Ini Alasan Orang Kaya Lebih Susah Menangani Konflik Hubungan

Ini Alasan Orang Kaya Lebih Susah Menangani Konflik Hubungan Sumber: IDN Times

MATA LELAKI - Mungkin anda bertanya-tanya tentang judul di atas, apakah benar memang orang kaya lebih sulit mengatasi konflik dalam berhubungan? Padahal dalam mencari jodoh, kualitas itu nomor satu. Baik pria dan wanita pasti mencari orang kaya atau sudah mapan dalam keuangan dan ekonominya.

Tapi tidak selamanya orang yang punya penghasilan lebih, akan mempunyai dampak positif juga dalam hubungan yang mereka jalani. Sebab dari studi terbaru, orang kaya ternyata lebih banyak mempunyai banyak masalah dalam hubungan mereka. Misalnya saja, untuk masyarakat sosial kelas tinggi, mereka akan lebih sulit menangani konflik interpersonal, karena menurut mereka semua bisa diselesaikan dengan yang namanya uang. 

#
Sumber: IDN Times

 

Alhasil mereka akan meremehkan konflik yang ada dan terjadi, apalagi ketika mereka berkencan. Ketika mereka berkencan dengan orang yang keuangan jauh di bawah mereka dan pendidikan serta karier di bawah mereka, maka rasa empati tidak ada di dalam diri mereka, justru yang ada rasa tinggi hati. 

Memang tidak bisa disimpulkan semua orang kaya seperti itu, karena nyatanya banyak orang kaya yang bisa berhubungan dan menyelesaikan konflik dengan bijaksana dan sabar. Tapi memang bagi mereka yang kurang empati dan arogan, mereka sulit melihat sesuatu dari perspektif orang lain. 

Baginya masalah apapun, bisa diselesaikan kalau ada uang. Oleh karena itu mereka cenderung meremehkan, walaupun masalah dan konflik yang dihadapi memang besar dan rumit. Maka dari itu, butuh simpati dan empati dari orang tersebut, agar tidak melihat sesuatu dari uang saja. Kelas sosial yang lebih tinggi harus belajar, melihat masalah dan berhubungan dan mengambil solusi jalan tengah terbaik, dibanding hanya menawarkan bisa menyelesaikan segala masalah dengan uang. 

Maka dari itu, penting sekali lingkaran pertemanan di mana kita berada. Apakah anda berada di lingkaran pertemanan yang baik, atau yang tidak baik. Perlu diingat, hubungan itu bicara dua sisi, sisi pasangan satu dan pasangan satu sama lain. Jangan hanya mengambil sudut satu arah saja, tapi coba perhatikan apa sudut pandang yang mau diambil dari pasangan anda.

Leave a Comment