Sunday Jun 26, 2022 14:24

Nabila Sulthana, Atlet E-Sports yang Menyuarakan Kesamaan Gender

Nabila Sulthana, Atlet E-Sports yang Menyuarakan Kesamaan Gender

MATA LELAKI - Dunia digital merupakan dunia yang saat ini banyak dimasuki oleh para kaum milenial di Indonesia, dan di sana mereka bisa meniti kariernya dengan baik. Kali ini kami akan mengajak anda berkenalan dengan salah satu Gamecaster bernama Nabila Sulthana yang juga merupakan salah satu atlet E-Sports dari cabang Counter Strike: GO.

Wanita cantik yang satu ini lahir pada tanggal 9 November tahun 1996 silam. Meskipun saat menjadi atlet E-Sports, dirinya masih menempuh pendidikan, Nabila tetap tidak melupakan kewajibannya sebagai pelajar. Dia tidak mengesampingkan profesi sebagai atlet E-Sports tersebut, dan tetap fokus untuk menyelesaikan pendidikannya saat kuliah beberapa tahun yang lalu tersebut.

Dia banyak hambatan dan rintangan yang juga harus dihadapi oleh Nabila ketika dirinya sedang beraksi di arena E-Sports. Dirinya mengatakan bahwa perbedaan persepsi antara dirinya dan juga anggota tim ketika sedang bertanding memang sebuah hal yang sering terjadi. Akan tetapi, sebagai rekan satu tim, mereka memiliki solusinya sendiri untuk bisa mengatasi hal tersebut.

Mengesampingkan ego yang dimiliki oleh masing-masing anggota tim adalah hal yang mereka lakukan. Hal itu untuk menjaga kekompakan tim dan juga untuk kemajuan timnya. Selain itu dari segi sifat, mengesampingkan ego adalah salah satu proses yang harus dilalui untuk bisa menjadi seorang yang dewasa. Itulah pedoman tim yang diterapkan Nabila dan kawannya.

Nabila Sulthana, Atlet E-Sports yang Menyuarakan Kesamaan Gender
Foto: Instagram

 

Melihat dunia digital, khususnya E-Sports yang saat ini sedang menjadi tren di kalangan anak muda, Nabila memiliki pandangannya sendiri. Menurutnya, tim E-Sports yang ada saat ini haruslah memiliki komposisi seimbang yakni antara wanita dan laki-laki harus sama. Hal tersebut yang menurutnya tim E-Sports yang ideal.

Akan tetapi, menurut Nabila im E-Sports yang ada saat ini masih banyak yang belum seimbang dari segi kompisisi. Ada tim E-Sports yang diisi hanya oleh kaum pria, dan begitu juga sebaliknya ada tim E-Sports yang isinya khusus wanita saja. Padahal jika digabungkan, keduanya bisa menjadi tim yang sangat kuat dan solid.

Menjadi atlet E-Sports seperti saat ini, menurut nabila hambatannya tidak saja dari segi teknis ketika bermain, namun juga dari segi nonteknis. Hal ini juga yang dialami sendiri oleh Nabila di mana dirinya mendapatkan komplain dari orangtuanya yang kuran setuju dengan profesi ini. Bahkan hingga dirinya mendapatkan sponsor pun, terkadang orangtuanya suka protes.

Nabila sendiri masih memaklumi jika orangtuanya terkadang suka melontarkan pernyataan keberatan dengan profesinya itu. Namun, dirinya juga mengakui jika naluri orangtua adalah tidak ingin anaknya terjerumus ke hal yang negatif. Seperti diketahui, masih banyak yang berpandangan negatif terhadap dunia game yang saat ini sudah masuk ke cabang olahraga elektronik.

