Jenny Zhang, Atlet Basket Tomboy yang Menjelma Menjadi Super Model

Jenny Zhang, Atlet Basket Tomboy yang Menjelma Menjadi Super Model Sumber: Instagram @jenny_zhangwiradinata

MATA LELAKI - Seorang model umumnya memiliki kesan feminim dan sisi keperempuanan yang sangat kuat. Hal itulah yang membuat seorang Jenny Zhang tak pernah berpikir ingin menjadi seorang super model. Wajar saja karena dia dulunya adalah perempuan yang aktif dalam tim basket ketika duduk di bangku SMA. Perempuan keturunan Tionghoa ini hanya iseng mencoba peruntungannya dalam dunia modelling. Saat itu, sang guru menyarankan dirinya agar menjadi model di Medan yang tidak lain adalah kota kelahirannya.

Atas saran sang guru, dia memulai debutnya menjadi model dengan mengikuti fashion show baju pernikahan untuk designer lokal. Kala itu, Jenny hanya mendapatkan bayaran sebesar Rp 150.000. Awalnya, Jenny merasa sangat tidak percaya diri karena dia adalah perempuan yang cuek dan tomboy sedangkan model terkenal dengan attitudenya yang sangat feminim.

#
Instagram @jenny_zhangwiradinata

 

Tetapi Jenny tidak mau menyerah begitu saja. Setelah mengikuti fashion shownya yang pertama, Jenny mulai mengikuti ajang-ajang pemilihan model berbakat di Medan. Pada tahun 2003, Jenny mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Model By Ramli yang ada di Jakarta. Dia menjadi juara pertama dalam ajang tersebut.

Sepertinya, Jenny harus mengubur impiannya menjadi model untuk sementara waktu karena kedua orangtuanya merasa keberatan jika Jenny harus menjadi model. Dia harus kembali ke Medan dan hanya mengikuti fashion show untuk baju-baju pernikahan saja.

Namun jalan hidup Jenny berubah ketika dirinya bertemu dengan Damayona Nainggolan pada tahun 2006. Pemilik Yayasan Puteri Medan Metropolitan itu memberikan tawaran kepada Jenny agar mengajar di yayasan miliknya. Damayona berkata kepada Jenny bahwa perempuan kelahiran 10 Agustus 1980 ini punya potensi yang besar dalam dunia modelling. Akhirnya, Jenny pun mengantongi restu dari kedua orangtuanya untuk pindah ke Jakarta. Jenny segera ke ibukota untuk mencoba peruntungannya di Jakarta. Jenny dikenalkan oleh Keke Harun yang menjadi pimpinan agency model terbaik yaitu Look Inc. Jenny pun akhirnya bergabung dalam agency model tersebut.

#
Instagram @jenny_zhangwiradinata

 

Setelah bergabung dengan Look Models, karier Jenny sepertinya berjalan dengan mulus. Wajahnya yang khas Tionghoa mendapatkan tempat di kalangan pelaku industri fashion tanah air. Dengan kariernya sebagai model profesional, Jenny mulai sering menjadi model para desainer top Indonesia. Wajah perempuan dengan tinggi badan 174 cm ini tidak pernah absen dalam panggung-panggung fashion show dan dalam pekan mode ternama di Indonesia. Wajahnya kerap mengiasai sampul majalah mode terkemuka di Indonesia.

Sarjana ekonomi di STIE Harapan Medan ini tak lama kemudian menjadi bintang iklan produk pasta gigi terkenal. Iklan tersebut ditayangkan di Indonesia, Vietnam, dan China.

Kariernya dalam dunia modelling mengantarkannya menjadi bintang film. Jenny memulai debutnya dalam film yang berjudul May. Film ini merupakan sebuah film yang berlatar belakang tragedi 1998. Film ini ditayangkan di bioskop-bioskop tanah air pada tahun 2008 silam.

#
Instagram @jenny_zhangwiradinata

 

Jenny langsung mendapatkan peran sebagai karakter utama wanita dalam film tersebut. Dia pun beradu akting dengan aktor-aktor senior kenamaan seperti Ria Irawan, Lukman Sardi, Tio Pakusodewo.

Tawaran ini rupanya hanya keberuntungan bagi Jenny. Saat itu, dia bertemu dengan temannya yang kebetulan sedang mencari pemeran wanita berparas oriental. Temannya itu kemudian meminta dirinya untuk mengikuti casting di salah satu production house. Jenny pun mengikuti casting tersebut dan satu bulan kemudian, dia mendapatkan kabar bahwa dirinya lolos casting. Jenny mengaku sennag karena dia bisa langsung terlibat dalam film yang berkualitas tersebut. Dia pun bisa beradu akting dengan lawan main yang memiliki jam terbang tinggi dalam dunia perfilman.

Dewi fortuna rupanya berpihak pada Jenny. Dirinya menjadi nominator dengan kategori pemeran utama wanita terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2008.

Leave a Comment