DJ Gerry White, Male DJ yang Diakui Dunia

DJ Gerry White, Male DJ yang Diakui Dunia Sumber : Instagram @dj_gerrywhite

MATA LELAKI - Siapa bilang kemampuan Male DJ Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan Male DJ asal luar negeri? Tentunya tidak, bahkan dalam beberapa kasus, sering ditemukan ada Male DJ Indonesia yang sudah mendunia dan memiliki tempat di hati para clubbers dunia. Salah satu Male DJ yang menarik untuk diulas adalah DJ Gerry White di mana dirinya sudah bermain di banyak kelab malam dunia.

Memiliki nama asli Yudha Perkasa Gerry, Male DJ ini lahir pada tanggal 5 November tahun 1988 yang lalu. Dirinya mulai tertarik untuk belajar menjadi seorang DJ di usianya yang menginjak 19 tahun atau pada tahun 2007 silam. Sudah belasan tahun menjadi seorang DJ, membuat Gerry White banyak menguasai genre lagu.

#
Foto: Instagram Gerry White

 

Sebut saja seperti House, Deep House, Hip Hop, Nu Disco dan juga genre musik Electro. DJ Gerry White mengawali gigs pertamanya di Jakarta. Dengan banyaknya genre musik yang dikuasainya, membuat DJ Gerry White memiliki banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di berbagai kelab malam dunia dan juga event-event pertunjukkan DJ ternama.

Seperti misalnya ketika di Amerika Serikat, dirinya menjadi act support untuk Jazzy Jeff, Tina T, Tommie Sunshine, Max Vangeli, Borgeous dan juga Clinton Sparks. Selain di Amerika Serikat, dirinya juga sempat menjadi act support di Belanda untuk DJ Irwan Kartossen, kemudian Sander Van Dorn, dan juga Patrick Hagenaar.

#
Foto: Instagram Gerry White

 

Dirinya juga menjadi residen di beberapa kelab malam kota Jakarta seperti Redcore pada tahun 2010 hingga 2011, kemudian Monaco pada tahun 2011 hingga 2012, dan yang terakhir adalah Fable & Mirror yang berada di Jakarta dan Bali sejak tahun 2012 hingga sekarang.

Talentanya sebagai seorang male DJ Indonesia sudah jangan ditanyakan lagi, sebab dirinya memang sudah sering bermain di pertunjukan dunia. Salah satu hal yang menjadi daya tarik DJ Gerry White dalam setiap permainannya adalah dirinya selalu membuat suasana lantai dansa menjadi pecah sehingga tidak jarang penonton memintanya untuk melakukan encore.

Leave a Comment