Perjalanan Alat Musik DJ Sejak Tahun 1877 Hingga Kini

Perjalanan Alat Musik DJ Sejak Tahun 1877 Hingga Kini Sumber: Vice

MATA LELAKI - Berbicara mengenai musik EDM, maka tidak akan terlepas dari alat dan juga perlengkapan yang digunakan oleh sang DJ ketika sedang beraksi di atas panggung. Melihat perkembangan musik EDM yang semakin maju, kami tertarik untuk mengulas lebih lanjut mengenai perkembangan dari alat musik DJ sejak awal mula muncul hingga saat ini.

Mungkin tidak akan ada yang mengira bahwa sebenarnya alat musik ini sudah diproduksi pada tahun 1877. Seiring berkembangnya waktu, hingga saat ini subgenre dari musik EDM ini sudah banyak terpecah, namun masih dalam 1 jalur. Mungkin anda masih asing dengan subgenre Chicago Classic, Tropical dan juga subgenre musik Acid dalam dunia EDM ini.

Semakin banyak subgenre yang muncul, maka perkembangan alat musiknya akan semakin berkembang. Dengan demikian metode dalam memproduksi alat musik EDM ini juga semakin bertambah. Sebagai orang yang menyukai dunia musik EDM, ada baiknya jika anda bisa mengetahui bagaimana perkembangan alat-alat musik EDM ini dari era dahulu hingga modern saat ini.

Berikut ini adalah alur waktu di mana saat alat musik EDM ini mulai muncul sejak tahun 1877.

1877 – 1970

#
Foto: Vice.com

 

Versi awal dari alat musik ini muncul pada tahun 1877 di mana saat itu Thomas Alva Edison mulai membuat alat yang dinamakan dengan Fonograf. Lalu ketika memasuki era modern tepatnya pada tahun 1971, seseorang bernama David Mancuso menggunakan bagian lotengnya untuk membuat sistem suara yang sangat bagus. Dia memisahkan antara suara bass dan juga speaker tweeter.

1971 – 1972

#
Foto: Vice.com

 

Pada medio ini, seseorang bernama Alex Rosner mulai menciptakan alat untuk bermain DJ yang dikenal dengan nama DJ Mixer. Awalnya, alat ini tidak dia komersilkan secara luas dan diciptakan untuk sebuah kelab malam bernama Heaven Club. Baru kemudian pada tahun 1971, alat Mixer DJ ini mulai diproduksi massal. Seri pertama yang dinamakan Bozak CMA-10-2DL mulai dipasarkan dan hampir semua kelab malam di Amerika merasakan imbasnya. Mixer tipe ini memiliki suara yang enak didengar.

Tahun 1972 sepertinya menjadi tahun puncak dari kemunculan musik EDM di mana pada tahun ini juga keluar alat yang memiliki nama turntable muncul seri pertama adalah Technics SL-1200 dirilis. Kelebihan dari alat ini adalah mempermudah sang DJ dalam melakukan Scratching. Tuasnya yang ada di alat ini juga memungkinkan DJ menurunkan kecepatan track disco sebanyak 8 persen dari kecepatan standarnya.

1977 – 1994

#
Foto: Vice.com

 

Mixer yang dikeluarkan oleh salah satu perusahaan asal Amerika Serikat memiliki tipe GLI PMX 7000 di mana mixer ini memiliki tambahan berupa crossfader horizontal. Tambahan di fitur ini memungkinkan untuk membuat transisi kilat. Baru kemudian pada tahun 1994 mulai muncul alat DJ yang memungkinkan orang ingin menjadi DJ namun tidak memiliki piringan hitam. Alat ini menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menjadi DJ dan merupakan gerbang utama menuju DJ digital.

1995 - 2002

#
Foto: Vice.com

 

Dunia musik juga ikut berkembang pada tahun 1995 ini di mana format untuk MP3 mulai jadi standar untuk encoding data audio. Kelebihan dari MP3 ini yaitu banyak data audio yang dikompresi tanpa menghilangkan kualitas dari suaranya tersebut. Baru kemudian pada tahun 2002 salah satu perusahaan asal Belanda mengeluarkan DVC atau Digital Color Vinyl. Fitur dalam alat ini dapat memudahkan DJ dalam mendapatkan kendali di alat turntablenya. Sehingga bisa memanipulasi suara dan juga melakukan looping.

2013 – Sekarang

#
Foto: Vice.com

 

Musik EDM sudah memasuki era digital di mana hampir semua musik yang dihasilkan bisa langsung diunggah ke dunia maya. Pada tahun ini terdapat aplikasi yang memungkinkan DJ untuk melakukan remix terhadap lagu yang akan mereka buat. Pada tahun yang sama pula, Pioneer merilis XDJ Aero yang memungkinkan DJ mengirim sinyal audo ke dalam alat pengendali.

Leave a Comment