Perjalanan PDJI sebagai Wadah Aspirasi DJ Indonesia

Perjalanan PDJI sebagai Wadah Aspirasi DJ Indonesia Sumber: PDJI

MATA LELAKI - Setiap himpunan atau perkumpulan di Indonesia biasanya memiliki asosiasi untuk bisa menampung dan juga mendapatkan pengakuan sebuah profesi. Termasuk juga dengan profesi DJ yang saat ini semakin menjamur, mereka juga sebagai anggota masyarakat berhak untuk mendapatkan pengakuan profesi. Oleh karenanya, PDJI atau Persatuan Disc Jockey Indonesia didirikan untuk menampung aspirasi mereka.

Ide dari DJ Legendaris Krishyan Tanjung

PDJI sendiri pada awalnya dicetuskan oleh Krishyan Tanjung yang juga dikenal sebagai salah satu DJ legendaris yang dimiliki Indonesia. Saat itu tahun 1984, masa-masa ketika profesi sebagai DJ ini baru saja berkembang. Dirinya bertemu dengan salah satu pengusaha bernama Joneri Kahar yang menjadi pendiri PDJI pada tahun 1984 tersebut.

Cita-cita dari kedua orang ini sebenarnya sederhana, mereka ingin profesi sebagai seorang DJ ini mendapatkan pengakuan dan juga ingin menaikkan harkat dari para DJ. Maklum saja, saat itu profesi DJ memang baru berkembang di Indonesia seiring dengan masuknya musik-musik elektro ke tanah air ini.

Pada tahun yang sama, akhirnya organisasi PDJi ini berdiri dan terpilihlah Joneri Kahar atau yang akrab disapa Bang Joi sebagai Ketua Umum dari PDJI ini. Dua tahun berselang, tepatnya tahun 1986, PDJI mengadakan sebuah ajang DJ yang diberi nama Indonesian DJ Festival atau IDJF. Acara ini digelar secara rutin setiap tahunnya yang diikuti DJ asal Indonesia.

Setiap tahunnya acara IDJF ini selalu menelurkan DJ-DJ berbakat tanah air yang menjadi cikal bakal dari DJ ternama di Indonesia. Akan tetapi, tahun 1987 PDJI harus rela ditinggalkan oleh salah satu pendirinya yakni DJ legendaris Krishyan Tanjung yang meninggal dunia secara mendadak. Meskipun ditinggal pendirinya, PDJI tetap melanjutkan cita-citanya sebagai wadah perekat DJ tanah air.

Vakum Selama 6 Tahun

#
Foto: Beritasatu

 

Musik EDM di Indonesia semakin mendapatkan banyak respon positif dari para pecinta hiburan di tanah air. Apalagi ditambah dengan menjamurnya diskotik di Jakarta yang saat itu bisa beroperasi dengan mudah karena kebijakan Gubernur DKI saat itu. Di saat yang sama juga para DJ mulai bermunculan.

Banyak DJ berbakat yang masih berusia muda naik ke permukaan, dan mereka mampu bersaing di tengah ketatnya dunia hiburan saat itu. Indonesia mengalami kemajuan dalam dunia hiburan di era 80 hingga 90-an, akan tetapi PDJI sebagai wadah organisasi DJ justru harus berjalan di tempat alias mangkrak selama 6 tahun.

Dalam kurun waktu 1995 hingga tahun 2001, PDJI mengalami masa vakum, dan seolah tidak tahu ke mana akan dibawa. Hal ini juga yang menimbulkan banyak pertanyaan dari para DJ yang saat itu mulai memiliki nama di ranah hiburan Indonesia. Para DJ tersebut berpendapat bahwa mereka harus memiliki sebuah wadah untuk bisa meningkatkan kualitas dari DJ yang ada di Indonesia.

Apalagi saat itu kebijakan pemerintah yang membuka keran perdagangan bebas untuk kawasan ASEAN. Sudah pasti, dengan adanya kebebasan ini semakin banyak DJ-DJ asing yang masuk dan menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Hal ini juga secara tidak langsung akan mengancam kualitas serta popularitas DJ tanah air.

Rencana Reaktivasi PDJI

#
Foto: The Society

 

Meskipun PDJI sudah lama ditinggal oleh pendirinya, namun semangat untuk bisa kembali membangun eksistensi PDJI mulai dikobarkan oleh para DJ tanah air. Sehingga mereka memutuskan untuk kembali mengaktifkan PDJI dan membawa PDJi kembali ke jalur yang seharusnya. Apalagi banyak acara kelas dunia yang melibatkan para DJ tanah air.

Wacana untuk kembali menghidupkan PDJI akhirnya terealisasi pada tahun 2013. Beberapa sesepuh dari PDJI dan juga veteran-veteran yang berkecimpung di dunia musik EDM mengadakan pertemuan di sebuah hotel yang ada di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas semua aspirasi dan juga kendala yang dihadapi oleh PDJI saat masa vakum tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Jacky Musrry membahas dokumen mengenai revitalisasi dan reaktivasi organisasi PDJI. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan secara terbuka dengan mengundang para DJ yang hadir. Mereka menyuarakan dan mengutarakan aspirasi mereka terhadap profesi dan juga perkembangan DJ yang ada di Indonesia. Bang Joi memberikan dukungan penuhnya untuk kembali mengaktifkan PDJI ini.

PDJI Kembali Aktif

#
Foto: PDJI

 

Bulan Juli Tahun 2013 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia – Disc Jockey disosialisasikan kepada seluruh pelaku musik EDM. Dalam acara tersebut, hadir juga wakil dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga sangat mendukung untuk pengaktivan kembali PDJI. Akhirnya pada bulan November tahun 2013 organisasi PDJI kembali aktif dengan logo baru, kemudian aspek legal, dan juga rencana untuk deklarasi.

Bang Joi sebagai sesepuh dari PDJI memberikan salah satu unit rukonya yang berada di kawasan Kebayoran Lama untuk digunakan sebagai sekretariat dari PDJI. Dia juga memberikan wewenang kepada pengurus PDJi yang bersifat sementara tersebut untuk mengatur semua keperluan untuk persiapan deklarasi PDJI.

Pada Desember tahun 2013, aspek legalitas yang dimiliki oleh PDJI disosialisasikan kepada para DJ dari berbagai generasi. Dalam acara tersebut juga kepengurusan PDJI secara simbolik diserahkan kepada Jacky Mussry dari Firman Tendry. Secara simbolik mereka juga menandatangani akta notaris yang menunjukkan PDJI sebagai salah satu organisasi yang sah di mata hukum.

Aspek legal dari PDJI ini sebenarnya sudah pernah diproses, namun tidak diketahui secara pasti mengapa proses itu bisa terhenti. Setelah mendapatkan konfirmasi dari tim legal PDJI, mereka mengatakan bahwa PDJI yang dahulu belum terdaftar secara resmi di Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia. Setelah revitalisasi, maka aspek legal tersebut kembali diurus oleh pengurus sementara.

PDJI secara resmi menempatkan kantor sekretariatnya pada tanggal 9 Januari tahun 2014 yang lalu. Acara peresmian dilakukan secara sederhana dengan menggunting pita dan memotong nasi tumpeng. Ke depannya, PDJI berharap selain menjadi wadah perkumpulan para DJI juga menjadi organisasi yang transparan dan demokratis.

Leave a Comment