Fientje de Feniks, PSK Legendaris di Tanah Batavia

Fientje de Feniks, PSK Legendaris di Tanah Batavia Fientje de Feniks (Sumber: okezone.com)

Matalelaki.com - Di Indonesia, sepertinya marak bisnis prostitusi, meski sebenarnya menurut hukum bisnis semacam ini dilarang. Namun, karena tuntutan ekonomi, banyak perempuan yang terpaksa menjalani bisnis PSK ini karena bisa mendapatkan uang dengan jumlah cukup besar dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan, saking banyaknya, bisnis prostitusi ini seperti sudah menjadi hal yang biasa.

Sepertinya, hal itu wajar saja, mengingat bisnis semacam ini juga sudah ada di Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Salah satu contohnya adalah kisah dari Fientje de Feniks, yang merupakan PSK legendaris yang pernah hidup di Batavia kala itu. Seperti apa kisahnya? Langsung simak pembahasannya berikut ini.

Riwayat mengenai keluarga PSK Fientje sebenarnya masih misterius, namun banyak catatan sejarah yang menyebutkan bahwa Fientje de Feniks adalah orang Indonesia asli. Meski demikian, penampilannya terbilang berbeda dengan perempuan Indonesia pada saat itu. Fientje bisa dikatakan memiliki wajah blasteran bule.

#
Fientje de Feniks (Sumber dbnl.org)

 

Karena tampil berbeda, Fientje de Feniks dikatakan sebagai perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa. Ia pada saat itu masih sangat muda, berusia 19 tahun. Kulitnya putih, matanya lebar, serta rambutnya hitam berkilau. Wajar saja jika dia dengan sekejap mampu menjadi primadona.

Sayangnya, segala kelebihan yang dia miliki itu digunakan untuk hal-hal yang negatif. Karena paksaan ekonomi, dia pun harus terjun ke dunia prostitusi. Dia pun kerap jadi langganan para pria Belanda, yang pada saat itu memang butuh pelampiasan ketika jauh dari istri atau kekasih mereka. Saking lakunya, Fientje de Feniks dikatakan sebagai wanita malam kelas atas, dengan tarif yang tergolong mahal untuk semalamnya, yang pada masa itu sangat jarang ada.

#
Gemser Brinkman (Sumber: imexbo.nl)

 

Di antara semua pelanggan Fientje de Feniks, yang menjadi langganan setia adalah seorang pria bernama Gemser Brinkman. Karena seringnya bertemu dan memadu kasih, Gemser pun memiliki rasa cinta pada Fientje, dan berniat menjadikan Fientje sebagai simpanan. Namun, Fientje menolaknya, dan lebih memilih pekerjaan lamanya. Akibatnya, Gemser murka, dan sempat terjadi percekcokan di antara mereka.

Perselisihan atau adu mulut ini pun kemudian menjadi kasus pembunuhan Fientje de Feniks yang dilakukan oleh Gemser. Versi lain menyebutkan kalau Gemser menyewa 3 orang pria untuk menghabisi Fientje, dan membuang mayatnya di Kalibaru, Batavia.

#
Ilustrasi kematian Fientje de Feniks (Sumber: imexbo.nl)

 

Penemuan mayat Fientje de Feniks pada tanggal 17 Mei 1912 di Kalibaru membuat heboh. Pasalnya, pada saat itu Fientje sedang di puncak popularitasnya. Sayangnya, dia harus mati muda. Kasus pembunuhan ini pun kemudian ditangani oleh seorang Polisi Batavia bernama Reumpol.

Setelah melakukan inverstigasi dan interogasi oleh beberapa orang yang mengenal Fientje de Feniks, tuduhan pun mengarah pada Gemser. Meski sempat merasa aman karena dia adalah orang elit, namun Gemser pada akhirnya tetap disidang, dan mendapat vonis hukuman mati dari hakim. Mendapatkan hukuman mati, membuat Gemser frustrasi, dan akhirnya dia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri selama di penjara.

#
Pembunuh Fientje de Feniks (Sumber: jpnn.com)

 

Kisah dari Fientje de Feniks ini mungkin bisa dijadikan renungan, bahwa menjadi seorang PSK biasanya akan berakhir tragis. Semoga kita semua bisa mendapatkan pelajaran dari kisah ini.

Leave a Comment