Wednesday Aug 10, 2022 09:37

Apakah Dunia Malam Itu Menyenangkan atau Menyeramkan?

Apakah Dunia Malam Itu Menyenangkan atau Menyeramkan?

MATA LELAKI - Dunia malam saat ini menjadi sebuah gaya hidup yang banyak dijalani oleh orang khususnya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar. Seolah seperti kehidupan biasa, geliat dunia malam memang sudah bukan hal yang tabu lagi untuk dijalani.

Hadirnya hiburan di dunia malam tersebut membuat banyak orang mulai menganggap itu sebagai sebuah gaya hidupnya tersendiri. Namun apakah dunia malam itu memberikan kesan yang menyenangkan atau malah membuat orang merasa seperti berada di dunia yang benar-benar gelap?

Identik dengan Hal Negatif

Apakah Dunia Malam Itu Menyenangkan atau Menyeramkan?
Foto: Duniamalam168

 

Beberapa orang mungkin akan bertanya, apakah dunia malam itu benar-benar gelap seperti apa yang ada saat ini? Hal ini terjadi karena banyak yang masih menganggap bahwa dunia malam itu identik dengan dunia horor. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ketakutan akan dunia horor itu sudah berganti.

Saat ini orang-orang berpikiran bahwa dunia malam identik dengan hal-hal yang dianggap negatif di mata masyarakat. Hal-hal negatif itu bisa termasuk profesi atau tindakan lain yang dianggap tidak menyenangkan ketika berada di luar. Hal ini diperkuat dengan banyaknya profesi yang mau tidak mau harus bergelut dengan dunia malam yang ada seperti saat ini.

Sebut saja seperti banyaknya wanita-wanita penghibur yang menjajakan diri di jalanan, kemudian juga ada pekerja-pekerja yang bekerja di lokasi hiburan malam. Dunia malam, bagi mereka adalah berkah karena di saat seperti itulah mereka mencari nafkah untuk menghidupi kebutuhan mereka di siang hari atau keesokan harinya.

Dunia Malam Sebagai Gaya Hidup

Apakah Dunia Malam Itu Menyenangkan atau Menyeramkan?
Foto: Duniamalam168

 

Akan tetapi, jika mau menghitung orang-orang cenderung banyak yang menyukai kehidupan malam ini. Bahkan bagi sebagian dari mereka, kehidupan malam ini dianggap sebagai sebuah gaya hidup yang wajar. Hal itu terjadi karena banyak hiburan yang bisa mereka ikuti selama malam hari tersebut dan mereka bisa dengan bebas berbuat sesuka hati tanpa ada yang melarang.

Kemegahan serta keseruan mungkin bisa anda nikmati justru di malam hari, ketika suasana sudah mulai gelap dan gemerlap lampu disko mulai dinyalakan. Malam anda mungkin akan lebih terasa lagi dengan kehadiran dari DJ-DJ wanita cantik dan juga seksi yang melakukan pertunjukkan DJ di atas panggung untuk menghibur anda.

Itu baru pertunjukan dari seorang DJ, belum lagi jika kelab malam atau lokasi hiburan malamnya menampilkan pertunjukan penari-penari seksi yang mampu membuat anda bergairah. Secara keseluruhan, kenikmatan duniawi sebenarnya hanya bisa dinikmati ketika malam hari tiba. Saat matahari sudah mulai tenggelam dan geliat kehidupan sesungguhnya dimulai di malam hari tersebut.

Mahalnya Biaya untuk Menikmati Dunia Malam

Apakah Dunia Malam Itu Menyenangkan atau Menyeramkan?
Foto: Okezone

 

Lalu, jika memutuskan dunia malam sebagai gaya hidup, adakah biaya yang harus dikeluarkan dan juga dibayarkan? Tentu saja ada. Untuk bisa menikmati kehidupan malam tersebut harus ada biaya yang anda keluarkan, sebagai contoh untuk masuk ke kelab malam saja anda haru menyediakan setidaknya Rp. 500.000,- hingga Rp. 700.000,- untuk sekali masuk.

Itu untuk kelab malam yang memiliki kelas standar, belum lagi jika anda memutuskan untuk masuk ke dalam lounge atau lokasi hiburan malam yang berkelas. Bukan tidak mungkin jutaan rupiah harus anda keluarkan untuk menikmati hiburan tersebut hanya dalam waktu semalam saja. Sudah pasti, biaya yang tidak murah harus anda persiapkan.

Dari sini anda pastinya sudah bisa menilai bahwa dunia malam yang ada saat ini memiliki sisi negatif dan juga positifnya. Sisi negatifnya adalah dunia ini rentan dengan kegiatan yang melawan hukum dan norma tertentu. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi salah satu pelarian anda untuk sekedar refreshing dari kegiatan pekerjaan yang membuat anda penat.

You may also like

Leave a comment