Wednesday Sep 22, 2021 20:50

Gigi Hadid: Antara Privasi, Hak Cipta dan Eksistensi Diri

Gigi Hadid: Antara Privasi, Hak Cipta dan Eksistensi Diri

MATA LELAKI - Gigi Hadid merupakan seorang Supermodel yang sudah sangat terkenal, dirinya sampai menjadi inspirasi para remaja wanita milenial dan juga gen Z. Model keturunan Amerika-Yordania ini, juga masuk ke dalam 10 besar model dengan penghasilan tertinggi di dunia. Walaupun begitu, dirinya memang sering bermasalah dengan yang namanya privasi. Pada tanggal 11 Oktober lalu, dirinya bahkan digugat oleh agensi foto Xclusive karena mengupload foto milik agensi tersebut tanpa izin dan melanggar hak cipta. 

Tidak jarang pula, Gigi mengupload kebersamaan dirinya dengan teman-temannya atau keluarganya. Tapi sayang, kebutuhan dan eksistensi dirinya, sering terbentur dengan hak cipta saat fotonya sendiri yang bukan miliknya sendiri.Tidak hanya Hadid, hal serupa juga sempat dialami oleh Khloe Kardashian yang pernah mengalami masalah serupa. Pada September 2016 lalu, Xposure Photos, menuntut Kardashian karena menggunggah foto yang semestinya sudah dijual ke Daily Mail.

Gigi Hadid: Antara Privasi, Hak Cipta dan Eksistensi Diri
Sumber: Okezone

 

Saat itu Taylor yang merupakan juru bicara dari BackGrid, adalah perusahaan gabungan Xposure, AKM-GSI, dan FameFlynet USA. Dia mengatakan kalau mengunggah foto tanpa mencantumkan sumber adalah tindakan ilegal dan tidak dapat ditoleransi. Karena itulah, dirinya menuntut ganti rugi sebesar 150.000 dollar AS atas pelanggaran cipta dan 25.000 dolar AS atas penghapusan informasi hak cipta.

Neel Chatterje sendiri, merupakan seorang aktivis yang hal kekayaannya berasal dari intelektual Silicon Valley. Dirinya menilai, tuntutan agen foto pada selebritas hanyalah bentuk lain untuk mereka mendapatkan lebih banyak uang. Dirinya sendiri menganggap, kalau tuntutan itu tidak adil, karena paparazzi juga sering meminta foto selebriti, tanpa izin dari selebriti tersebut. Sependapat dengan Neel, Gigi pun mengutarakan kesetujuannya lewat akun instagramnya. Dirinya berpendapat, kalau apa yang ia lakukan hanya sebagai eksistensi dan penghargaan kepada juru foto.

Di Amerika Serikat sendiri, profesi paparazzi memang dilindungi dalam Amandemen Pertama Amerika, tentang kebebasan berpendapat dan juga berekspresi. Selama ini foto-foto yang diambil di ruang publik, akan mereka gunakan untuk kepentingan editorial, dan selebritas sendiri tidak punya hak untuk mendapatkan perlindungan dari paparazzi ini. Walaupun demikian, selebriti tentu mempunyai hak publikasi yang perlu diperhatikan pihak-pihak terkait. Selebritas sendiri, dapat menggunakan hak tersebut untuk mengontrol penggunaan nama mereka, identitas diri, dan juga citra mereka di depan publik, jika paparazzi ini menggunakannya untuk mendapatkan keuntungan tanpa izin.

You may also like

Leave a comment