Wednesday Aug 10, 2022 10:00

Mengenal Lebih Dalam Seputar Fetish

Mengenal Lebih Dalam Seputar Fetish

MATA LELAKI - Fetishism atau yang sering disebut dengan kata fetish, merupakan ketertarikan atau kecenderungan hasrat seksual pada suatu hal yang sifatnya abnormal (tidak umum). Fetishism dapat juga diartikan sebagai bentuk ketertarikan pada objek lain selain organ intim lawan jenis, dalam konteks seksual. Dalam beberapa dekade belakangan, banyak peneliti dari kalangan psikolog yang terus mencoba menggali informasi mengenai fetish, namun hingga saat ini fetish masih memiliki banyak sekali variable yang tidak terpecahkan.

Fetishism sendiri memiliki berbagai bentuk ketertarikan yang berbeda, mulai dari ketertarikan seksual pada organ tubuh tertentu, ataupun juga pada aksesoris di luar organ tubuh itu sendiri. Misalnya, seseorang memiliki fetish atas organ tubuh berupa jempol kaki wanita. Pria tersebut akan merasa terangsang ketika melihat secara detail atau dekat dengan jempol kaki yang sesuai dengan kriteria fetishnya.

Contoh lainnya adalah fetish dari aksesoris tubuh, seperti stocking wanita. Pria yang memiliki fetish jenis ini, akan mendapatkan rangsangan seksual dari objek berupa stocking wanita (biasanya berwarna hitam) dan pria tersebut akan memiliki kecenderungan “berhubungan intim” dengan wanita yang memakai stocking tersebut. Hal tersebut akan memberikan rangsangan seksual yang jauh lebih besar kepada dirinya, dibandingkan ketika berhubungan dengan wanita tanpa menggunakan stocking tersebut.

Fetish
Sumber : Instagram @dirtymindinmyhead

 

Lalu, apakah hal ini termasuk hal yang wajar atau tidak? Sesuai dengan yang disebutkan di atas, bahwa fetish cenderung mengarah pada hal yang abnormal, maka banyak peneliti atau pakar seksolog yang mengkategorikan fetish sebagai penyakit atau suatu penyimpangan seksual. Sebab sekali lagi, fetishism mengacu pada ketertarikan yang tidak atau kurang lazim.

Dalam beberapa kasus, pria yang memiliki fetishism atau ketertarikan dengan ketiak wanita (“armpit fetish”), akan cenderung lebih merasa terangsang ketika melihat bagian ketiak wanita, dibandingkan ketika dirinya melihat bagian yang lebih “private” seperti payudara. Contoh lainnya yang sedikit lebih tinggi dari “armpit fetish” adalah ketertarikan dengan aksesoris seperti tanktop berwarna hitam. Menurut kebanyakan pengidap “armpit fetish”, mereka lebih tertarik berhubungan seks dengan wanita yang tetap mengenakan tanktop berwarna hitam atau putih, dibandingkan dengan tanpa mengenakan tanktop tersebut, alias telanjang 100%.

Ketika ditanyakan mengenai alasan dari hal tersebut, semuanya mengarah pada hal yang sama, yakni keberadaan tanktop yang tetap dikenakan oleh si wanita, akan mempertegas penampilan “indah” dari ketiak pasangannya. Beberapa pria yang sempat ditanyai seputar fetish tipe ini, bahkan sempat mengakui bahwa mereka memberikan materi yang lebih banyak kepada wanitanya untuk merawat ketiak, dibandingkan dengan perawatan wajah.

Fetish
Sumber : Instagram @dirtymindinmyhead

 

Selain “armpit fetish”, masih banyak bentuk fetishism lainnya yang dapat ditemukan seperti ketertarikan pada kaki (foot fetish), ketertarikan pada bahu wanita, bentuk paha dan kaki yang jenjang, hingga ketertarikan pada wanita yang memiliki rambut “bondol”. Semua hal tersebut memberikan rangsangan seksual “tersendiri” terhadap mereka yang memiliki fetish yang cocok. Demikian juga dengan fetishism dari sisi aksesoris tubuh, beberapa contoh fetish yang sering ditemukan adalah ketertarikan pada pakaian dalam wanita seperti celana dalam minimalis, bra, tanktop, demikian juga stocking hingga kunciran rambut dan gelang kaki.

