Cara Club Malam dan Festival Musik EDM Mengadakan Event Setelah Pandemi

Cara Club Malam dan Festival Musik EDM Mengadakan Event Setelah Pandemi Sumber: HostelWorlds

MATA LELAKI - Sudah setahun dunia mengalami badai virus Covid-19. Bisa dibilang, pada tahun 2021 ini, kita sudah memasuki fase pasca pandemi, dimana kita sudah tahu dan terbiasa dengan virus ini. Vaksin juga sudah ditemukan dan kita hidup dengan era baru atau new normal. Ke mana-mana kita wajib menggunakan masker dan selalu jaga jarak.

#
Sumber: Culture Trips

 

Tapi industri seperti festival musik sampai event, memang masih belum boleh untuk diadakan. Di beberapa negara seperti Selandia Baru, sudah membuat festival musik yang dihadiri orang tanpa menggunakan masker sampai tidak menjaga jarak. Tapi di beberapa negara, hal tersebut malah akan menjadi bencana jika ingin mengadakan konser musik seperti di Selandia Baru yang sudah berhasil mengatasi pandemi di negaranya.

Hal seperti ini memang membuat pesimis, apalagi untuk industri hiburan malam. Club malam tampaknya memang masih harus bersabar lagi, karena post pandemic ini masih membuat club malam tidak leluasa untuk buka. Dampaknya sudah 85% pekerja di industri hiburan malam, meninggalkan industri ini untuk mencari pekerjaan lain untuk bertahan hidup.

DI UK saja, para club malam harus kehilangan omzet sampai sebesar 90%. Kini untuk mereka masih bisa beroperasi saja sudah syukur. Apalagi kini di Inggris, PM Boris Johnson sudah mengeluarkan kebijakan bagi yang ingin datang ke club malam, harus melakukan tes antigen. Tentu ini, menambah sulit club malam untuk mendatangkan pengunjung.

#
Sumber: Festival Sherpa

 

Kalau club malam saja masih harus "ngos-ngosan", bagaimana dengan event festival musik EDM di post pandemic ini? Sebenarnya banyak yang sudah membuat roadmap bagaimana festival musik EDM bisa berjalan di tengah pandemi sekarang. Misalnya saja, asosiasi club malam UK, membuat aturan bahwa setiap orang yang datang ke festival harus di test swab di tempat dan pesertanya tidak boleh menumpuk, hanya boleh setengah saja.

Ada juga yang berpendapat bahwa gunakan metode 70:30, dimana 70% online dan 30% offline. Jadi yang datang hanya boleh 30% untuk total pengunjung dan sisanya bisa melihat festival musiknya dari online. Tiketnya sendiri, sekarang juga sudah full digital dan online. Jadi tidak bisa memberi tiket on the spot, seperti festival musik EDM sebelumnya.

#
Sumber: DjMags

 

Menarik memang, segala cara dilakukan untuk membuat festival musik EDM kembali berjalan, setelah harus vakum selama 1 tahun lebih. Protokol kesehatan, tampaknya memang masih diperhatikan oleh para Event Organizer acara festival musik tersebut. Bahkan di Amerika saja, asosiasi pekerja hiburan malam masih harus rapat dan berkoordinasi dengan pemerintah, dimana pemerintah akan memberikan arahan dan petunjuk bagaimana club malam dan festival musik bisa berjalan.

Kita berdoa saja, semoga kita bisa menikmati festival musik EDM kembali. Tentu kita rindu, akan festival musik seperti Coachella, Amsterdam Music Festival sampai DWP.

Leave a Comment