Kenali Dulu Google Stadia Sebelum Membeli, Awas Kecewa!

Kenali Dulu Google Stadia Sebelum Membeli, Awas Kecewa! Source: unilad.co.uk

MATA LELAKI - Menurut jadwal rilis dari Google, fasilitas layanan untuk game streaming Stadia bakal meluncur pada November mendatang. Dengan pengembangan yang paripurna, mereka meyakini bahwa platform baru ini telah dilengkapi dengan berbagai fitur menarik yang sangat berkorelasi dengan kenyamanan bermain game. Beberapa fitur yang disebutkan di antaranya adalah kemampuan streaming permainan melalui mobile gadget, perangkat game berbasis online, serta konsol yang memang khusus untuk digunakan dalam Stadia.

Artinya, Google sedang mempersiapkan game tanpa perlu dukungan konsol yang terkait dengan spek tertentu. Stadia juga diyakini akan memberikan pengalaman bermain game berkualitas semakin terpuaskan. Apakah betul demikian?

Sebelum terlanjur meyakini semua klaim dari perusahaan terbesar internet itu, ada baiknya kita membahas beberapa detail mengenai Stadia sehingga Anda bisa terhindar dari euforia berlebihan terhadap sistem baru ini.

Kenali Dulu Google Stadia Sebelum Memutuskan Membeli. Awas Kecewa!
Pic Source : extremetech.com

Basis Sistem cloud storage and streaming Menjadi Bumerang bagi Stadia.

Teknologi ini memang paling anyar dan paling update saat ini untuk bermain game. Dengan penerapan sistem tersebut, sama sekali kita tidak memerlukan konsol fisik khusus. Cukup menggunakan gawai yang kita miliki. Proses peralihan data juga menyebabkan nihilnya proses instalasi game untuk mulai bermain. Kesannya sungguh sangat memudahkan dan memanjakan, bukan?

Tunggu dulu, jangan terburu-buru. Nyatanya, pinjaman ‘komputer canggih’ tadi menggunakan akses pengaliran data game di luar konsol Stadia. Akibatnya, loading dan buffering akan banyak muncul terutama bagi pengguna dengan jaringan internet yang tidak terlalu kencang. Bahkan untuk kondisi sebaliknya, user yang berinternet ria sangat kencang tetap akan membutuhkan waktu delay dalam bermain meski relatif lebih halus.

Terlebih lagi, dengan storage yang berada di ‘alam maya’ otomatis penggemar game yang juga suka memodif sesuai keinginan dalam memainkan suatu game, tidak bisa melakukannya lagi. Karena game fisik tidak berada dalam genggaman sendiri, aplikasi atau mods untuk game tidak bisa digunakan. Setidaknya sampai para pengembang modifikasi game mulai menemukan celah untuk menyesuaikan diri terhadap sistem baru ini. Tentu saja butuh waktu dan proses berkepanjangan untuk menyempurnakan ini.

Kenali Dulu Google Stadia Sebelum Memutuskan Membeli. Awas Kecewa!
Pic Source : techradar.com

 

Butuh internet dengan kecepatan minimal 20 MB per detik.

Seperti yang disebutkan tadi, untuk menikmati akses semaksimal mungkin, pengguna wajib memiliki jaringan internet dengan kecepatan dewa. Hal ini dipengaruhi karena sistem streaming tadi secara terus menerus melakukan pertukaran data online yang artinya, tanpa kelancaran proses alur data tadi, pasti timbul lag dan delay dalam interaksi game.

Layanan Stadia membutuhkan syarat tadi karena platform game yang memiliki konfigurasi teknis 4K 60 FPS akan mengalami peningkatan kebutuhan aliran data untuk berjalan mulus. Padahal game-game anyar besutan creator-creator game ternama bahkan sudah melewati standar teknis tadi. Artinya, proses stutter bakal menjadi isu yang paling memberatkan dalam peluncuran Stadia di kemudian hari.

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, secara umum sangat sulit mendapatkan akses minimal kecepatan internet tadi. Memang dengan biaya yang jauh lebih besar, kita bisa menikmati kecepatan minimal 20 MBps tadi, bahkan lebih. Tapi prakteknya, hanya beberapa provider terutama yang menggunakan fiber optic yang sanggup secara stabil memenuhi standar kecepatan tadi. Layanan Indihome, MNC Play dan sebagainya, yang tentu saja jauh lebih mahal dari kecepatan standar. Apa cocok demi kenyamanan menggunakan konsol Google Stadia kita harus berlangganan paket-paket tinggi tadi?

