Monday Jul 26, 2021 08:03

Pendidikan dan Karier Bagi Kehidupan Seorang Lelaki

Pendidikan dan Karier Bagi Kehidupan Seorang Lelaki

MATA LELAKI - Pendidikan dan karier adalah dua hal yang memiliki hubungan erat dan sifatnya sangat penting untuk diperhatikan dalam hidup seorang lelaki. Tanpa memiliki pendidikan dan karier yang baik, seorang lelaki yang nantinya akan mengisi posisi sebagai kepala keluarga, akan merasa sulit untuk menjalani hidup pada posisi tersebut dalam keluarganya. Dalam artikel yang satu ini, kita akan membicarakan tentang pendidikan dan karier bagi kehidupan seorang lelaki, pasalnya lelaki dituntut memperhatikan dan menjalani dua hal tersebut secara lebih serius. Langsung saja kita simak di bawah ini.

Fungsi Pendidikan

Banyak sekali orang yang tidak menyadari mengenai fungsi utama dari pendidikan, yang menyebabkan pandangan dan cara yang salah dalam menjalaninya. Fungsi utama dari pendidikan adalah persiapan diri menuju jenjang karier yang nantinya pasti akan ditapaki. Pada masa pendidikan inilah, upaya pencarian untuk mengetahui bakat dan kelebihan dalam diri dilakukan. Pendidikan akan mengantar setiap orang yang mejalaninya untuk mengenal kemampuan yang harus dikembangkan, untuk menjadi bekal dalam jenjang karier di masa yang akan datang.

Di sinilah masa untuk menemukan bidang-bidang ilmu yang sesuai untuk mempersiapkan karier. Jadi, akan sangat percuma rasanya jika telah menjalani pendidikan formal hingga level tertinggi (S3) tanpa mengetahui kemampuan atau bekal macam apa yang dapat dibawa untuk menjalani jenjang karier.

Jenjang Karier

Pendidikan dan Karir Bagi Kehidupan Seorang Lelaki
Sumber Gambar : thegooduniversityguide.com

 

Jenjang karier akan dimulai ketika masa pendidikan telah selesai. Semakin cepat pendidikan terselesaikan, maka akan semakin cepat pula jenjang karier dijalani dan hal ini semakin baik. Jenjang karier tentu berhubungan langsung dengan pekerjaan dan upaya pemenuhan kebutuhan yang pasti dimiliki. Seorang lelaki memiliki masa depan yang ditentukan oleh kariernya, bukan ditentukan oleh karir si wanita. Sebaliknya, masa depan wanita tentu akan ditentukan oleh karier yang ia miliki dan karir dari lelaki yang menjadi pasangan hidupnya. Jika si lelaki memahami dengan benar fungsi dari pendidikan yang ia jalani di masa sebelumnya, maka ketika ia melangkah ke dunia karier, dirinya akan lebih mudah untuk mengatasi setiap masalah atau tantangan yang akan didapatkannya.

Adapun karier yang dimiliki, tidak serta merta berhubungan dengan pendidikan yang telah dijalani. Misalnya ketika di masa pendidikan mengambil bidang pendidikan ekonomi dan keuangan, tidak serta merta memiliki karier sebagai seorang akuntan ataupun konsultan finansial, tetapi bidang lainnya namun masih memiliki dasar ilmu pendidikan yang sama.

Inilah mengapa, ada banyak sekali lelaki yang justru memiliki bidang karier atau jenis pekerjaan yang sangat berbeda dengan jurusan pendidikan yang ia jalani di masa lampau. Tak jarang juga kaum lelaki yang justru tidak mau meneruskan bidang pendidikannya ke jenjang karier, sebab ia mengetahui betul kelemahan dan peluang yang dimiliki bidang karier tersebut, ketika ia masih menekuni pendidikan dalam bidang tersebut.

Jika wanita lebih cenderung mencari pekerjaan yang menurutnya nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, berbeda dengan lelaki yang harus mampu mengembangkan karier berdasarkan jenjangnya. Khususnya di era milenial ini, untuk mendapatkan rumah tinggal memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Rumah impian tidak akan didapatkan dengan hanya mengandalkan karier di level bawah, seperti pekerjaan sebagai karyawan dengan gaji UMP.

