Hannibal Series, Film Psikologi Horor yang Siap Menemani Saat Corona

Hannibal Series, Film Psikologi Horor yang Siap Menemani Saat Corona Sumber: Pinterest

MATA LELAKI - Pandemi Covid-19 atau Corona yang masih belum terkendali hingga saat ini, terus memaksa masyarakat di berbagai belahan dunia untuk tetap tinggal di rumah. Demikian juga di Indonesia, banyak wilayah yang mulai menerapkan PSBB sehingga aktivitas pendidikan dan perkantoran berhenti untuk sementara waktu dan memaksa warganya tetap berada di rumah.

Akan tetapi, pembatasan sosial ini justru menimbulkan masalah baru bagi kebanyakan orang, sebab tinggal di dalam rumah dalam waktu yang panjang jelas akan menimbulkan kejenuhan tingkat tinggi. Salah satu aktivitas yang bisa menghilangkan kebosanan tersebut adalah dengan menonton film dan Hannibal Series, nampaknya menjadi rekomendasi yang sangat baik dalam hal ini.

Penjahat dengan Karakter Sempurna

Hannibal Series
Sumber Gambar : pinterest.com

 

Hannibal Lecter dikisahkan sebagai seorang penjahat dengan penuh kharisma, tidak seperti tokoh-tokoh penjahat fiksi lainnya. Satu hal menarik dalam diri Hannibal Lecter, kendati dirinya merupakan seorang psikopat yang sangat manipulatif, Hannibal Lecter hampir tidak pernah berbohong ketika mendapatkan pertanyaan dari kolega atau orang di sekitarnya.

Hannibal Lecter memiliki profesi sebagai seorang psikiater profesional yang berpengalaman menangani banyak pasien dengan gangguan kejiwaan. Sebelumnya Hannibal Lecter memiliki profesi sebagai seorang dokter bedah. Sebagai seseorang yang mengerti dunia psikologi, Hannibal Lecter tentu mampu menganalisis seseorang dengan sangat baik. Dirinya bahkan mampu memprediksi dengan akurat mengenai cara berpikir seseorang dan tindakan apa yang akan segera dilakukan orang tersebut. Kemampuan ini membuatnya sangat mudah untuk merancangkan suatu rencana, sesuai dengan keinginannya.

Di samping bekerja sebagai seorang psikiater, Hannibal Lecter memiliki pekerja sampingan sebagai seorang pembunuh berantai yang tak pernah tertangkap oleh polisi. Bahkan dalam series ini, Hannibal Lecter dikejar oleh seorang FBI. Ketika membunuh seseorang, Hannibal Lecter akan mengambil beberapa bagian tubuh si korban untuk kemudian diolah menjadi masakan dengan teknik tingkat tinggi. Kemampuan memasak tingkat tinggi milik Hannibal Lecter, membuat banyak koleganya sangat tidak menyadari bahwa daging yang dihidangkan Hannibal Lecter di atas meja adalah daging manusia.

Satu hal lagi yang menarik dalam karakter Hannibal Lecter adalah seni tingkat tinggi yang menjadi ketertarikannya. Hannibal Lecter sangat pandai dalam melukis dan mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan sejarah. Dengan jiwa seni tersebut, Hannibal Lecter selalu ‘mendesain’ para korbannya dengan sedemikian rupa, sehingga ketika polisi atau FBI menemukan si korban, mereka akan melihat suatu hal ‘glla’ yang memukau. Hal ini selalu membuat staf identifikasi khusus FBI selalu terpukau dengan kemampuan sang ‘predator’.

Sinopsis

Hannibal Series
Sumber Gambar : pinterest.com

 

Will Graham adalah seorang dosen investigasi kriminal yang memiliki imajinasi unik dibandingkan orang-orang lainnya. Will dapat menemukan hal-hal mendetail dari penglihatannya ketika mengunjungi TKP dan temuan tersebut seringkali mengarah pada bukti-bukti terkait. Kemampuan unik Will tidak berhenti sampai di situ, dirinya juga mampu mengetahui alasan dari suatu hal janggal tertentu yang ditemukan selama identifikasi, sangat membantu untuk memecahkan teka-teki yang ada.

Kemampuan ini membuat Jack Crawford, spesial agen FBi yang tengah menyelidik dan berusaha mengungkap pembunuhan berantai terhadap 8 orang gadis, tertarik untuk melibatkan Will. Jack menemui Will di kelas tempat ia mengajar dan lewat Alana Bloom, Jack mendapatkan persetujuan untuk melibatkan Will pada kasus membingungkan yang sedang ia selidiki.

