Friday Aug 12, 2022 09:30

Keren Habis! We The Fest 2019 nan Heboh dan Liar Bergelora

Keren Habis! We The Fest 2019 nan Heboh dan Liar Bergelora

MATA LELAKI - Festival musik We The Fest 2019 menjadi salah satu gelaran wajib para pecinta seni Indonesia. Acara heboh yang diselenggarakan Ismaya Live itu dimulai tanggal 19 Juli 2019 sampai tanggal 21 Juli dengan berlokasi venue di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Serunya WTF 2019 heboh dan liar
Sumber foto : detikhot

 

Sejumlah musisi dalam dan luar negeri siap memeriahkan setiap acara WTF 2019, bahkan sejak hari pertama We The Fest. Artis mancanegara diwakili oleh Troye Sivan, Alvvays, Bazzi, Cade, Capital Cities, Dean, San Holo, Rad Museum, dan beberapa nama bekan lainnya.

Sementara untuk punggawa seni dari dalam negeri yakni Dewa 19 feat Ari Lasso dan Dul Jaelani, Fourtwnty, Gerald Situmorang, Sal Priadi, Sore, The Adams, dan Tuan Tigabelas menjadi sebagian penampilan yang positif mengambil tempat pada ajang tahunan ini. Hari pertama We The Fest 2019 dijadwalkan mulai pada pukul 17.00 WIB till it drop. Para pengisi acara nantinya beraksi di empat panggung yang disediakan, ditambah satu panggung untuk keberagaman art lainnya.

Selain konser, serangkaian kegiatan dalam tajuk Beyond The Music ini siap membuat We The Fest 2019 semakin wajib untuk dihadiri. Misalnya saja, WTF Cinema Club yang dijadwalkan untuk memutar berbagai genre film-film pendek tiap harinya selama ajang We The Fest 2019. Atau Art Village yang menjadi tempat seniman aktif berpartisipasi atau berkarya, atau sekedar mengikuti workshop, Eats & Beats, WTF Con, Ladies Lounge, area baru WTF Park, dan sebagainya.

Sebagai catatan, khusus bagi Dewa 19, panggung We The Fest 2019 cukup unik karena Dewa 19 bakal dibantu oleh Dul Jaelani yang menggantikan ayahnya, Ahmad Dhani yang masih berada di tahanan. Untuk menambah efek heboh, pada fase 3, WTF menghadirkan empat musisi internasional yang turut dibawa yakni penyanyi Bazzi, duo indie electro yakni Capital Cities, DJ asal Australia yaitu Nina Las Vegas, dan band indie rock Warpaint menggebrak panggung-panggung WTF dan merangsek dengan hentakan dan alunan yang begitu dinikmati para penggemarnya.

Selain itu, sebanyak 9 musisi Indonesia turut bergabung di lineup We The Fest 2019 dalam fase terakhir ini. Mereka adalah Dipha Barus, Fun On A Weekend ft. Soul Menace Crew, Gerald Situmorang & Sri Hanuraga, Matter Halo, Petra Sihombing ft. Enrico Octaviano, Puti Chitara, Sal Priadi, Sore, dan Stan x w.W ft. Dave Slick.

"Banyak kolaborasi menarik antarmusisi Indonesia di deretan musisi line up fase tiga We The Fest 2019. Selain itu, banyak musisi yang mempersiapkan kejutan-kejutan istimewa khusus untuk penampilan mereka di We The Fest 2019 yang banyak mendapat apresiasi dari pengungjung," kata Sarah Deshita selaku brand manager Ismaya Live sebagai penyelenggara We The Fest 2019.

Pernyataan itu bukan isapan jempol semata, contohnya saja tepat pukul 19.30 WIB, Rad Museum mengawali penampilan di panggung utama We The Fest dengan lagu andalannya, 'Dancing in the Rain'. Penonton pun langsung bergoyang mengikuti lantunan musik lembut R&B dan suara mengalun dari vokalis Rad Museum.  Suasana hipnotis bertambah kental ketika alunan 'Over the Fence' dan 'Woman' hadir dan memaksa mereka untuk menggoyangkan kepala mengikuti irama.

