Kehidupan Nyata dari Seorang Underground DJ

Kehidupan Nyata dari Seorang Underground DJ Sumber: djmag.com

MATA LELAKI -  Jauh dari kemewahan media sosial, apa yang dipikirkan oleh DJ underground atau kehidupan DJ bawah tanah ? Antara tahun 2001 dan 2004, saat itu di London sedang ada pesta di stasiun bawah tanah di Tube Aldwych.  Stasiun itu adalah salah satu stasiun terindah di Strand dengan dekorasi tahun 40-an, dengan loket tiket terbuat dari kayu, ubin hijau, tanda-tanda yang dilukis dengan tangan, tetapi tempat itu tertutup untuk umum. Di stasiun bawah tanah itu, para seniman berkumpul untuk mengekspresikan diri mereka, mulai dari tempat pemotretan, melukis, merekam video sampai party dari para DJ. 

#
Sumber: DJ List

 

Stasiun itu dijaga oleh seorang pensiunan kereta bawah tanah. Kalau membaca tentang sejarah stasiun kota London, bisa dibilang stasiun itu salah satu peninggalan sejarah di kota London. Sebagai "rebel", tentu saja tempat-tempat tersebut cocok sebagai lokasi pesta. Asalkan penjaganya dibelikan sebotol wiski, dia akan mabuk dan tertidur, dan yang datang ke sana bisa party sampai pagi hari. Keesokan harinya, yang datang untuk berpesta wajib membersihkan tempat-tempat di stasiun tersebut.

Beberapa DJ sudah tampil di acara undergroud tersebut, seperti Aphex Twin, Goldfrapp, dan Plaid. Bahkan label seperti Warp, Nova Mute, dan Rephlex juga pernah ada di sana. Hampir sama dengan nightclub di club elite, di underground musik EDM seakan tidak pernah tidur. Menghentak keras, tanpa mengganggu orang-orang yang ada di sekitar. Hanya mereka yang tahu, dan hanya mereka yang party.

Pada tahun 2002 atau 2003, komunitas underground tersebut menyiapkan pesta dua malam dan menyewa seseorang untuk melakukan dokumentasi dan juga penyebaran brosur untuk orang-orang di luar. Brosur fisik pun ditempel di bar dan klub, dan dipasang di dinding. Seorang teman menempelkan posting di sekitar Shoreditch, beberapa brosur telah dipasang di atas selembar grafiti, oleh seorang seniman pendatang baru yang kini sudah mulai terkenal. Selebaran juga dibagikan di Foundry, sebuah bar tua yang dijalankan oleh KLF.

#
Sumber: cityam.com

 

Pada malam harinya, mereka berada dalam suasana pesta. DJ Funkstörung sedang bermain saat itu dan mengisi acara, dan total ada 400 atau 500 orang di sana. Bisa dibilang itu merupakan salah satu party underground yang cukup besar karena bisa mengumpulkan total sampai 500 orang. Tapi, tentu saja ada kejadian yang tidak bisa dilupakan oleh orang-orang di sana. 

Pada jam 1 pagi, tiba-tiba, semua alarm kebakaran berbunyi (yang tombolnya berada di balik kaca dan harus dipecahkan), hal berikutnya yang terjadi adalah terdapat lemparan ember berisi cat. Lemparan ember berisi cat itu tersebar di mana-mana. Kondisi jadi kacau dan semuanya berantakan. Mereka akhirnya bubar, ditambah lagi mereka kehilangan banyak uang, dan harus membawa semua teman, untuk membersihkan dinding bekas tumpahan cat sampai matahari terbit.

Leave a Comment