Kisah Terapis Plus Plus Asal Batam dengan Tarif Rp 400 Ribu

Kisah Terapis Plus Plus Asal Batam dengan Tarif Rp 400 Ribu Sumber: visitmode.com

MATA LELAKI - Seperti artikel yang sudah ditulis sebelumnya, Batam memang terkenal akan kota dengan kehidupan dunia malamnya. Letaknya yang strategis, tidak heran Batam banyak dikunjungi turis dari negara-negara tetangga. Terutama negara Singapura, yang menghabiskan liburan untuk bersantai di resort kota Batam dan wisata kuliner. Di Batam, banyak turis-turis yang mencari kenikmatan di berbagai tempat di Batam. Mulai dari tidur dengan PSK Indonesia, drugs sampai menikmati pijat plus-plus di kota Batam.

#
Sumber : Jakarta100bars

 

Saat anda melangkahkan kaki ke pulau Batam, apalagi pada malam hari, anda akan mendapatkan senyuman manja, dari para bidadari di pinggir gedung yang menjajakan diri. Sebut saja salah satunya adalah Ima, yang sudah menjadi terapis selama hampir 8 tahun. Janda satu anak ini memutuskan untuk menjadi pemijat karena kebutuhan ekonomi akibat suaminya meninggal. Berasal dari Jawa Tengah, Ima di pagi hari hanya sebagai karyawan toko biasa. Tapi di malam hari, ia berubah menjadi wanita penghibur sebagai terapis untuk memuaskan nafsu pria hidung belang.

Ima sendiri cukup selektif dalam memilih tamunya, ia hanya ingin melayani tamu yang merawat tubuh dengan baik dan mempunyai tubuh yang sehat. Ima sendiri, hampir sama dengan para PSK lainnya di kota Batam, yang tidak suka pria yang bau badan, jorok dan terlihat kurang merawat tubuh. Pria India, banyak ditolak PSK, karena punya ciri-ciri di atas.

Untuk tarif pijat sendiri, Ima membuka harga mulai dari Rp 400 ribu. Tarif itu hanya untuk pijat saja, untuk kegiatan lain di luar pijat dan minta "jatah", maka bisa naik dua kali lipat. Harga juga tergantung kesepakatan dengan customer. Bisa nego, dan yang paling penting kedua belah pihak terpuaskan. Satu dapat duit, satu dapat kepuasan seksual.

Sama seperti kebanyakan wanita lainnya, rata-rata terapis dari Batam berasal dari kota Indramayu, Cirebon dan Ciamis. Di Batam mereka tinggal di ruko atau apartemen, dan kehidupannya dijamin oleh "panitia" yang membawa mereka ke kota Batam. Untuk layanan pijatnya sendiri, Ima mengatakan bahwa para costumer rata-rata adalah orang Singapura atau Chinese. Rata-rata mereka suka pijat dengan cream, dan biasanya diakhiri dengan hj atau bj. Kalau ada yang minta lebih, Ima biasanya menggunakan kondom, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Leave a Comment