Memaksa Stadia bermain dalam jaringan internet biasa juga sepertinya akan percuma. Apalagi dengan mengandalkan gawai berspesifikasi standar. Sungguh suatu yang percuma, bukan?

 

Kenali Dulu Google Stadia Sebelum Memutuskan Membeli. Awas Kecewa!
Pic Source : tekno.kompas.com

 

Pengeluaran Akan Membengkak

Yap, ringkasnya demikian. Stadia memang menawarkan paket berlangganan yang sangat terjangkau, mulai dari 10 dollar per bulan untuk layanan Stadia Pro. Tapi, poin yang harus jadi pertimbangan adalah poin kedua tadi yang sudah kita sebutkan di atas. Biaya berlangganan internet Anda akan otomatis membengkak. Tidak semua provider menawarkan paket unlimited. Bayangkan setelah batas kuota Anda habis, seberapa deras rupiah yang harus dikorbankan demi bermain melalui Stadia?

Dengan bekerjasama dengan pihak pengembang game, Google memang sangat memudahkan dan memanjakan pengguna yang berniat membeli game, atau skema lain yang intinya untuk mempermudah akses user dalam bermain.

Tapi di balik kesempatan ini, game tersebut akan sulit, kalau tidak mustahil, untuk diperjualbelikan kembali. Berbeda dengan game yang memiliki bentuk fisik, seperti paket installer misalnya, yang bisa diperjualbelikan bila sudah bosan atau terpaksa karena faktor keuangan. Sisi ini harus tetap menjadi pertimbangan sebelum terpincut oleh tawaran konsol Google Stadia.

 

Kenali Dulu Google Stadia Sebelum Memutuskan Membeli. Awas Kecewa!
Pic Source : yankodesign.com

 

Beberapa Game Tidak Bisa Ditemukan dalam Google Stadia

Sifat exclusive game, apalagi yang menjadi trademark suatu konsol game sejak bertahun-tahun lalu, mungkin bakal absen dalam list game yang tersedia di konsol Google Stadia.

Apalagi, kompatible atau tidaknya suatu game dengan platform ini juga sangat terpengaruh alat apa yang Anda sebagai user gunakan. Beberapa game sudah menyatakan game mereka tidak kompatibel dengan smartphone atau tablet, misalnya meski tidak bermasalah dalam penggunaan di konsol Google Stadia.

Beberapa pengembang juga masih belum mau meluncurkan game andalan mereka melalui konsol Google Stadia dengan berbagai alasan masing-masing. Akibat langsungnya, tidak semua judul game terbaru akan otomatis meluncur mulus juga untuk konsol Stadia. Sebut saja Sony dengan konsol Playstastion mereka. Tarik ulur antara perusahaan Sony dan Google belum membuahkan kerjasama yang bisa dianggap saling menguntungkan.

Jadi, apabila memutuskan untuk membeli konsol Google Stadia, pastikan dulu game yang diinginkan memang kompatible dan bisa dimainkan dengan lancar.

Kenali Dulu Google Stadia Sebelum Memutuskan Membeli. Awas Kecewa!
Pic Source : suara.com

 

Tidak mendukung Virtual Reality

Layaknya sebuah inovasi baru, tidak semua fitur yang disukai bisa langsung disematkan dalam Google Stadia. Rupanya, pihak Google masih menghilangkan port untuk VR (Virtual Reality) dalam konsol yang akan diluncurkan November depan ini.

Tidak tersedianya port tersebut dalam perilisan perdana Stadia, memaksa user bermain dengan controller standar bawaan Google Stadia tanpa teknologi VR. Dengan demikian, game-game sebelumnya yang membutuhkan portasi VR menjadi percuma. Harap dimaklumi karena ini masih generasi pertama dari Google Stadia. Diyakini dalam pengembangan konsol Stadia berikutnya, port VR pasti akan disematkan kecuali ada teknologi terbaru yang lebih menarik dalam implementasi ke permainan game.

Dengan menimbang kelima sisi tadi, ada baiknya Anda tidak langsung kepincut dengan tawaran manis konsol Google Stadia tadi. Pastikan dulu apakah sesuai dengan kebutuhan gaming Anda dan sebagainya. Pendapat pribadi, akan menantikan review-review dari para gamer Indonesia mengenai penggunaan konsol ini di tanah air, sebelum memutuskan untuk membeli.

Leave a Comment