DJ Reggy: Belajar DJ Tidak Harus Ikut Sekolah DJ

DJ Reggy: Belajar DJ Tidak Harus Ikut Sekolah DJ Sumber: spinachrecords.com

MATA LELAKI - Tidak sedikit DJ-DJ Indonesia yang memulai kariernya sebagai DJ dengan belajar secara otodidak dan tidak bergabung dengan sekolah-sekolah DJ. Terlebih lagi jika mereka yang muncul pada awal tahun 2000-an di mana pada saat itu sekolah DJ belum banyak ditemukan. Salah satu Male DJ Indonesia yang belajar secara otodidak adalah DJ Reggy.

DJ Reggy mengawali perkenalannya dengan dunia DJ ketika dirinya mendapatkan hadiah ulang tahun seperangkat alat DJ ketika usianya 18 tahun. Sejak memiliki alat tersebut, Reggy mulai belajar bermain DJ secara otodidak dan tampil untuk pertama kalinya pada tahun 2003 lalu di Retro Club Jakarta yang merupakan sebuah kelab malam besar.

DJ Reggy mengawali profesinya sebagai seorang DJ dengan bermain genre R&B. Awalnya dia menggunakan nama Five D sebagai nama panggungnya namun kemudian para party goers lebih mengenalnya dengan nama DJ Reggy. Pada tahun yang sama, DJ Reggy yang juga merupakan pembalap motocross profesional ini bergabung dengan Spinach Records.

Setahun berselang, DJ Reggy membuka sebuah manajemen musik DJ yang khusus menaungi musik-musik R&B bernama Praha Management yang juga menjadi salah satu bagian dari Spinach Records. Dengan manajemennya tersebut, Praha Management memiliki 5 orang DJ bergenre R&B seperti Reggy, Patricia, Arsya, Djune, dan juga DJ Desky dan aktif dalam berbagai event R&B.

#
DJ Reggy By Spincah Records

 

DJ Reggy yang saat itu masih berkuliah di Universitas Paramadina menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan juga seorang DJ. Usahanya tersebut membuahkan hasil di mana dirinya berhasil menguasai jenis musik Progressive, sehingga pada tahun 2004 dirinya berhasil menguasai genre R&B dan juga Progressive. Hal itu membuatnya dipercaya untuk mengisi acara di berbagai kelab malam di Jakarta.

Selain Reggy melakukan berbagai pertunjukan di event-event nasional dan juga internasional, dirinya juga mendapatkan 2 brand event yang menjadikannya sebagai seorang icon. Pertama adalah brand Trancentral, di mana dirinya berhasil menjadi ikon utama dan sukses menggelar acara di kota besar Indonesia, kemudian juga Trifecta, yang merupakan sebuah event yang diadakan di Wonderbar Jakarta.

Leave a Comment