Perjalanan Will bersama FBI dimulai pada kasus 8 orang gadis yang diculik, yang tubuhnya tidak pernah ditemukan. Di tengah kebingungan karena rumitnya pengungkapan kasus tersebut, Alana Bloom merekomendasikan seseorang yang ia anggap mampu menjadi rekan sekerja bagi Will yang mampu melengkapinya, seorang rekan seprofesi Alana dalam dunia psikologi, Dr. Lecter.

Selanjutnya, Dr. Lecter membantu Will dan Jack Crawford dalam melakukan penyelidikan. Kendati si pelaku menjalankan aksinya dengan sangat rapih, kemampuan spesial milik Will membuat kasus ini menemukan titik terang. Duet antara Will dan Dr. Lecter akhirnya berhasil mengungkap sosok pembunuh yakni seorang pria bernama Garett Jacob Hobbs.

Hannibal Series
Sumber Gambar : 25yearslatersite.com

 

Segera setelah menemukan sosok pelaku, Will dan Dr. Lecter bergegas meringkus Hobbs di rumahnya. Namun, situasi menjadi pelik kala Dr. Lecter menemukan berkas Hobbs dan menghubunginya tanpa sepengetahuan Will. Dr. Lecter memberitahukan Hobbs bahwa FBI telah menemukannya. Sesaat sebelum Will tiba di rumah Hobbs, sang pembunuh dari 8 gadis yang diculik tersebut menggorok leher istrinya hingga tewas.

Ketika Will dan Dr. Lecter menerobos masuk ke dalam, Hobbs tengah memegang putrinya dan menyayatkan pisau ke lehernya. Will akhirnya memberondong tubuh Hobbs dengan peluru dan menyebabkan Hobbs meninggal dalam keadaan terduduk. Sebelum tewas, Hobbs menatap wajah Will dan mengatakan ‘’see’’. Setelah Hobbs tewas, Will berusaha menyelamatkan nyawa putri Hobbs, Abigail Hobbs. Upayanya tersebut berhasil dan di sini kasus penculikan 8 orang gadis tersebut ditutup.

Sayangnya keberhasilan Will mengungkap pelaku dan kasus tersebut, serta pulihnya Abigail Hobbs dari pendarahan berat yang ia alami, membuat Will menjadi kacau. Apalagi, Jack Crawford dan FBI kembali membuka kasus tersebut dengan menyelidik keterlibatan Abigail Hobbs dalam kasus ayahnya. Will sendiri menyadari akan hal itu, apalagi setelah melihat penampilan dan ciri fisik Abigail yang ternyata mirip dengan 8 gadis yang diculik.

Will juga menderita gangguan psikologis pasca memberondong tubuh Hobbs dan menewaskannya, membuat Will akhirnya menemui Dr. Lecter yang berprofesi sebagai psikiater untuk berkonsultasi. Sayangnya, upaya Will untuk sembuh dari gangguan tersebut dan menarik diri FBI dengan berkonsultasi kepada Dr. Lecter, justru menjadi kesalahan. Pasalnya Dr. Lecter justru merasuk ke dalam pikiran Will, untuk mengendalikan diri Will dari sisi psikologinya. Hal ini memaksa Will untuk terus terlibat melakukan penyidikan pada kasus berikutnya.

Hannibal Series
Sumber Gambar : pinterest.com

 

FBI menemukan satu lagi korban terkait Hobbs, dimana seorang gadis dalam keadaan telanjang, ditancapkan secara horizontal pada jajaran tanduk rusa. Tidak hanya itu, paru-paru dari gadis tersebut ditarik paksa ketika ia masih hidup. Will mengungkap bahwa pembunuhan ini tidak dilakukan oleh Hobbs, namun oleh penirunya.

Kasus ini membuat Will terlibat semakin dalam, hingga lambat laun ia menyadari adanya sesuatu yang aneh dengan rekan sekerjanya Dr. Lecter. Belakangan Will mengatahui dialah Hannibal Lecter, pembunuh berantai yang tidak pernah mampu ditangkap oleh FBI dan Jack Crawford. Di sinilah petualangan Will menjadi bagian dari FBI dimulai, dirinya harus mengungkap kejahatan Dr. Lecter yang tak lain adalah rekan sekerjanya serta meyakinkan anggota FBI lainnya, termasuk Jack yang sangat objektif.

Leave a Comment