Menengok Karier Gemilau DJ Muda Martin Garrix

Menengok Karier Gemilau DJ Muda Martin Garrix Sumber: youtube.com
MATA LELAKI - Siapa yang tidak kenal dengan DJ muda satu ini? Rasanya, anda pasti sudah sering mendengar lagu ciptaan dirinya di berbagai tempat dan acara. Martin Garrix, berhasil menjadi DJ nomor 1 dunia dan termuda tahun 2016. Dirinya saat itu, masih berusia 20 tahun. Yup, Martin Garrix sendiri, dikenal sebagai seorang produser rekaman, musisi, dan komposer yang lahir di Amsterdam, Belanda 14 Mei 1996, dengan nama lahir Martin Gerrard Garritsen. 
 
Dirinya pertama kali mengetahui musik EDM, saat datang ke Opening Ceremony Olimpiade Yunani pada tahun 2004. Saat itu ada DJ Tiesto, yang sedang tampil dan dirinya saat itu langsung tertarik dengan profesi sebagai DJ dan genre musiknya. Sejak saat itulah Martin mulai mempelajari seluk-beluk musik EDM. Apalagi dirinya juga tinggal di lingkungan musik progressive dan trance, membuat dirinya langsung klop dengan genre Electronic Dance Music (EDM), terutama genre Progressive.
 
#
Sumber: DJ Mags
 
 
Ketenaran DJ muda satu ini, dimulai saat ia meliris lagu BFAm dan juga Just Some Loops di tahun 2012. Hebatnya lagi, ia masih 16 tahun dan sudah berkolaborasi dengan idolanya, yaitu DJ Tiesto. Bakatnya tersebut, langsung diorbitkan dalam sebuah proyek kolaborasi, antara TV Noise yang juga muncul di album kompilasi Loop Masters berjudul Essentials. Sehingga, bakat dari dirinya tersebut itu, langsung menarik dan dilirik oleh sebuah label rekaman Spinnin Records, sekaligus merilis album pertama bertajuk "Error 404".
 
Setelah dirinya mulai terkenal, dengan pembawaan musik EDM. Martin Garrix sendiri, mulai beradaptasi dengan para seniornya, mulai dari Afrojack, Dimitri Vegas, Like Mike dan juga Usher. Semuanya, menghasilkan lagu-lagu hits yang bertahan di tangga nada lagu Billboard. Satu tahun berikutnya, Martin bersama dengan label merilis sebuah single berjudul "Animals", dan lagu tersebut langsung populer di chart EDM seluruh Eropa dan berhasil mengangkat derajatnya menjadi DJ muda yang berhasil meraih tempat pertama di Beatport. Tidak hanya itu, bersama dengan Sander Van Doorn, dan juga DJ Dimitri Vegas & Like Mike, Garrix membuat serta meluncurkan sebuah proyek remix yang langsung meroket di nomor 1 tangga lagu Beatport, bahkan lagu tersebut tercatat di DJ Magazine's Top 100 sebagai DJs list di posisi 40.
 
Setelah beberapa kali menempuh dan mendapatkan berbagai prestasi, tampaknya Garrix masih lapar dan terus ingin berkarya. Pada tahun 2014 saja, dirinya membuat mini album berjudul "Gold Skies" yang berisi lagu-lagu populer seperti, "Animals", "Wizard", "Tremor", "Gold Skies" dan juga "Proxy". Satu tahun kemudian ia meliris kembali album mini berjudul " Break through" dimana pada tahun tersebut, fanpage-nya di Facebook berhasil menembus 10 juta penggemar. 
 
Karena kerja kerasnya dalam berkarya, tidak salah dirinya masuk ke dalam 10 DJ terkaya versi majalah Forbes.

Leave a Comment