung Raving George kemudian dipilih untuk mencegah diskriminasi pada DJ wanita. Dia kemudian merilis debut album mini pada tahun 2013, diikuti dengan rekaman Bad Life dan Crux untuk debut EP pada tahun 2015. Tak hanya itu, dia juga menghasilkan single berjudul “You’re Mine” berkolaborasi dengan Oscar and the Wolf. Lagu itu mencapai kesuksesan besar.

2015: Melepaskan Nama Panggung Raving George

Nama panggung Raving George digunakan sebagai samaran karena jati dirinya sebagai wanita. Namun, setelah 6 tahun, orang-orang mulai menyadarinya. Dengan demikian, namanya tidak berfungsi lagi. Faktanya, musik menjadi bagian penting bagi diri de Witte. Bahkan, telah menjadi pekerjaan tetap dan menjadi bagian dari tujuan hidupnya. Tahun 2015, de Witte tidak lagi menggunakan nama panggung dan beralih ke nama asli. Langkah ini juga diikuti dengan adanya techno sound yang lebih gelap serta jelas.

Segala sesuatu menjadi begitu serius. De Witte menemukan jalan hidupnya dan tumbuh dewasa, sadar tidak lagi harus bersembunyi di balik nama laki-laki lagi. Inilah dirinya, seorang wanita, bermain dan memproduksi musik. Sangat bangga dengan dirinya.

Tak Menyesal Melepas Nama Panggung, Bangga dengan Nama Asli

Tidaklah berat bagi de Witte untuk memakai nama alias selain nama panggung setelah single popular “You’re mine”. Ia merasa secara alami tertarik untuk memproduksi musik lain, tak hanya music club saja. Dia tidak ingin membatasi karena hanya menjadi ikon dirinya. Untuk menggunakan nama asli, keputusan ada pada dirinya sepenuhnya.

Karya musik di bawah namanya sendiri cenderung lebih berat. Faktanya, musik tersebut adalah cerminan cirinya. Setidaknya, musik tersebut adalah tempat untuk mencari kebahagiaan, akunya. Musik yang diproduksi untuk dimainkan di club benar-benar memberikan kepuasan yang tidak mungkin dilewatkan.

Profil DJ Charlotte de Witte, DJ Wanita Sukses Asal Belgia

 

Album dan Prestasi

Charlotte de Witte menghasilkan album di bawah sejumlah label rekaman, di antaranya Sleaze, OFF Recordings, MARY GO WILD Black, dan juga NovaMute. Sebagai salah satu DJ dunia, karier Witte sangat menakjubkan. Dalam setahun, de Witte mampu tampil di Awakenings, Junction2, Tomorrowland, Boiler Room, Printworks, dan lainnya. 

Debut EP miliknya dibawah namanya, Weltschmerz, dirilis di tahun yang sama di bawah label rekaman Turbo. Diikuti dengan album mini lainnya pada tahun 2017, selanjutnya EP berjudul Heart of Mine dan The Healer pada tahun 2018. De Witte telah tampil di sejumlah acara musik, termasuk Junction2, Festival Boiler Room, dan Printworks.

Bahkan, pernah dinobatkan sebagai salah satu artis techno paling menjanjikan berdasarkan penampilannya di Essential Mix for BBC Radio One. Ia juga mengadakan sejumlah tur di Amerika dengan penampilan dua jam penuh, di antaranya San Diego, Boston, Denver, Washington, dan kota lainnya.

Profil DJ Charlotte de Witte, DJ Wanita Sukses Asal Belgia

 

Kebahagiaan di Atas Panggung

Meskipun memainkan musik techno nuansa gelap, namun de Witte selalu terlihat bahagia. Menurutnya, de Witte memang lebih tertarik dengan kegelapan karena menciptakan lebih banyak emosi dan terasa hidup sejenak. Memiliki waktu berkualitas kadang tidak cukup dan itulah yang menyebabkan de Witte tertarik dengan musik. 

Ketika memproduksi musik, de Witte tidak tentu dalam melakukan latihan. Bahkan, latihan dilakukan tergantung dengan mood dan inspirasi yang ditemukan. Musik favorit de Witte selain musik club di antaranya  I Love Ry X, James Blake, Dillon, Lera Lynn, Leonard Cohen, dan The Beatles. Ia juga menyukai musik reggae.

Bergabung dengan NovaMute

De Witte terhubung dengan NovaMute ketika bertemu dengan Daniel Miller melalui penerbitnya. Ia pergi ke London dan bertatap muka langsung dengan NovaMute. Selanjutnya, segala sesuatu berjalan dengan sendirinya. De Witte mengirim contoh musik, kemudian diberitahu track mana yang disukai. Kemudian, dia merilis lagu.

2017: Tahun Paling Bermakna de Witte

Sepanjang tahun 2017, de Witte menjalani sejumlah tur dunia. Menurutnya, hal ini merupakan mimpi terbesarnya. Semenjak kecil, de Witte penasaran dan berkeinginan untuk mempelajari budaya lain dan bertemu orang-orang dari seluruh dunia. Menurutnya, bermain musik sekaligus mendapatkan pengalaman tersebut sangatlah menakjubkan. Tambahnya, pada tahun 2017 inilah de Witte mampu bepergian sendirian.

You may also like

Leave a comment