Ingin Pergi ke Eropa Saat New Normal? Perhatikan Hal Berikut

Ingin Pergi ke Eropa Saat New Normal? Perhatikan Hal Berikut Sumber: Male Indonesia

MATA LELAKI - Eropa memang menjadi benua yang paling parah dalam penyebaran virus Corona. Dari mulai Italia, Prancis, Spanyol, sampai Inggris yang jumlah kematian serta infeksinya tinggi sekali dan masuk 5 besar paling banyak di dunia. Bahkan Italia saja, sudah babak belur dihajar Corona dari awal Maret, dimana tidak sigapnya kesehatan serta protokol yang ada di Italia sana. Tapi kini beberapa negara di Eropa sudah mulai membaik, lockdown sudah membuahkan hasil dan masyarakat bisa beraktivitas kembali.

Bahkan pada tanggal 1 Juli 2020, larangan penerbangan internasional sudah mulai dilonggarkan. Beberapa tempat wisata sudah mulai buka, sampai mall, sekolah, kampus dan tempat bekerja di Eropa sana juga sudah dibuka, walaupun memang saat ini, para pemimpin di negara-negara Eropa masih berjuang melawan gelombang kedua. 

#
Sumber: Male Indonesia

 

Bagi anda yang ingin pergi atau berkunjung ke Eropa, anda harus perhatikan hal-hal berikut ini. Pertama anda harus ingat, Uni Eropa masih membatasi para pelancong yang ingin masuk ke negara-negara Eropa. Dimana para turis, akan mendapatkan kegiatan pos pemeriksaan perbatasan, di saat memasuki lewat jalur darat atau juga dengan jalur udara. 

Negara di Eropa Tengah seperti Polandia, Hungaria sudah membuka perbatasan terlebih dahulu. Hal ini, karena tingkat infeksi di kedua negara ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di Eropa Barat, seperti Prancis, Italia, Spanyol dan UK. Tapi di Eropa Barat, Yunani dan Jerman sudah melonggarkan membuat wisata dan perbatasan mereka.

Dari tanggal 22 Juni saja, negara seperti Portugal, Spanyol dan Prancis sudah melakukan rapid test langsung di perbatasan dan airport. Jadi setiap orang yang datang akan langsung ditest dan dijaga oleh tentara. Jika negatif, mereka diperbolehkan memasuki wilayah negara. Tapi, ada juga peraturan dimana, ketika sudah hasil tes negatif, pelancong harus menjalani karantina mandiri dahulu selama 14 hari.

Jadi anda harus memikirkan biaya yang anda keluarkan dan anda bawa, kalau anda diharuskan menjalani karantina selama 14 hari selama anda berada di Eropa. Selain itu ada beberapa negara yang sudah memutuskan jalur pernebangan ke negara yang infeksinya tinggi, seperti ke Amerika dan Tiongkok.

Leave a Comment