Menelusuri Underground Dunia Malam Bogor

Menelusuri Underground Dunia Malam Bogor

Matalelaki.com - Kota Bogor terkenal dengan sebutannya Kota Hujan karena di kota ini curah hujan yang turun setiap tahunnya sangat tinggi. Pada zaman kolonial Belanda, kota Bogor dijadikan sebagai kota singgah bagi para Gubernur Jenderal yang menjabat saat itu. Seiring berjalannya waktu, ada banyak kisah dan juga hal – hal unik yang bisa diulik dari kota yang juga mendapatkan julukan Kota 100 angkot ini. Salah satu penelusuran menarik yang bisa disimak adalah kehidupan dunia malam Bogor yang penuh dengan lika – liku fenomena underground nya. Seperti apa sajakah underground kota Bogor di malam hari? Berikut adalah ulasannya untuk anda.

 

#
Foto: Jabarnews

Dunia malam identik dengan kehidupan yang serba rahasia dan juga kehidupan yang tidak ingin dilihat banyak orang. Begitu pun juga dengan para pelaku dunia malam tersebut yang seolah tidak ingin kegiatannya terkekspos masyarakat, namun keberadannya ingin diakui. Salah satu lokasi di Bogor yang menjadi tempat favorit para pelaku dunia malam adalah kawasan Kemang. Kawasan yang ramai oleh pusat perbelanjaan ini menjadi tempat berkumpulnya para PSK di malam hari. Sudah bukan rahasia umum bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. Meskipun sudah beberapa kali digaruk oleh petugas, keberadaan mereka seolah seperti tidak pernah habis.

Ada selentingan yang mengatakan bahwa PSK yang berada di sana bermain mata dengan oknum pihak berwajib. Meskipun informasi tersebut belum bisa dikonfirmasi keakuratannya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa PSK yang terejaring razia, biasanya akan kembali mangkal di lokasi yang lama. Meskipun dari pihak Dinas Sosial memberikan keterampilan kepada PSK yang terjaring tersebut, namun tetap saja diantara mereka ada yang membandel.

#
Foto: Tribunnews

 

Keberadaan para PSK di lokasi tersebut memang dibenarkan oleh warga sekitar yang sudah lama bermukim di daerah Kemang. Selain itu, banyaknya kos – kosan dan mess di lokasi tersebut seolah menguatkan pandangan bahwa praktek prostitusi di sana seolah menjadi hal yang tidak bisa dibendung lagi. Memang, dari sebagian PSK tersebut lebih memilih untuk berkencan di hotel – hotel kelas melati dengan tarif kamar berkisar antara 100 hingga 200 ribu rupiah per malamnya. Namun, tidak sedikit pula yang menjadikan lokasi kos – kosan atau messnya tersebut sebagai kamar untuk menikmati cinta satu malam.

Leave a Comment