Serunya WTF 2019 heboh dan liar 2
Sumber foto : Instagram @we.the.fest

 

Sangat disayangkan bahwa hanya 4 lagu yang dibawakan oleh Rad Museum sebelum pamit meninggalkan panggung. Meski demikian teriakan fans terdengar menyambut nyaring kehadiran Dean ke atas panggung. Musisi kelahiran 1992 asal Korea ini langsung membakar panggung dengan 'Put My Hands on You'.

R&B Dean yang lebih dinamis mengajak penonton untuk melompat sesuai beat musik. Perlu diberikan note positif juga bahwa Dean cukup banyak berinteraksi verbal dengan penonton, seperti mengomentari cuaca Jakarta malam itu atau mengajak penonton ikut serta bernyanyi.

Berawal dengan 'Put My Hands on You' dilanjutkan dengan 'Love' dan 'Bony’  ditampilkan sempurna oleh Dean. Kesempurnaan ini terus berlanjut. Saat menyanyikan lagu 'Pour Up', Dean berhasil memanaskan kembali panggung dengan menari mengikuti musik. Fans sontak semakin dibuat heboh melalui track 'Half Moon', 'Instagram' dan 'I'm Not Sorry'.

Serunya WTF 2019 heboh dan liar
Sumber foto : Instagram/@deantrbl

 

Dengan penampilan Rad Museum dan Dean sebagai artis mancanegara dalam bahasa yang tidak umum bagi telinga Indonesia, bisa dikatakan bahwa musik memang tidak bisa dibatasi oleh bahasa. Dengan pengaruh K-Pop yang mendunia, misalnya, pecinta musik tetap akan terbius dengan lagu dan alunan musik yang dibawakan. Bahkan, dalam live performance seperti di WTF 2019, mereka tetap akan ikut bernyanyi walau dengan lirik yang terbatas.

Kembali membahas penyelenggaraan We The Fest 2019, elemen-elemen selain musik di bawah tajuk acara Beyond The Music, penyelenggara kembali memberi pengumuman lineup fase dua, sebanyak 5 zona WTF 2019 yang disediakan yaitu area khusus Arts and Craft di Art Village, Silent Cinema yang menayangkan film-film pendek pilihan sebagai bagian dari WTF Cinema Club. Terdapat juga satu ruang luas yang menampilkan beragam kegiatan dan kolaborasi produk brand Indonesia pilihan yaitu WTF Con, area khusus kuliner dengan manajemen dari Ismaya Resto di Eats and Beats, serta hadirnya games area bernama Carnifun.

“Festival experience di WTF 2019 terbukti berisi banyak sisi seni, mulai dari musik, seni rupa, film atau cinematik, fashion, hingga kuliner yang merupakan hasil kerjasama kami dengan berbagai brand, organisasi, dan komunitas. Kami berhasil menjadikan We The Fest festival untuk kita semua,” ujar Sarah Deshita selaku Brand Manager Ismaya Live lagi. Selain itu, WTF 2019 turut mengajak generasi muda berkreasi aktif melalui ajang kompetisi yang berlangsung selama perlehatan WTF 2019, yaitu Submit Your Music dan kontes #WTF19Poster.

Untuk #WTFposter, hasil karya peserta didaftarkan cukup dengan mengupload karya peserta ke Instagram resmi WTF dengan hashtag #WTF19Poster. Tiga karya terbaik yang terpilih sebagai pemenang telah dipajang di WTF 2019 dan bisa dinikmati oleh semua orang.

Serunya WTF 2019 heboh dan liar 4
Sumber Foto : Instagram/@we.the.fest

Hadir pertama kali di tahun 2014, salah satu festival yang paling dinantikan bagi para pecinta musik dan juga fashion enthusiast, We The Fest (WTF), menjadi pelopor dari pagelaran musik yang tidak terbatas hanya pada musik. Sehingga arti festival itu sendiri menjadi sangat luas. "We The Fest menjadi tempat segala experiences, fashion enthusiast hingga culinary, makanya kita tidak lagi menyebut WTF 2019 sebagai festival musik tapi condong sebagai summer festival," ujar Sarah saat ditemui di kawasan Kebayoran.

Terima kasih We The Fest 2019 yang mengisi warna seni bagi banyak kalangan dan memuaskan dahaga berkreasi dan menikmati karya seni bagi banyak pihak. Kita tunggu kehadirannya pada tahun 2020 tentu saja!

You may also like

Leave a comment