Selain dari objek aksesoris dan tubuh manusia, banyak juga fetishism yang lebih mengarah pada perilaku atau tindakan yang juga masih berkaitan dengan dua kecenderungan fetishism sebelumnya, contohnya seperti tindakan wanita yang sedang menguncir rambut dan memperlihatkan ketiaknya secara detail, ataupun juga penampilan penuh keringat sehabis olahraga dan sejenisnya. Untuk fetishism yang menyangkut penampilan berkeringat, biasanya si pria akan mengajak wanitanya untuk bercinta di toilet atau kamar mandi, membasahi tubuh si wanita dengan air untuk menggantikan ketertarikannya dengan penampilan “bermandikan keringat”. Ada juga fetish yang mendorong aktivitas seksual yang menggunakan skenario tertentu, seperti skenario penculikan disertai pemerkosaan, atau juga skenario bimbingan belajar dan sebagainya.

Fetish
Sumber : Instagram @dirtymindinmyhead

 

Satu hal lainnya yang perlu diketahui menganai fetishism, bahwa fetishism tidak hanya dimiliki oleh kaum laki-laki namun juga oleh kaum wanita. Hal ini membuat ketertarikan dalam konteks fetishism ini, dijadikan satu cara atau trik untuk menaklukkan wanita. Misalnya ada wanita yang memiliki fetishism terhadap pria yang memiliki “brewok” dan kehadiran “brewok” dalam wajah si pria, akan menjadi objek utama yang ia perhatikan dan menomorduakan ketampanan. Atau juga fetish terhadap pria dengan kepala “botak”, hingga bentuk tubuh yang kekar.

Banyak pria yang sedang berupaya mendekati atau menaklukkan hati wanita yang menjadi “gebetannya”, akan berusaha mengetahui fetish dari si wanita (bila si wanita memiliki fetish tertentu) dan ketika si pria mengetahui fetish dari si wanita tersebut, maka si pria akan menyesuaikan penampilannya dengan fetish si wanita dan hal tersebut akan membuat si pria lebih mudah untuk membuat si wanita merasa tertarik dengannya.

Fetish
Sumber : Instagram @dirtymindinmyhead

 

Banyak orang yang menilai bahwa fetishism ini merupakan hal yang wajar, namun sebetulnya hal ini hanya berlaku untuk para “pemilik” fetish dengan tingkatan awal atau rendah. Sebab, fetishism juga memiliki level atau tingkatan tertentu. Pada tingkatan menengah atau tinggi, fetishism akan mengubah perilaku seksual seseorang secara total. Seperti yang dapat kita temukan di salah satu forum tanya jawab bersama dokter dan psikolog, ada seorang pria yang menanyakan solusi seputar fetish yang dia miliki, yaitu ketertarikan terhadap pakaian dalam wanita. Pria tersebut menjelaskan bahwa fetish yang ia miliki memiliki dampak perubahan perilaku seksualnya, dimana pada akhirnya dirinya menjadi sangat menyukai berfantasi seks, dengan melakukan onani sambil menciumi celana dalam wanita terutama yang habis digunakan.

Pria tersebut juga mengatakan bahwa dirinya lebih tertarik melakukan hal tersebut dibandingkan dengan menonton video porno, ataupun melakukan aktivitas seks secara lazim dengan wanita. Hal ini termasuk pada fetishism dengan tingkatan menengah keatas yang secara jelas mengubah perilaku seksual dan sifatnya harus anda hindari. Belum ditemukan metode penyembuhan yang terbukti ampuh dan efektif untuk fetishism tingkatan tersebut, beberapa peneliti mencoba untuk membiasakan aktivitas seksual yang sifatnya normal kepada pasiennya, namun hal tersebut masih belum memenuhi harapan.

Namun jika fetishism yang anda miliki baru sebatas ketertarikan atau gemar melihat ketiak mulus wanita (armpit fetish) atau tertarik pada wanita dengan potongan rambut “bondol” dan tidak mendorong anda pada perilaku seks yang menyimpang, maka hal ini masih tergolong aman.

You may also like

Leave a comment