Bukan bermaksud untuk merendahkan jenis pekerjaan tersebut, namun di sini kita akan coba untuk memahami dunia karier bagi seorang lelaki. Meniti karier sebagai seorang pegawai, jelas bukan menjadi suatu kesalahan namun hal ini akan menjadi salah jika jenjang yang masih rendah tersebut justru menjebak dalam zona nyaman. Jadi, milikilah karir yang memiliki jenjang, jangan terlalu lama berkarier pada level yang biasa-biasa saja, harus ada peningkatan yang diupayakan.

Sisihkan setiap penghasilan yang didapatkan untuk diinvestasikan sebagai passive income atau penghasilan yang sifatnya pasif, yang didapatkan dari usaha tanpa harus terlibat langsung. Ketika menjalani pekerjaan di level yang rendah, tentu akan ada banyak ilmu lainnya yang didapatkan, sebagai pengembangan dari apa yang telah didapatkan dalam masa pendidikan. Ilmu tersebut akan sangat berguna di masa selanjutnya, ketika mengupayakan untuk membuka usaha atau bisnis pribadi.

Masa depan seorang lelaki yang memiliki karier sebagai pengusaha, jelas berbeda dengan masa depan yang dimiliki seorang lelaki dengan karier sebagai pegawai. Ingatlah, di masa yang akan datang setiap lelaki akan memiliki peranan sebagai kepala keluarga, artinya segala sesuatu yang menyangkut dengan keluarga menjadi tanggungjawabnya, terutama pemenuhan kebutuhan. Jadi, kejarlah jenjang karier tertinggi yang dapat ditapaki sebelum menikah, karena masa depan seorang lelaki dan keluarganya akan ditentukan pada masa tersebut.

Pendidikan dan Karir, Mana yang Lebih Penting?

Pendidikan dan Karir Bagi Kehidupan Seorang Lelaki
Sumber Gambar : brinknews.com

 

Pertanyaan yang satu ini terdengar sederhana, namun membutuhkan jawaban yang cukup kompleks dan banyak orang yang justru menjawabnya dengan salah. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menjadi dasar pemikiran dari seorang lelaki terhadap pendidikan dan karier yang menentukan secara langsung masa depan seperti apa yang akan ia miliki. Jawaban dari pertanyaan di atas, tentu karier yang jauh lebih penting. Jika anda masih bingung mengapa karier lebih penting, maka anda bisa mengulangi membaca poin-poin sebelumnya.

Salah satu hasil dari dasar pemikiran yang salah atas pertanyaan di atas tadi, adalah mementingkan tingkatan pendidikan. Banyak sekali orang yang justru berusaha untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya hingga mendapatkan gelar Doktor atau S3. Apakah yang semacam ini benar? Jawabannya tentu tidak selalu, bahkan kebanyakan kasus justru tergolong berlebihan.

Sebaliknya, kejarlah ilmu yang memang sesuai dengan minat atau ketertarikan yang dimiliki, cocok sebagai bekal untuk menapaki jenjang karier. Selebihnya, kita dapat mengalihkan fokus dan perhatian untuk menjalani dan mengupayakan kemajuan dalam karier itu sendiri. Jadi, jangan terpaku pada pendidikan saja, apalagi jika ada yang didesak oleh kedua orangtuanya untuk menapaki pendidikan di level tertinggi. Dapat dipastikan hanya sebagian dari ilmu yang didapatkan dalam pendidikan yang akan berguna ketika menjalani karier, selebihnya menjadi sesuatu yang berlebihan dan menjadi pasif. Apalagi, jika berusaha untuk menempuh pendidikan tertinggi dengan didasari atas gengsi, karena anggota keluarga besar semuanya memiliki latar belakang pendidikan yang gemilang.

Akan lebih menyenangkan rasanya, memiliki status sebagai seorang pengusaha sukses dengan latar pendidikan yang seadanya, daripada seorang dengan gelar Doktor namun hanya kembali ke dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar, kecuali jika itu memang merupakan cita-cita sejak awal.

You may also like

Leave a comment