Nabila Sulthana, Atlet E-Sports yang Menyuarakan Kesamaan Gender
Foto: Instagram

 

Dirinya juga menceritakan bahwa dulu orangtuanya sering memarahi dirinya ketika Nabila asyik bermain game. Akan tetapi hal itu terjadi lantaran Nabila belum memenuhi kewajibannya yaitu belajar, kemudian ibadah, atau belum makan. Jika memang dirinya sudah menunaikan kewajibannya tersebut, orangtuanya pasti akan memperbolehkan bermain game.

Sebagai seorang wanita yang banyak menghabiskan waktu di dunia game, tentu saja dirinya memiliki beberapa permainan favorit. Counter Strike: Global Offensive sudah pasti masuk ke dalam daftar game favorit dari Nabila. Namun, di luar itu dirinya memiliki beberapa permainan favorit. Seperti misalnya Harvest Moon dan juga serial game The Sims.

Nabila juga menceritakan, tidak semua game itu bisa memberikan dampak buruk. Dia memberikan contohnya dari permainan favoritnya yakni The Sims. Dalam permainan The Sims itu, seorang karakter akan berperan sebagai warga biasa yang juga harus membangun hubungan sosial. Di situ diajarkan juga bagaimana caranya melatih imajinasi psikologis agar bisa bermanfaat di kehidupan nyata.

Berikutnya, Nabila juga menuturkan bahwa dalam permainan Harvest Moon, seorang pemain harus bisa menjadi seorang petani yang sukses. Menurut Nabila, dalam permainan ini juga dirinya diajarkan untuk bekerja keras dan harus bersusah payah terlebih dahulu sebelum nanti pada akhirnya bisa menikmati hasilnya. Dan hal tersebut memberikan kepuasan tersendiri bagi para pemainnya.

Nabila Sulthana, Atlet E-Sports yang Menyuarakan Kesamaan Gender
Caption

 

Dalam permainan tersebut juga dirinya harus pandai-pandai mengatur kegiatan ekonomi di mana semua pengeluaran dan juga pemasukannya akan sangat dihitung. Sehingga secara tidak langsung, permainan tersebut mengajarkan kita bagaimana mengatur manajemen dengan baik. Itulah yang dimaksud Nabila bahwa tidak semua permainan itu memiliki sisi negatif.

Namun, tentu saja semuanya kembali lagi kepada para pemainnya. Bagaimana cara mereka menanggapi pesan yang disampaikan dalam game tersebut. Sebab, ada kalanya orang yang tidak mau berpikir panjang hanya mencari kesenangan saja dari sebuah game tanpa menikmati sisi positif yang ada dari permainan tersebut. Pandangan seperti itu yang harus dikesampingkan.

Melihat banyaknya tim E-Sports yang berkualitas saat ini, membuat Nabila memiliki pendapatnya tersendiri. Dirinya masih terus meenyuarakan keadilan, khususnya bagi para atlet E-Sports wanita yang dinilai masih belum banyak mendapatkan tempat. Dalam artian, kemampuan mereka masih banyak dipandang sebelah mata yang ditunjukkan dengan pembentukan tim yang terdiri dari satu gender saja.

Nabila Sulthana, Atlet E-Sports yang Menyuarakan Kesamaan Gender
Foto: Instagram

 

Nabila mengatakan bahwa saat ini, khususnya di Asia belum ada kualifikasi khusus tim E-Sports wanita. Kecuali jika kompetisinya diadakan di Negara-negara Eropa dan juga Negara di kawasan Amerika Utara. Tim E-Sports yang ada di Asia seolah-olah masih dianaktirikan, padahal mereka semua memiliki kualitas dan juga kemampuan bermain yang tidak kalah baiknya.

Salah satu harapan Nabila terhadap E-Sports ini, selain terus berkembang tentunya tim-tim dari kawasan Asia bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk diakui. Sebab, jika semua bangsa bisa bersatu dalam sebuah arena E-Sports, maka akan menjadi sebuah pertarungan yang samgat menarik. Ibaratnya seperti pertarungan antar bangsa yang akan menjadi juara dunia.

You may also like

Leave a comment