Kriteria Wanita yang Tidak Layak untuk Diperjuangkan

Kriteria Wanita yang Tidak Layak untuk Diperjuangkan Sumber: merdeka.com

MATA LELAKI - Banyak sekali lelaki yang hanya memandang paras kecantikan serta penampilan fisik dari seorang wanita, ketika mereka mencari dan mengejar seorang kekasih, padahal hal ini sangat fatal. Tidak hanya soal kecantikan, ada begitu banyak hal yang tidak dapat dikesampingkan ketika hendak memasang target pada seorang wanita yang hendak dijadikan kekasih, untuk menjalin hubungan asmara.

Jika hanya mementingkan kecantikan dan penampilan fisik yang indah, tentu akan terjadi banyak masalah dan hambatan di kemudian hari dan oleh karena itu, seorang lelaki harus memiliki kriteria wanita yang memang layak untuk dikejar atau diperjuangkan. Untuk hal yang satu ini, tentu masing-masing lelaki memiliki kriterianya masing-masing, namun ada kriteria tertentu dari seorang wanita yang tidak layak untuk diperjuangkan, apalagi hingga ke jenjang pernikahan. Lalu, apa saja kriteria wanita yang tidak layak untuk diperjuangkan ? Mari kita simak berikut ini.

Pemarah dan Gemar Berargumentasi

Kriteria Wanita Yang Tidak Layak Untuk Diperjuangkan
Sumber : psychcentral.com

 

Kriteria yang pertama adalah karakter pemarah dan sangat gemar atau cenderung mengajak berargumentasi. Seorang wanita yang mudah marah, jelas bukan merupakan wanita yang patut untuk diperjuangkan, sebab dari hal-hal kecil saja akan timbul masalah yang besar. Banyak sekali kaum lelaki yang berusaha untuk mengabaikan hal ini, sebab sang wanita yang ia perjuangkan memiliki paras cantik dan penampilan tubuh yang indah. Padahal karakter wanita pemarah tentu akan membuat batin tertekan, sebab sang lelaki akan dituntut untuk selalu mengalah dan terus berlanjut sepanjang hubungan tersebut berlangsung. Selain pemarah, wanita yang selalu memberikan alasan atas setiap arahan ataupun teguran yang diberikan oleh lelaki yang menjalin hubungan dengannya, juga tidak layak untuk diperjuangkan. Sebab, mereka akan cenderung sulit diatur dan akan sangat sulit mengarahkannya, si wanita akan selalu berusaha mencari pembenaran atas setiap sikat atau tindakannya.

Terlalu Bergantung Pada Orang Tua

Poin kedua ini berbicara tentang kemandirian dalam pola hidup, bukan kemandirian secara finansial. Seorang wanita yang bergantung pada orang tua dalam hal keuangan, tidak membawa kesan buruk baginya, sebab hal ini normal terjadi kendati harus ada batasannya. Sedangkan seorang wanita yang tidak lagi bergantung pada orang tua dalam hal keuangan, jelas menjadi nilai tambah bagi dirinya. Ketergantungan pada orang tua dalam konteks ini, mengacu pada seberapa besar campur tangan orangtua pada kehidupan si wanita terkait. Jika setiap kali hendak mengambil keputusan, si wanita selalu menelpon ibunya atau orangtuanya, maka hal ini menjadi indikasi buruk. Ketergantungan si wanita pada orang tua, akan mengundang campur tangan berlebihan dari orangtua si wanita, termasuk juga dalam hubungan asmara, apalagi hingga jenjang pernikahan. Anda bisa bayangkan jika anda sudah menikah dengannya dan setiap hari ibu mertua anda selalu menelpon istri anda, untuk mengatur segala sesuatunya, bahkan untuk urusan rumah tangga anda dengan istri anda. Untuk itu, berusahalah untuk membedakan antara kontrol dari orang tua, dengan campur tangan dari orangtua terhadap kehidupan sehari-hari si wanita.

Tipikal Wanita Bossy dan Gemar Memaksakan Kehendak

Kriteria ketiga berbicara soal tipikal wanita yang suka memerintah dan cenderung memaksakan kehendak. Biasanya hal ini berkaitan juga dengan poin pertama tadi, mereka akan cenderung mudah marah dan ‘ngambek’ ketika permintaan atau perintahnya tidak dituruti. Seorang gadis yang layak untuk diperjuangkan, akan lebih memilih untuk mengerti dan memahami, mengapa si lelaki tidak segera mengikuti permintaan atau arahan yang ia berikan, ketimbang ‘ngambek’ atau marah. Hal ini juga berhubungan dengan kedewasaan dalam mengambil keputusan dan bersikap terhadap orang yang memiliki hubungan dekat dengannya. Wanita yang sering memaksakan kehendak dan memiliki tipikal bossy, akan menempatkan dirinya sebagai ‘kepala’ yang tentunya akan mengatur semua aspek dalam hidup si lelaki dan hal ini sangatlah tidak bagus. Pasalnya, akan sangat mudah menjadi pemantik konflik dalam hubungan asmara, apalagi hingga berumah tangga.

Cenderung Kekanak-kanakan

Kriteria Wanita Yang Tidak Layak Untuk Diperjuangkan
Sumber : myfaithradio.com

 

Dalam poin sebelumnya juga sempat menyinggung tentang hal ini, namun ketergantungan pada orangtua dalam pola hidup, hanya salah satu contoh dari sikap kekanak-kanakan. Dalam konteks ini, juga berbicara soal keinginan, sisi psikologi, mindset hingga pengelolaan akan keuangan. Jika si wanita yang dikejar ternyata tidak mampu membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan serta memiliki mindset yang cenderung tertutup atau berkeras pada pendiriannya tanpa mau mempertimbangkan masukan dari orang lain, maka wanita tersebut bukan merupakan sosok pribadi yang patut untuk diperjuangkan. Anda akan merasa lelah sendiri, jika memperjuangkan wanita yang memang memiliki sifat kekanak-kanakan, anda tidak akan pernah berhasil melakukan ‘rekonsiliasi’ dengannya.

Mudah Dipengaruhi Lingkungan Sekitar

Karakter yang selanjutnya berbicara soal pendirian dan pandangan hidup. Wanita yang tidak memiliki pendirian dalam hidupnya, tentu akan cenderung mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, terutama dari omongan-omongan teman-temannya ataupun orang lain yang ada di sekitarnya. Sebab, dirinya memang tidak memiliki landasan untuk mempertimbangkan mana yang baik dan benar dan patut diikuti, serta mana yang salah dan harus dihindari. Jika si wanita sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, maka dirinya akan cenderung berubah-ubah dan sulit untuk diarahkan, apalagi jika dirinya memang lebih cenderung mendengarkan perkataan orang lain ketimbang mencari kebenaran dari hal-hal yang ia temukan. Masukan-masukan yang tidak benar yang ia ikuti, jelas akan merusak segala sesuatunya, termasuk juga dalam urusan percintaan atau asmara, hal ini jelas akan berdampak fatal.

Leave a Comment