Cerita Panjang Beratnya Menjadi Seorang Model

Cerita Panjang Beratnya Menjadi Seorang Model Sumber: dazeddigital.com

MATA LELAKI - Arzeti Bilbina, seorang model papan atas Indonesia menceritakan bagaimana awal kariernya menjadi seorang model. Politikus PKB ini, mengungkapkan pada tahun 1980-an, dirinya mendapat saran dari kakaknya untuk masuk sekolah model. Usia Arzeti saat itu, baru 15 tahun dan memang pada masa itu masih belum banyak sekolah model seperti sekarang. Sebagai adik yang baik, Arzeti pun menuruti saran dari kakaknya. 

Satu tahun kemudian, Arzeti mendapatkan pekerjaan pertama, yaitu sebuah pemotretan untuk majalah gaya hidup perempuan, dengan honor IDR 40.000. Saat itu, dirinya menyedot perhatian banyak orang dan tawaran pekerjaan datang silih berganti. Seiring dengan banyaknya majalah mode, majalah remaja, pekerjaan model begitu diminati dan dicari kala itu, Arzeti menerima banyak pekerjaan untuk foto majalah, iklan televisi, sampai peragaan busana. Arzeti pun rutin menjadi model untuk peragaan busana desainer populer pada masa itu seperti Ramli, Biyan, dan Ghea Panggabean. Pada masa itu desainer di Indonesia belum sebanyak sekarang.

#
Sumber: Magzter

 

Dalam satu hari saja, dirinya mengaku bisa menjalani tujuh peragaan busana. Dalam satu minggu, dirinya bisa bekerja lebih dari satu hari. Mulai dari jam 10 pagi sampai ke 12 malam, dirinya bahkan bisa fashion show saat tengah malam. Usaha kerasnya pun membuahkan hasil, pada usia 21 tahun dirinya sudah bisa membeli mobil dan rumah untuk ditinggali bersama ibu dan kakaknya. Hal ini membuat Arzeti yakin akan profesinya sebagai model. 

Jadi model, menurut Arzeti, tak semudah kelihatannya. Ia sering mendapat konsep pemotretan yang menantang. Satu kali, ia pernah diikat di langit-langit ruangan selama lebih dari satu jam. Tepat di bawahnya, menyala blower. Tidak hanya itu saja, dirinya juga kerap kali digoda bahkan ditawari tidur oleh para pria hidung belang. Tapi ia selalu teguh, untuk menjaga nama baik dan relasi dirinya. Dirinya, tidak akan pernah mempertaruhkan dua hal tersebut.

Sisi Gelap Dunia Modelling

#
Sumber: Cocaine Model

 

Menurut Ashley Mears, asisten profesor Sosiologi Universitas Boston mengatakan, kalau model merupakan pekerjaan yang tidak pasti. Misalnya saja, dilihat dari sisi ekonomi, model tidak akan tahu berapa banyak penghasilan yang akan ia dapatkan. Lalu dari sisi kesehatan, tidak ada jaminan akan menerima perawatan kesehatan. Padahal pekerjaan mereka, sangatlah menguras tenaga. Saat menjalani pekerjaan di ajang Fashion Week misalnya, para model bisa bekerja hampir 24 jam.

Lanjut, belum lagi soal usia dimana banyak model yang rentan menjadi target pekerja di bawah umur. Di Amerika Serikat, sejumlah model memalsukan umur mereka agar segera bisa masuk ke agen model untuk bisa mendapat pekerjaan sebagai model komersil (iklan dan materi promosi) atau model editorial (pemotretan majalah mode). Di Amerika sendiri, usia paling muda menjadi seorang model adalah 16 tahun. Batas usia, yang bisa dibilang dianggap ideal untuk menjadi seorang model ialah 20 tahun. 

#
Sumber: Hollywood Reporter

 

Untuk mendapat job, model tidak bisa sepenuhnya bergantung pada agency. Ada kalanya, para model ini harus menghadiri berbagai acara untuk mendapatkan koneksi. Misalnya saja di New York, para model memanfaatkan kehidupan malam untuk membangun konseksi pekerjaan.

Sisi berat lainnya, adalah para model ada yang tidak dibayar semestinya, mengalami kekerasan dan lingkungan kerja yang tidak kondusif. Bahkan, pernah ada satu model yang memprotes direktur audisi dalam peragaan Louis Vuitton lantaran hanya memberi model minum dalam waktu 24 jam kerja. Protes juga sempat disampaikan pada direktur audisi peragaan Balenciaga yang pernah membiarkan 150 model berada dalam tangga gelap selama berjam-jam. Hal ini mengakibatkan sejumlah model mengalami trauma.

Walaupun profesi ini terkesan glamor, ternyata industri ini punya cerita miring dan sisi gelap yang tidak diketahui oleh orang banyak.

Leave a Comment