DJ April, Female DJ yang Mencintai Keluarga

DJ April, Female DJ yang Mencintai Keluarga Sumber: The Untz

MATA LELAKI - Kendati sudah berkecimpung sebagai seorang DJ sejak tahun 2013 silam, April sempat 'vakum' selama beberapa tahun karena kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Bagi wanita kelahiran Medan ini, keluarga tidak kalah penting dibandingkan kariernya yang tengah menanjak.

Di awal kariernya sebagai Disc Jockey pun, April tidak melupakan pentingnya pendidikan. Ia mengambil kuliah di Fakultas Psikolog sembari menjalani karier sebagai DJ. Kesuksesan April pun berbuah manis hingga akhirnya ia sempat didapuk sebagai resident DJ di Mansion Executive Club & KTV Palembang.

Namun perjuangan membagi waktu antara kuliah dan kerja rupanya membuat April sangat kewalahan. Ia pun sempat mengaku ingin berhenti dan tidak melanjutkan kuliahnya ketika berada di semester empat pada tahun 2018 silam.

Lahir di Medan, 27 April 1990, April merupakan bungsu dari empat bersaudara. Wanita berparas manis ini mengaku kalau ketertarikannya menjadi DJ memang didasari dari hobinya mendengarkan musik. "Sejak kecil saya sudah suka banget sama musik dan menjadi DJ pengen ngembangi bakat sebagai penikmat musik," jelasnya.

#
Foto: Korda News

 

Kini, karena sudah berstatus sebagai seorang ibu muda, April pun mengaku kerap menghabiskan waktu luang bersama keluarganya tercinta. “Kalau di waktu luang, aku sering sama keluarga, karena sudah enggak banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga terutama dengan anak satu-satunya aku," terang dia.

Lebih lanjut, April juga mengungkap impiannya untuk membuka studio dan sekolah DJ sendiri. Ia pun mengaku tidak terlalu memikirkan tentang ketenaran. "Aku nggak terlalu mengejar buat eksis sih, yang penting job selalu ada gak pernah kosong dan harapan aku tuh ke depannya tercapai, kalau udah punya studio dan DJ School bisa eksis dengan sendirinya," tuturnya sumringah.

April pun berpesan agar para pembaca tetap semangat dan terus maju tanpa terlalu banyak memikirkan omongan orang lain. “Jangan takut punya harapan yang tinggi karena harapan itulah tekat kita untuk terus bangkit dan maju, jika orang berkomentar tentang diri kita ya jadikan aja motivasi kita agar terus bangkit dan berdiri tegak,” tukasnya.

Leave a Comment